Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Orang Indonesia dari Paling Dermawan Jadi Pelit, Peneliti: Ya Wajar...

Liberty Jemadu

Sabtu, 02 Agustus 2025 | 18:18 WIB
Orang Indonesia dari Paling Dermawan Jadi Pelit, Peneliti: Ya Wajar...
Ilustrasi gambar Orang Dermawan (pexels/fauxels)

Suara.com - Indonesia kini menempati posisi ke-21 sebagai negara paling dermawan versi World Giving Report (WGR) 2025 dari 101 negara, turun dari peringkat pertama menurut versi laporan World Giving Index (WGI) dari Charities Aid Foundation (CAF) pada 2024.

Peringkat ini mengejutkan karena sebelumnya selama 7 tahun berturut-turut orang Indonesia selalu menempati urutan pertama dalam studi tersebut.

Peneliti filantropi Pusat Penelitian dan Advokasi Kepentingan Publik (PIRAC), Hamid Abidin mengatakan turunnya peringkat Indonesia merupakan hal yang wajar karena penelitian tersebut menggunakan metodologi yang berbeda.

Menurutnya, metodologi yang digunakan itu lebih terperinci dan inklusif dengan memasukkan aspek nilai donasi terhadap pendapatan serta keragaman jalur pemberian.

Hamid mengatakan laporan WGR 2025 itu menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin filantropi di kawasan Asia Tenggara jika dukungan kebijakan pemerintah dan peningkatan kapasitas dan akuntabilitas lembaga filantropi terus ditingkatkan.

Sayangnya, banyak regulasi terkait filantropi yang sudah usang, bersifat restriktif serta tidak menyediakan insentif yang memadai bagi perkembangan kedermawanan.

Hamid mencontohkan belum direvisinya Undang-Undang No. 9 tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang (PUB) yang sampai saat ini masih menjadi rujukan bagi kegiatan penggalangan sumbangan di Indonesia.

Kebijakan insentif pajak untuk di Indonesia juga jauh tertinggal dibanding negara-negara lain di dunia, bahkan di Asia Tenggara, tambahnya.

“Potensi kedermawanan ini bisa lebih optimal jika pemerintah segera merevisi regulasi PUB yang sudah usang dan meningkatkan insentif pajak yang saat ini cakupan dan nilainya masih minim,” katanya, Sabtu (2/8/2025).

baca juga

Selain itu, Hamid menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga amal atau filantropi sebagai faktor kunci dalam membangun budaya kedermawanan yang kuat, menambahkan bahwa tingkat kepercayaan itu sangat berkorelasi dengan budaya menyumbang masyarakat.

“Tingkat kepercayaan ini berperan ganda, tidak hanya mendorong masyarakat untuk berkontribusi secara finansial, tetapi juga mendukung keterlibatan sukarela dan advokasi yang menyokong keberlanjutan sektor filantropi dan nirlaba,” kata Hamid.

Hamid juga mengingatkan urgensi kebijakan dan dukungan pemerintah dalam membangun ekosistem filantropi yang berdampak pada meningkatnya keterlibatan dan jumlah donasi masyarakat.

Kebijakan dan dukungan pemerintah melalui insentif, kampanye publik, dan regulasi yang mempermudah dan memfasilitasi kegiatan filantropi akan memperkuat motivasi dan norma sosial tentang berbagi, serta mendukung budaya filantropi yang strategis dan berkelanjutan.

WGR 2025 melaporkan bahwa Indonesia memiliki profil kedermawanan yang kuat di tingkat global dengan menempati posisi ke-21 dari 101 negara yang disurvei dengan proporsi pendapatan yang didonasikan sebesar rata-rata 1,55 persen.

Angka ini menempatkan donasi Indonesia di atas rata-rata global (1,04 persen) dan mengungguli banyak negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Donasi di Indonesia umumnya disalurkan secara langsung kepada individu yang membutuhkan dan melalui lembaga amal dan organisasi keagamaan yang mencerminkan keberagaman cara memberi yang luas.

Selain itu, masyarakat Indonesia cenderung mendukung berbagai tujuan donasi, dengan rata-rata pemberian ke beberapa tujuan berbeda.

Pengentasan kemiskinan, perlindungan anak-anak/remaja, serta bantuan kemanusiaan merupakan program yang banyak disumbang di Indonesia.

WGR 2025 juga melaporkan bahwa Nigeria menempati peringkat pertama dengan rata-rata donasi mencapai 2,83 persen dari pendapatan per kapita.

Peringkat kedua ditempati oleh Mesir (2,45 persen), diikuti oleh China dan Ghana (2,19 persen) dan Kenya (2,13 persen), dengan rata-rata masyarakat di negara tersebut menyumbang lebih dari 2 persen dari pendapatan mereka.

World Giving Report (WGR) 2025 merupakan pengembangan dari World Giving Index (WGI) yang sebelumnya rutin dirilis oleh Charities Aid Foundation (CAF). Laporan itu dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap dan inklusif tentang kegiatan kedermawanan di seluruh dunia.

Penelitian itu menggunakan survei publik di 101 negara dengan wawancara langsung, daring, serta telepon kepada responden tentang kegiatan menyumbangnya pada tahun 2024. Kegiatan survei di Indonesia dilakukan berkolaborasi dengan Perhimpunan Filantropi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dermawan Banget! Gilang dan Shandy Purnamasari Kurban 28 Sapi, 18 Diakadkan Buat Karyawan

Dermawan Banget! Gilang dan Shandy Purnamasari Kurban 28 Sapi, 18 Diakadkan Buat Karyawan

Entertainment | Sabtu, 07 Juni 2025 | 16:23 WIB

Indonesia 6 Tahun Beruntun Jadi Negara Paling Dermawan versi World Giving Index

Indonesia 6 Tahun Beruntun Jadi Negara Paling Dermawan versi World Giving Index

Lifestyle | Rabu, 15 November 2023 | 08:30 WIB

Dikenal Sederhana dan Dermawan, Inilah 4 Ciri Kepribadian Plegmatis

Dikenal Sederhana dan Dermawan, Inilah 4 Ciri Kepribadian Plegmatis

Your Say | Jum'at, 21 Juli 2023 | 13:38 WIB

Indonesia Disebut Negara Paling Dermawan, Harika Foundation Ajak Masyarakat Ukir Jejak Kebaikan

Indonesia Disebut Negara Paling Dermawan, Harika Foundation Ajak Masyarakat Ukir Jejak Kebaikan

Lifestyle | Jum'at, 20 Januari 2023 | 06:50 WIB

4 Manfaat Menjadi Orang yang Dermawan

4 Manfaat Menjadi Orang yang Dermawan

Your Say | Sabtu, 10 September 2022 | 18:47 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×