Merasa Terlindungi, Guru di Sukabumi Ceritakan Pengalaman Positif dengan JKN

Fabiola Febrinastri

Senin, 22 September 2025 | 16:33 WIB
Merasa Terlindungi, Guru di Sukabumi Ceritakan Pengalaman Positif dengan JKN
Testimoni Budi Supeni. (Dok: BPJS Kesehatan)
baca 10 detik
  • Advert
  • Advert
  • Advert

Suara.com - Biaya kesehatan yang semakin mahal kini bukan lagi menjadi momok besar bagi masyarakat. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan hadir sebagai jaminan perlindungan, memastikan semua warga negara memiliki akses layanan kesehatan yang adil dan merata. Dari pengobatan ringan hingga perawatan di rumah sakit, semua ditanggung melalui mekanisme gotong royong.

Salah satu peserta JKN yang turut merasakan manfaat tersebut adalah Budi (49), seorang guru sekolah dasar di Sukabumi. Ia mengaku banyak terbantu dengan adanya Program JKN, baik untuk dirinya maupun keluarganya. Baginya, JKN bukan hanya sekadar perlindungan kesehatan, tetapi juga bentuk kepastian di saat-saat tak terduga. Kehadiran program ini membuatnya merasa lebih tenang dalam menjalani aktivitas sehari-hari sebagai pendidik dan kepala keluarga.

“Saat ini saya sedang mengurus perubahan kepesertaan, sebelumnya saya mandiri karena sekarang saya sudah ada ikatan dinas, jadi saya mau ganti jadi segmen Pekerja Penerima Upah (PPU),” tutur Budi.

Dalam proses administrasi, ia mengaku sempat menemui kendala. Awalnya ia mencoba memanfaatkan layanan non tatap muka seperti Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa) dan Mobile JKN. Namun, karena status kepesertaan sebelumnya tidak aktif dan masih memiliki tunggakan, ia pun diarahkan untuk datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan. Di sana, ia baru memahami bahwa ada beberapa berkas yang memang harus ditandatangani langsung oleh peserta.

“Awalnya saya sudah mencoba layanan non tatap muka seperti Pandawa dan Mobile JKN, namun tidak bisa karena waktu itu status saya masih peserta mandiri dan tidak aktif. Akhirnya saya diarahkan datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan. Di loket memang ada berkas yang harus ditandatangani sehingga tidak bisa dilakukan secara daring,” jelasnya.

Selain soal administrasi, Budi juga menceritakan pengalamannya ketika harus berobat ke fasilitas kesehatan (faskes). Ia menilai pelayanan sekarang jauh lebih praktis dibandingkan sebelumnya. Dulu, peserta harus membawa berbagai dokumen fisik dan mengisi banyak formulir, namun kini prosesnya cukup dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Alhamdulillah faskes mitra BPJS Kesehatan melayani dengan sangat baik. Sekarang lebih mudah mendaftar berobat, cukup menunjukkan NIK atau nomor peserta, tidak perlu lagi membawa berkas fisik dan mengisi formulir macam-macam. Jadi lebih cepat dan efisien,” ungkapnya.

Sebagai peserta, ia juga sempat mendengar stigma di masyarakat tentang perbedaan layanan antara pasien umum dan pasien BPJS Kesehatan. Ada anggapan bahwa layanan untuk peserta JKN lebih ribet atau lambat. Namun, berdasarkan pengalaman pribadinya, ia justru mendapatkan pelayanan yang sama baiknya tanpa pembedaan.

“Dulu saya sering dengar kabar kalau peserta BPJS Kesehatan dipersulit atau dibedakan dengan pasien umum. Tapi alhamdulillah, selama saya jadi peserta, saya tidak pernah mengalami hal itu. Dari awal pendaftaran sampai pulang berobat, semua pelayanan diberikan dengan baik dan profesional,” katanya.

baca juga

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Budi adalah ketika ia harus menjalani rawat inap di rumah sakit karena infeksi saluran kemih. Kondisi tersebut muncul akibat kebiasaan buruk menahan buang air kecil dan kurang minum. Ia masih ingat betul, malam itu dirinya harus segera ditangani oleh tim medis.

“Saya pernah dirawat inap di salah satu rumah sakit di Sukabumi karena infeksi saluran kemih. Awalnya saya diperiksa di klinik lalu dirujuk ke rumah sakit. Malam itu juga saya langsung ditangani. Alhamdulillah, sampai sembuh saya mendapat pelayanan yang baik tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali,” ceritanya.

Tak hanya dirinya, keluarganya pun turut merasakan manfaat JKN. Istrinya pernah dua kali menjalani operasi caesar dan seluruh biayanya ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Bagi Budi, hal itu menjadi salah satu momen yang membuatnya sangat bersyukur karena terbebas dari beban biaya besar.

“Istri saya dua kali melahirkan secara caesar dengan BPJS Kesehatan. Saya sangat bersyukur, karena semua biaya ditanggung. Kalau membayar secara umum, mungkin sudah habis puluhan juta. Alhamdulillah, kami sama sekali tidak keluar uang,” ujarnya.

Meski begitu, ia menyadari masih ada sebagian masyarakat yang menganggap rugi ketika rutin membayar iuran tapi jarang menggunakan layanan kesehatan. Menurut Budi, justru di situlah letak nilai gotong royong yang sebenarnya. Ia sendiri selalu menganggap pembayaran iuran sebagai bentuk tabungan sekaligus amal.

“Saya pernah dengar ada yang bilang, ‘saya rutin bayar iuran tapi tidak pernah pakai BPJS Kesehatan, jadi rugi’. Kalau saya justru menganggap itu tabungan. Iuran yang saya bayar bisa membantu orang lain yang sedang membutuhkan layanan. Saya anggap sebagai amal dan sodaqah. Selama hidup, saya baru dua kali dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Menutup kisahnya, Budi berpesan kepada masyarakat agar tidak ragu menjadi peserta JKN. Menurutnya, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. Ia juga mengingatkan bahwa kesehatan adalah investasi yang sangat penting dan JKN hadir untuk melindungi setiap orang dari risiko biaya berobat yang semakin mahal.

“Pesan saya, bagi masyarakat yang belum terdaftar, segera daftarkan diri dan keluarga. Manfaatnya luar biasa, apalagi biaya berobat saat ini tidak murah. Menurut saya, lebih baik ikut BPJS Kesehatan daripada asuransi lain, karena layanan yang diberikan jelas dan fasilitas mitra sudah banyak. Tidak ada perbedaan pelayanan, semua dilayani dengan baik,” tutupnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi, Sawal Sani Tarigan menyampaikan bahwa prinsip gotong royong ini menjadikan peserta JKN yang dapat saling mengerti dan memahami bagaimana kebermanfaatan program ini.

"Gotong royong yang menjadi prinsip Program JKN, menjadi tumpuan BPJS Kesehatan dalam menyelenggaran program yang selalu mengarah kepada kebermanfaatan sesama umat manusia. Oleh karena itu, saya menghimbau bagi masyarakat yang belum terdaftar, segera daftar agar memiliki jaminan kesehatan dan tidak perlu khawatir ketika sakit itu datang," ungkap Sawal.  ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP: BPJS Bukan Asuransi tapi Hibah Negara buat Rakyat!

PDIP: BPJS Bukan Asuransi tapi Hibah Negara buat Rakyat!

News | Rabu, 17 September 2025 | 17:42 WIB

Blusukan ke RSUD Budi Asih, Gubernur Pramono Soroti 95 Persen Pasien BPJS dan Janjikan Renovasi IGD

Blusukan ke RSUD Budi Asih, Gubernur Pramono Soroti 95 Persen Pasien BPJS dan Janjikan Renovasi IGD

News | Selasa, 16 September 2025 | 16:58 WIB

Peserta JKN di Aceh Selatan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Tanpa Hambatan

Peserta JKN di Aceh Selatan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Tanpa Hambatan

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 18:52 WIB

Warga Sumatera Utara Bisa Berobat Pakai KTP Mulai Oktober 2025

Warga Sumatera Utara Bisa Berobat Pakai KTP Mulai Oktober 2025

News | Rabu, 10 September 2025 | 15:16 WIB

Tahapan Skrining BPJS Kesehatan Via Aplikasi dan Online

Tahapan Skrining BPJS Kesehatan Via Aplikasi dan Online

Health | Rabu, 10 September 2025 | 06:00 WIB

Skrining BPJS Kesehatan: Panduan Lengkap Deteksi Dini Penyakit di Tahun 2025

Skrining BPJS Kesehatan: Panduan Lengkap Deteksi Dini Penyakit di Tahun 2025

Health | Selasa, 09 September 2025 | 09:21 WIB

Terkini

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

Pemblokiran Maskapai Iran Mengancam Keamanan Penerbangan Negara Tetangga

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:07 WIB

Polres Dumai Gagalkan 3 Kg Cartridge Narkoba ke Medan

Polres Dumai Gagalkan 3 Kg Cartridge Narkoba ke Medan

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 10:06 WIB

Dua Anime Asal Jepang Masuk Nominasi International Emmy Awards 2026

Dua Anime Asal Jepang Masuk Nominasi International Emmy Awards 2026

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 10:00 WIB

Ombudsman Temukan Lapas Mewah di Cibinong, ICW Tegaskan Dugaan Suap dan Gratifikasi Harus Diusut

Ombudsman Temukan Lapas Mewah di Cibinong, ICW Tegaskan Dugaan Suap dan Gratifikasi Harus Diusut

News | Sabtu, 26 September 2026 | 09:50 WIB

Bagaimana Cara agar Rambut Berkilau? Ini Tips Mudah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Bagaimana Cara agar Rambut Berkilau? Ini Tips Mudah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 09:48 WIB

Ada Sosok Jay Idzes Usai Kevin Diks Berikan Penalti ke Ole Romeny Saat Indonesia Hajar Singapura

Ada Sosok Jay Idzes Usai Kevin Diks Berikan Penalti ke Ole Romeny Saat Indonesia Hajar Singapura

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 09:46 WIB

Putra Proklamator yang Rela Tidur di Gudang: Mengenang Kesahajaan Guruh Soekarnoputra

Putra Proklamator yang Rela Tidur di Gudang: Mengenang Kesahajaan Guruh Soekarnoputra

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 09:43 WIB

Program SEB, Pertamina NRE Hadirkan Energi Surya dan Air Bersih di SD Gunung Bayu Simalungun

Program SEB, Pertamina NRE Hadirkan Energi Surya dan Air Bersih di SD Gunung Bayu Simalungun

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 09:41 WIB

Harga iPhone 15 & 16 Naik, Samsung Galaxy S26 FE Jadi Pilihan Paling Worth to Buy Buat Gaming!

Harga iPhone 15 & 16 Naik, Samsung Galaxy S26 FE Jadi Pilihan Paling Worth to Buy Buat Gaming!

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 09:39 WIB

GoPay Next Bidik Gen Z, Ada Cashback hingga Gratis ChatGPT Go dan Spotify Premium

GoPay Next Bidik Gen Z, Ada Cashback hingga Gratis ChatGPT Go dan Spotify Premium

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 09:34 WIB

×