Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Organisasi Internasional Sebut AI Bakal Jadi Penolong Ekonomi Dunia Bisa Tumbuh Tinggi

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 24 September 2025 | 13:58 WIB
Organisasi Internasional Sebut AI Bakal Jadi Penolong Ekonomi Dunia Bisa Tumbuh Tinggi
Ilustrasi artificial intelligence. (Freepik)
baca 10 detik
  •    OECD meramal ekonomi dunia tumbuh lebih tinggi dari perkiraan

  •    Ekonomi Indonesia diproyeksikan menguat menjadi 4,9 persen tahun 2025

  •    Pertumbuhan global terdorong investasi AI dan belanja Tiongkok

Suara.com - Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) meramal ekonomi dunia akan tumbuh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya tahun ini. Lantaran, meredam guncangan tarif Presiden AS Donald Trump yang membuat ekonomi dunia bisa pulih.

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan yang berbasis di Paris tersebut telah memangkas proyeksinya dari 3,1 persen menjadi 2,9 persen, yang pada saat itu memperingatkan bahwa tarif Trump akan menghambat ekonomi dunia.

"Namun (dampaknya) semakin terlihat dalam pilihan pengeluaran, pasar tenaga kerja, dan harga konsumen," kata laporan tersebut dikutip dari Japan Today, Rabu (24/9/2025).

The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) [Shutterstock]
The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) [Shutterstock]

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diperkirakan akan menguat. Dalam laporan bertajuk OECD Economic Outlook – Interim Report September 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 4,9 persen pada tahun 2025.

Angka tersebut lebih tinggi 0,2 poin persentase dibandingkan laporan sebelumnya yang dirilis pada Juni 2025. Sementara untuk 2026, OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,9 persen, naik 0,1 poin persentase dari proyeksi sebelumnya. 

Selain itu, OECD menilai perekonomian juga mendapat dorongan dari investasi terkait AI yang kuat di Amerika Serikat. Lalu tingginya  belanja pemerintah di China.

"Dampak penuh dari kenaikan tarif belum terasa dengan banyak perubahan yang diterapkan secara bertahap dari waktu ke waktu dan perusahaan-perusahaan pada awalnya menyerap sebagian kenaikan tarif melalui margin (keuntungan)," kata Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

OECD juga memperingatkan bahwa inflasi dapat meningkat seiring dengan kenaikan harga pangan, ketegangan geopolitik yang mendorong harga energi lebih tinggi, dan perusahaan mulai membebankan biaya tarif yang lebih tinggi kepada konsumen.

Kekhawatiran lainnya termasuk tingginya tingkat utang publik serta risiko terhadap pasar keuangan.

baca juga

"Di sisi positifnya, pengurangan pembatasan perdagangan atau pengembangan dan adopsi teknologi kecerdasan buatan yang lebih cepat dapat memperkuat prospek pertumbuhan," katanya.

Namun, OECD memperingatkan bahwa pertumbuhan di negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini diperkirakan akan melambat karena tarif yang lebih tinggi. Hal ini membuat semakin berlaku dan ketidakpastian kebijakan tetap tinggi.

Selain itu, OECD menaikkan prospek pertumbuhan negara-negara ekonomi utama lainnya: menjadi 4,9 persen di Tiongkok, 1,2 persen di zona euro, dan 1,1 persen di Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program DigiHack Telkom Makin Diminati, 256 Tim Siap Adu Inovasi Berbasis AI

Program DigiHack Telkom Makin Diminati, 256 Tim Siap Adu Inovasi Berbasis AI

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 11:07 WIB

IHSG Sempat 'Kesenggol', tapi Pakar Bilang Masih Ada Sinyal Bangkit Hari Ini

IHSG Sempat 'Kesenggol', tapi Pakar Bilang Masih Ada Sinyal Bangkit Hari Ini

Bisnis | Selasa, 23 September 2025 | 12:52 WIB

BI Sebut Ekonomi Indonesia Hanya Sanggup Tumbuh 5,1 Persen Tahun Ini

BI Sebut Ekonomi Indonesia Hanya Sanggup Tumbuh 5,1 Persen Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 23 September 2025 | 12:41 WIB

Terkini

Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri

Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:47 WIB

Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina

Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:37 WIB

Kartu Kredit Infinite Prioritas Hasil Kolaborasi BRI dan Visa: Hadirkan Banyak Keuntungan Eksklusif

Kartu Kredit Infinite Prioritas Hasil Kolaborasi BRI dan Visa: Hadirkan Banyak Keuntungan Eksklusif

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:28 WIB

Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?

Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:09 WIB

Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja

Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:58 WIB

Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan

Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:53 WIB

Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:30 WIB

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:07 WIB

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:01 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB