Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

INET Umumkan Rights Issue Jumbo Rp1,78 Triliun, Untuk Apa Saja Dananya?

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 28 September 2025 | 18:24 WIB
INET Umumkan Rights Issue Jumbo Rp1,78 Triliun, Untuk Apa Saja Dananya?
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
  • PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) akan melakukan rights issue (PMHMETD I) senilai Rp1,78 triliun untuk memperkuat modal dan mendanai ekspansi agresif di sektor infrastruktur digital.

  • Dana hasil rights issue akan dialokasikan, antara lain, untuk membangun 2 juta homepass jaringan FTTH (Fiber To The Home) di Bali dan Lombok menggunakan teknologi WiFi 7.

  • Pemegang saham utama, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, berkomitmen menyerap haknya senilai Rp1,78 triliun dan bertindak sebagai pembeli siaga, sementara pemegang saham lama yang tidak berpartisipasi akan mengalami dilusi maksimal 57,14%.

Suara.com - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengumumkan rencana besar untuk memperkuat struktur permodalan dan mendorong ekspansi bisnis melalui aksi korporasi Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I), atau yang biasa dikenal sebagai rights issue pertama sejak perseroan melantai di bursa.

Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menjelaskan bahwa rights issue ini merupakan langkah strategis untuk mengokohkan struktur permodalan perusahaan.

Sementara itu, Direktur INET, Bayu Satrio, menambahkan bahwa aksi ini memberikan kesempatan bagi pemegang saham lama untuk mempertahankan persentase kepemilikan mereka di tengah upaya perseroan meningkatkan daya saing di sektor infrastruktur digital.

“Perseroan telah menyampaikan prospektus PMHMETD I yang disetujui oleh OJK, dan langkah ini diharapkan dapat mendukung ekspansi bisnis serta meningkatkan daya saing di sektor teknologi dan infrastruktur digital,” ujar Bayu Satrio dalam laporan resminya.

Rencana Penggunaan Dana Rights Issue Senilai Rp1,78 Triliun

Dalam prospektus yang telah diserahkan, INET akan menawarkan saham baru kepada seluruh pemegang saham melalui mekanisme rights issue.

Meskipun detail jumlah saham dan harga pelaksanaan belum diungkapkan, manajemen memastikan bahwa dana yang terkumpul memiliki alokasi yang jelas untuk mendukung pertumbuhan agresif:

  1. Ekspansi Infrastruktur Digital: Dana sekitar Rp2,8 triliun akan digunakan untuk penyetoran modal kepada anak perusahaan, GPI. Seluruh dana ini diprioritaskan untuk pembangunan jaringan FTTH (Fiber To The Home) dengan menggunakan teknologi terkini, WiFi 7. Proyek ambisius ini menargetkan pembangunan untuk 2 juta homepass di wilayah Pulau Bali dan Pulau Lombok.
  2. Modal Kerja Anak Perusahaan: Sekitar Rp213,44 miliar akan disetorkan sebagai modal kepada anak perusahaan PFI, dan sekitar Rp135 miliar akan disalurkan ke anak perusahaan IAB untuk modal kerja pembangunan FTTH di Pulau Jawa.
  3. Modal Kerja Perseroan: Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan, termasuk biaya pembelian perlengkapan, pengembangan layanan, pemasaran, pelatihan, dan biaya operasional lainnya.

Salah satu pemegang saham utama, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara, yang menguasai 60,62% saham INET, berkomitmen melaksanakan seluruh HMETD yang diperoleh sejumlah 7,14 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham. Komitmen ini setara dengan dana sebesar Rp1,78 triliun.

INET juga menerbitkan waran seri II dalam aksi ini. Setiap pemegang HMETD yang mengeksekusi 25 saham baru berhak memperoleh delapan lembar waran seri II, di mana setiap lembar waran memberikan hak untuk membeli satu saham baru di masa depan.

Dana yang ditargetkan dari pelaksanaan waran ini mencapai Rp921,6 miliar, dan seluruhnya akan digunakan sebagai modal kerja perseroan maupun anak perusahaan.

Manajemen mengingatkan bahwa pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru akan mengalami penurunan persentase kepemilikan atau dilusi maksimal 57,14% dari total porsi kepemilikan saham mereka.

Untuk menjamin kelancaran, PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara juga bertindak sebagai pembeli siaga jika saham baru yang ditawarkan tidak terserap penuh oleh pemegang saham lainnya, dengan maksimal saham yang diserap mencapai 5,65 miliar saham, senilai total Rp1,41 triliun.

Aksi korporasi ini dipastikan tidak menimbulkan benturan kepentingan dan diharapkan mampu memperbesar ruang pertumbuhan INET di tengah pesatnya kebutuhan konektivitas di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cukai Tembakau Tidak Naik, Ini Daftar Saham yang Diprediksi Bakal Meroket!

Cukai Tembakau Tidak Naik, Ini Daftar Saham yang Diprediksi Bakal Meroket!

Bisnis | Minggu, 28 September 2025 | 16:04 WIB

IHSG Cetak Rekor Pekan Ini, Investor Asing Banjiri Pasar Modal Indonesia

IHSG Cetak Rekor Pekan Ini, Investor Asing Banjiri Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Minggu, 28 September 2025 | 10:16 WIB

Investor Asing Guyur Dana Rp 583,10 miliar ke Pasar Modal, IHSG Menghijau Selama Sepekan

Investor Asing Guyur Dana Rp 583,10 miliar ke Pasar Modal, IHSG Menghijau Selama Sepekan

Bisnis | Sabtu, 27 September 2025 | 10:45 WIB

Harga Saham EMAS Tembus Rp 3.300, Analis Beberkan Prospek ke Depannya

Harga Saham EMAS Tembus Rp 3.300, Analis Beberkan Prospek ke Depannya

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 17:48 WIB

Menkeu Purbaya Bikin Kejutan! Kebijakan Baru Ini Bikin Saham Rokok Berjaya, IHSG Ikut Menghijau

Menkeu Purbaya Bikin Kejutan! Kebijakan Baru Ini Bikin Saham Rokok Berjaya, IHSG Ikut Menghijau

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 17:25 WIB

Saham DADA Terbang 2.000 Persen, Analis Beberkan Proyeksi Harga

Saham DADA Terbang 2.000 Persen, Analis Beberkan Proyeksi Harga

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 14:00 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB