Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Ramai Narasi Sebut ASEAN Prediksi Indonesia Bangkrut 2030 karena Utang, Ternyata Begini Faktanya

Chandra Iswinarno

Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:49 WIB
Ramai Narasi Sebut ASEAN Prediksi Indonesia Bangkrut 2030 karena Utang, Ternyata Begini Faktanya
Lambang ASEAN. [Tangkapan layar IG ASEAN]

Suara.com - Narasi yang menyebar di media sosial mengklaim bahwa Indonesia akan bangkrut pada tahun 2030 seperti nasib Sri Lanka akibat utang ramai menjadi perbincangan publik di dunia maya.

Dalam unggahan yang dilihat Suara.com di media sosial X terlihat foto pria berkaca mata mengenakan jas hitam dengan latar belakang tulisan AMRO. Foto tersebut juga sudah dibubuhi watermark updatenusantara.com.

Masih pada foto tersebut tertulis di sisi bawah dalam huruf kapital: ASEAN Ingatkan RI Bisa Runtuh 2030 Akibat Utang Membengkak, Nasib Bisa Serupa Sri Lanka! Berdasarkan atribusi yang terlihat, unggahan tersebut sudah dilihat 3.735 pengguna dengan jumlah like mencapai 200 dan 83 kali dire-tweet.

Terkait postingan tersebut, Lembaga riset makroekonomi internasional, ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) secara resmi membantah narasi viral di media sosial yang menyebut Indonesia terancam bangkrut pada 2030 akibat pembengkakan utang.

Klarifikasi ini dirilis untuk meluruskan misinterpretasi terhadap Laporan Konsultasi Tahunan AMRO 2025, yang oleh sebagian pihak disamakan dengan pemicu krisis utang Sri Lanka pada 2022.

Dalam pernyataan resminya, AMRO menegaskan bahwa laporan tersebut tidak pernah memuat prediksi keruntuhan ekonomi Indonesia.

Meluruskan Misinterpretasi Laporan 2025

Kepanikan publik dipicu oleh interpretasi liar yang menyimpulkan laporan AMRO sebagai peringatan dini bahwa 'Indonesia dapat runtuh pada tahun 2030'.

Namun, lembaga yang berbasis di Singapura ini menyatakan bahwa kesimpulan tersebut sama sekali tidak berdasar dan bukan merupakan isi dari analisis mereka.

baca juga

"Kami ingin mengklarifikasi bahwa AMRO tidak membuat pernyataan semacam itu. Laporan kami menyajikan penilaian berwawasan ke depan yang berbasis data mengenai prospek ekonomi makro Indonesia," kata AMRO dalam pernyataan di situs resminya, dikutip Rabu (6/8/2025).

Proyeksi Utang Naik, Tapi Jauh dari Krisis

AMRO mengakui adanya tren kenaikan utang pemerintah. Namun, proyeksi kenaikan tersebut masih berada dalam koridor yang sangat aman dan terkendali, jauh dari ambang batas yang mengkhawatirkan atau berpotensi memicu krisis.

Potongan layar media sosial X yang menyebut ASEAN mengingatkan Indonesia Bisa Runtuh 2030 Akibat Utang Membengkak, Nasib Bisa Serupa Sri Lanka. [Tangkapan Layar X]
Potongan layar media sosial X yang menyebut ASEAN mengingatkan Indonesia Bisa Runtuh 2030 Akibat Utang Membengkak, Nasib Bisa Serupa Sri Lanka. [Tangkapan Layar X]

"Meskipun kami mencatat bahwa rasio utang pemerintah terhadap PDB dapat meningkat secara bertahap hingga sekitar 42 persen pada tahun 2029 jika tren fiskal saat ini berlanjut, kami tidak memprediksi keruntuhan atau menyiratkan krisis yang akan datang," tegas lembaga tersebut.

Sebagai konteks, AMRO memproyeksikan keberlanjutan utang jangka menengah Indonesia akan tetap kuat, berada jauh di bawah aturan fiskal yang ditetapkan undang-undang sebesar 60 persen dari PDB.

Tingkat ini juga lebih rendah daripada rata-rata rasio utang di negara-negara ASEAN lainnya.

Alih-alih memberikan peringatan bahaya, AMRO justru memuji langkah-langkah otoritas fiskal Indonesia.

Pemerintah dinilai telah menunjukkan kehati-hatian dan disiplin dalam mengelola anggaran, serta mengambil langkah mitigasi untuk menekan risiko peningkatan utang di tengah tantangan ekonomi global.

Oleh karena itu, AMRO menyatakan keyakinannya terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang kuat dan komitmen pemerintah terhadap tanggung jawab fiskal.

Lembaga ini juga menghimbau seluruh pemangku kepentingan untuk merujuk langsung ke laporan resmi guna mendapatkan wawasan yang akurat dan berimbang.

"Kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap solid di atas 5 persen hingga tahun 2029," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bengkak Tembus Rp 7.078 Triliun

Utang Luar Negeri Indonesia Terus Bengkak Tembus Rp 7.078 Triliun

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 10:46 WIB

Ekonom Ungkap Fakta Pahit Buntut Utang Luar Negeri Indonesia Rp7.025 Triliun, Kapan Lunas?

Ekonom Ungkap Fakta Pahit Buntut Utang Luar Negeri Indonesia Rp7.025 Triliun, Kapan Lunas?

Bisnis | Senin, 16 Juni 2025 | 12:54 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 7.025 Triliun, BI Klaim Masih Sehat

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 7.025 Triliun, BI Klaim Masih Sehat

Bisnis | Senin, 16 Juni 2025 | 11:22 WIB

Terkini

Desil Tak Sesuai Fakta, Ini Cara Pembaruan Data DTKS Offline dan Online

Desil Tak Sesuai Fakta, Ini Cara Pembaruan Data DTKS Offline dan Online

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:07 WIB

2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka

2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:06 WIB

Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS

Iran Tahan Pembukaan Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus 88 Dolar AS

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu

Pesan Menyentuh Audy Item untuk Iko Uwais Usai Keguguran di Usia Kandungan 7 Minggu

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:52 WIB

3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud

3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:31 WIB

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di  Selat Bab Al Mandeb

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:26 WIB

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:18 WIB

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

×