Pergerakan IHSG Hari Ini: Pasar Diuji, Faktor-faktor Ini Mungkin Jadi Penentu

M Nurhadi

Kamis, 02 Oktober 2025 | 10:13 WIB
Pergerakan IHSG Hari Ini: Pasar Diuji, Faktor-faktor Ini Mungkin Jadi Penentu
Ilustrasi (Pexels/energepic.com)
baca 10 detik
  • IHSG dibuka pada level 8.043,82 Kamis (2/10/2025), melemah tipis 0,21% dari penutupan sebelumnya, dan diprediksi menguji support psikologis 8.000.
  • Koreksi ini didorong oleh kekhawatiran government shutdown di AS dan net sell asing mencapai Rp737,40 Miliar pada penutupan Rabu. Investor diimbau untuk wait and see.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada level 8.043,82 pada perdagangan hari Kamis, 2 Oktober 2025. Posisi ini mencerminkan pelemahan tipis sebesar 0,21% dari penutupan hari sebelumnya.

Sementara, pengamatan Redaksi Suara.com, IHSG berada di kisaran 8.093 ketika artikel ini ditulis. 

Pergerakan indeks hari ini diprediksi akan menguji level psikologis 8.000 di tengah berbagai sentimen dari pasar domestik dan global. Para investor tampak berhati-hati dalam mengambil posisi di awal perdagangan.

Pelaku pasar saat ini fokus terhadap durasi shutdown, dengan data ADP menunjukkan penurunan 32.000 tenaga kerja swasta, sehingga memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Oktober dan Desember 2025.

Dari dalam negeri, PMI manufaktur Indonesia pada September 2025 masih ekspansif di level 50,4, meski turun dari 51,5 pada bulan sebelumnya, ditopang permintaan domestik yang meningkat meski produksi dan ekspor melemah.

Inflasi kembali naik 0,21 persen (mtm) pada September 2025, dipicu kenaikan harga pangan seperti cabai merah dan daging ayam, sehingga inflasi tahunan mencapai 2,65 persen.

Sementara itu, neraca perdagangan mencatatkan surplus besar 5,49 miliar dolar AS pada Agustus 2025, menjadi surplus ke-64 bulan beruntun sejak 2020, ditopang ekspor nonmigas.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 1 Oktober 2025, IHSG terkoreksi sebesar 17,24 poin ke posisi 8.043,82. Level tertinggi yang sempat disentuh IHSG pada hari sebelumnya berada di 8.093,69, sementara level terendahnya di 8.034,25.

Nilai transaksi harian tercatat cukup tinggi, mencapai Rp 24 triliun. Namun, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 737,40 miliar di seluruh pasar.

baca juga
  • Data Perdagangan IHSG (Penutupan 1 Oktober 2025):Level: 8.043,82
  • Perubahan: -17,24 poin (-0.21%)
  • Nilai Transaksi: Rp 23,98 Triliun
  • Net Sell Asing: Rp 737,40 Miliar

Analisis Penyebab Pergerakan Pasar

Pelemahan IHSG dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan tekanan eksternal. Dari dalam negeri, data inflasi September 2025 yang menunjukkan kenaikan menjadi 2,65% YoY memberikan sedikit tekanan.

Meskipun demikian, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2025 mencatatkan surplus signifikan sebesar 5,49 miliar dolar AS, menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2022. Angka ini seharusnya menjadi katalis positif, namun sentimen global lebih mendominasi.

Dari sisi eksternal, berita mengenai potensi *government shutdown* atau penutupan pemerintahan di Amerika Serikat menjadi pemberat utama. Kegagalan senat AS mencapai kesepakatan anggaran belanja tahunan menimbulkan kekhawatiran di pasar global.

Selain itu, data ketenagakerjaan dari AS yang menunjukkan pelemahan turut menambah sentimen negatif. Hal ini memberikan gambaran awal mengenai kondisi pasar tenaga kerja di negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Para analis pasar modal memberikan pandangan yang cukup seragam mengenai pergerakan IHSG hari ini. Sebagian besar memproyeksikan indeks akan bergerak dalam tren melemah.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, data ketenagakerjaan AS yang menurun menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Data ini menjadi indikasi awal kondisi ekonomi di sana.

"Data awal untuk mengukur perubahan jumlah pekerjaan di sektor swasta non-pertanian di Amerika memberikan gambaran mengenai kondisi awal pasar tenaga kerja," ujar Nico.

Sementara itu, Investment Advisor Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis, menyoroti berita *government shutdown* di AS sebagai sentimen utama. Secara teknikal, ia melihat adanya potensi IHSG untuk menguji level psikologis 8.000.

Sentimen ini diperkirakan akan membuat investor cenderung mengambil sikap *wait and see*. Pelaku pasar akan menanti data-data ekonomi lebih lanjut sebelum membuat keputusan investasi yang besar.

IHSG hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, dipengaruhi oleh sentimen global dari AS. Level support psikologis di 8.000 akan menjadi area krusial yang perlu diperhatikan oleh para investor.

Meskipun demikian, fundamental ekonomi domestik yang solid, seperti surplus neraca perdagangan, dapat menjadi penahan agar koreksi tidak terjadi terlalu dalam. Simak terus update saham harian di sumber informasi tepercaya Anda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Berbalik Menguat, Cek Daftar Saham yang Cuan Pagi Ini

IHSG Berbalik Menguat, Cek Daftar Saham yang Cuan Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 09:11 WIB

Shutdown AS Diabaikan, IHSG 'Pertahankan'Level 8.000 di Tengah Tekanan Jual Asing

Shutdown AS Diabaikan, IHSG 'Pertahankan'Level 8.000 di Tengah Tekanan Jual Asing

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 07:43 WIB

Pemerintah Menang Banyak dari Negosiasi Freeport: Genggam 12 Persen Saham Hingga Pembangunan Sekolah

Pemerintah Menang Banyak dari Negosiasi Freeport: Genggam 12 Persen Saham Hingga Pembangunan Sekolah

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 18:34 WIB

Terkini

Harga Kebutuhan Pokok Bikin Stres, 78 Persen Responden Minta Pemerintah Segera Bertindak

Harga Kebutuhan Pokok Bikin Stres, 78 Persen Responden Minta Pemerintah Segera Bertindak

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Harga Emas Bisa Tembus Rp2,7 Juta Pekan Ini? Ini Analisis Lengkapnya

Harga Emas Bisa Tembus Rp2,7 Juta Pekan Ini? Ini Analisis Lengkapnya

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Survei CELIOS: Skala 1-10, Kinerja Prabowo Dinilai 2,8 dan Gibran 2,2

Survei CELIOS: Skala 1-10, Kinerja Prabowo Dinilai 2,8 dan Gibran 2,2

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:10 WIB

UMKM Lokal Dapat Suntikan Rp100 Miliar, Pemerintah Ajak ASN Borong Produk Dalam Negeri

UMKM Lokal Dapat Suntikan Rp100 Miliar, Pemerintah Ajak ASN Borong Produk Dalam Negeri

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Prabowo dan El-Sisi Bertemu, Indonesia-Mesir Perkuat Kerja Sama

Prabowo dan El-Sisi Bertemu, Indonesia-Mesir Perkuat Kerja Sama

Foto | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Apa Bahaya Mencongkel Bunga Es di Kulkas Menggunakan Pisau atau Benda Tajam? Ini 5 Risikonya

Apa Bahaya Mencongkel Bunga Es di Kulkas Menggunakan Pisau atau Benda Tajam? Ini 5 Risikonya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Fakta Tawuran Maut di Semarang: Pelajar SMP Tewas Kepala Disabet Sajam, 9 Orang Diamankan

Fakta Tawuran Maut di Semarang: Pelajar SMP Tewas Kepala Disabet Sajam, 9 Orang Diamankan

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:56 WIB

3 Penyebab Area Belakang Kulkas Jadi Tempat Bertelur Kecoa dan Cara Membasminya

3 Penyebab Area Belakang Kulkas Jadi Tempat Bertelur Kecoa dan Cara Membasminya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Analisis Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham-saham Hari Ini

Analisis Teknikal IHSG dan Rekomendasi Saham-saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:47 WIB

BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob

BMKG Prediksi Semarang Diguyur Hujan Ringan, Pesisir Jateng Waspadai Rob

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:42 WIB

×