Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

IHSG Runtuh Setelah Cetak Rekor, Volatilitas Pasar Menguji Mental Investor

M Nurhadi

Jum'at, 26 September 2025 | 08:36 WIB
IHSG Runtuh Setelah Cetak Rekor, Volatilitas Pasar Menguji Mental Investor
Ilustrasi - Sejumlah investor memantau pergerakan indeks harga saham melalui rumah pialang, di Shanghai, China. ANTARA/REUTERS/Aly Song/aa.
baca 10 detik
  • Penurunan Signifikan: IHSG ditutup anjlok 1,06% ke level 8.040,66 pada perdagangan 25 September 2025, setelah sempat mencapai rekor tertinggi di 8.146,09.
  • Penyebab Utama: Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual bersih investor asing senilai Rp 1 triliun dan depresiasi nilai tukar Rupiah yang menembus Rp 16.735 per dolar AS.
  • Data Perdagangan: Nilai transaksi pasar sangat tinggi mencapai Rp 23,92 triliun, dengan 469 saham mengalami penurunan, menunjukkan tekanan jual yang luas di pasar.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis, 25 September 2025, dengan koreksi yang sangat signifikan.

Indeks ditutup anjlok 85,89 poin atau setara 1,06%, mendarat di level 8.040,66. Pelemahan tajam ini menjadi sorotan, terutama setelah IHSG sempat mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High) di level 8.146,09 pada sesi pagi.

Sayangnya, tekanan jual yang masif pada sesi sore berhasil membalikkan arah indeks ke zona merah secara drastis, mengakhiri euforia rekor yang sempat terjadi.

Faktor Pendorong Pelemahan: Net Sell Asing & Rupiah

Anjloknya IHSG didorong oleh kombinasi sentimen negatif dari domestik dan global, dengan dua pemicu utama:

Aksi Jual Bersih Asing: Investor asing tercatat melakukan jual bersih (net sell) senilai fantastis, mencapai Rp1 triliun di seluruh pasar. Aksi jual ini menandakan realisasi keuntungan besar (profit taking) setelah indeks mencapai level psikologis dan rekor baru.

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah: Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS ditutup melemah di level Rp16.735/US$, melanjutkan tren depresiasi selama enam hari beruntun. Tekanan terhadap Rupiah ini diperkuat oleh penguatan Indeks Dolar AS (DXY) di pasar global.

Penguatan Dolar AS sendiri dipicu oleh pernyataan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang mengisyaratkan kehati-hatian terkait prospek penurunan suku bunga acuan.

Sinyal ini membuat investor global cenderung mengalihkan dana mereka ke aset yang lebih aman (safe haven), memperparah aliran dana keluar dari pasar negara berkembang seperti Indonesia.

baca juga

Secara teknis, IHSG bergerak dalam rentang yang lebar, dengan level terendah hari itu tercatat di posisi 8.022,97. Nilai transaksi harian tercatat sangat aktif, mencapai Rp23,92 triliun.

Namun, dominasi saham yang melemah sangat kentara, dengan 469 saham turun, berbanding 251 saham yang berhasil naik. Akibatnya, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) susut menjadi Rp14.762 triliun.

Menurut analis pasar modal, koreksi tajam ini merupakan hal yang wajar setelah mencapai titik tertinggi baru. "Pasar bergerak volatil setelah menyentuh level psikologis baru.

Tekanan dari eksternal, terutama dari penguatan dolar AS dan pelemahan rupiah, memberikan justifikasi bagi investor untuk merealisasikan keuntungan," ujar seorang analis.

Praktisi dan Inspirator Investasi Indonesia, Ryan Filbert, mengingatkan investor untuk tetap disiplin. "Kunci utama bagi investor saat ini adalah disiplin. Jangan panik dengan penurunan tajam, tetapi sadari bahwa volatilitas adalah bagian dari dinamika pasar. Fokus pada fundamental emiten tetap menjadi strategi terbaik."

Pelemahan ini diprediksi berpotensi berlanjut dalam jangka pendek jika sentimen pelemahan Rupiah dan aliran dana asing tidak mereda. Investor disarankan untuk terus mencermati perkembangan data ekonomi global dan stabilitas nilai tukar Rupiah pada perdagangan hari ini, Jumat, 26 September 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terus Ambruk, Kebijakan Menkeu Purbaya Jadi Biang Kerok?

Rupiah Terus Ambruk, Kebijakan Menkeu Purbaya Jadi Biang Kerok?

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 08:19 WIB

Rupiah Diramal Meloyo ke Level Rp 17.000, Ini Pemicunya

Rupiah Diramal Meloyo ke Level Rp 17.000, Ini Pemicunya

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 07:49 WIB

IHSG Rebound Pasca Pelemahan Imbas Aksi Jual Saham Asing?

IHSG Rebound Pasca Pelemahan Imbas Aksi Jual Saham Asing?

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 06:10 WIB

Investor Asing Asal Swiss Buang 100 Juta Lembar Saham BUMI Milik Grup Bakrie

Investor Asing Asal Swiss Buang 100 Juta Lembar Saham BUMI Milik Grup Bakrie

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 18:23 WIB

Penyebab Rupiah Loyo Hingga ke Level Rp 16.700 per USD

Penyebab Rupiah Loyo Hingga ke Level Rp 16.700 per USD

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 15:51 WIB

Rupiah Terkapar, Ini Daftar Nilai Tukar Rupiah di 8 Bank

Rupiah Terkapar, Ini Daftar Nilai Tukar Rupiah di 8 Bank

Bisnis | Kamis, 25 September 2025 | 14:31 WIB

Terkini

Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan

Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal

Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan

Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:04 WIB

UMKM Nelayan Makin Cuan Berkat Diversifikasi Hasil Laut, Pendapatan Tembus Rp68,45 Juta

UMKM Nelayan Makin Cuan Berkat Diversifikasi Hasil Laut, Pendapatan Tembus Rp68,45 Juta

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"

Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Niat Minta Minum, Suami di Bandar Lampung Malah Pulang Bersimbah Darah

Niat Minta Minum, Suami di Bandar Lampung Malah Pulang Bersimbah Darah

Lampung | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Novel Tanjung Luka, Pencarian Kebenaran di Tengah Prasangka Masyarakat

Novel Tanjung Luka, Pencarian Kebenaran di Tengah Prasangka Masyarakat

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi

Cemburu Buta Suami di Banyuwangi Berujung Tragedi Minggu Pagi

Jatim | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:44 WIB

Achilles Bidik Kebutuhan Bisnis dari Transaksi hingga Pendanaan

Achilles Bidik Kebutuhan Bisnis dari Transaksi hingga Pendanaan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:43 WIB

1.300 Penerbangan Dibatalkan karena Topan Dolphin di Shanghai

1.300 Penerbangan Dibatalkan karena Topan Dolphin di Shanghai

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 08:43 WIB

×