Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Andalkan AI Jadi Mesin Ekonomi Baru Indonesia

Achmad Fauzi

Rabu, 24 September 2025 | 18:04 WIB
Pemerintah Andalkan AI Jadi Mesin Ekonomi Baru Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. [Suara.com/Novian].
baca 10 detik
  •    Pemerintah andalkan kecerdasan buatan sebagai mesin ekonomi baru

  •    Pemerintah siapkan ekosistem untuk menjaring investasi AI

  •    Kehadiran AI justru akan membuka lapangan pekerjaan baru

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah punya senjata baru untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya. Salah satunya, mengandalkan kecerdasan buatan atau Artificial Intellegence (AI).

Menurut dia, AI akan menjadi mesin ekonomi Indonesia baru ke depannya. Akan tetapi, sebut Airlangga, penggunaan AI ini akan sejalan dengan kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah.

"Indonesia saat ini sudah menyiapkan mesin ekonomi, jadi mesin ekonomi yang konservatif ataupun mesin konvensional tetap berjalan. Kemudian mesin kedua adalah berbasis new engine of economic growth, yaitu AI termasuk di dalamnya semikonduktor," ujar Airlangga di Kagama Leaders Forum Series yang bertajuk AI: Senjata Rahasia Indonesia Menuju 2045 di Gedung Abdulrahmah Saleh RRI, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Artificial Intelligence (media.licdn.com)
Artificial Intelligence (media.licdn.com)

Airlangga mengungkapkan, banyak perusahaan teknologi yang mulai berinvestasi ke AI. Misalnya META yang berinvestasi sebesar USD 100 miliar untuk pengembangan AI.

Untuk menjaring investasi tersebut, ia bilang pemerintah juga mulai mengembangkan ekoistem yang mendukung AI, seperti pengembangan AI Data Center yang masuk dalam kawasan ekonomi khusus di Nongsa, Batam.

"Sekarang kita sedang siapkan untuk tahapan berikutnya dan hampir seluruh perusahaan teknologi sudah mempunyai data center.Karena kunci dari AI juga data center yang berbasis pada semikonduktor yang siap untuk itu," ucapnya.

Airlangga menuturkan, kehadiran AI tidak akan menghilangkan lapangan pekerjaan. AI, jelas dia, justru membutuhkan banyak lapangan kerja, di mana membutuhkan 10 ribu tenaga kerja.

"Jadi inilah yang mengatakan bahwa teknologi selalu membuka kesempatan kerja yang baru. Nah tentu pemerintah akan terus mendorong dan bagi Indonesia dalam studinya Indonesia sudah melihat bahwa bila business as usual ekonomi digital ASEAN itu adalah sebesar 1 triliun," ucapnya.  

Airlangga menambahkan, pemerintah juga memasukkan AI dalam kerangka kerja atau frame work ekonomi digital. Dia bilang, frame work ekonomi digital ini dibentuk dengan kerja sama dari berbagai konsultan.

baca juga

"Jadi kita harus menyiapkan di dalam negeri karena kita punya tenaga kerja dan lulusan perguruan tinggi yang banyak. Oleh karena itu pemerintah dalam paket ekonomi ini mendorong ada 15 provinsi yang akan kita dorong untuk bisa menjadi tempat untuk mengembangkan digital ekonomi termasuk dengan kecerdasan buatan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jurus Sumitronomics Menkeu Purbaya: APBN 2026 Fokus ke Rakyat

Jurus Sumitronomics Menkeu Purbaya: APBN 2026 Fokus ke Rakyat

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 14:03 WIB

Organisasi Internasional Sebut AI Bakal Jadi Penolong Ekonomi Dunia Bisa Tumbuh Tinggi

Organisasi Internasional Sebut AI Bakal Jadi Penolong Ekonomi Dunia Bisa Tumbuh Tinggi

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 13:58 WIB

BI Sebut Ekonomi Indonesia Hanya Sanggup Tumbuh 5,1 Persen Tahun Ini

BI Sebut Ekonomi Indonesia Hanya Sanggup Tumbuh 5,1 Persen Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 23 September 2025 | 12:41 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×