Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

IHSG Berbalik Menguat, Cek Daftar Saham yang Cuan Pagi Ini

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 02 Oktober 2025 | 09:11 WIB
IHSG Berbalik Menguat, Cek Daftar Saham yang Cuan Pagi Ini
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (21/2/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
  •   IHSG berbalik menguat pagi hari mencapai level 8.086 Kamis ini

  •   IHSG diprediksi bervariasi melemah karena tekanan jual investor asing

  •   Penguatan Wall Street dan komoditas menopang IHSG dari sentimen negatif

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menghijau di perdagangan Kamis, 2 Oktober 2025 pagi. IHSG menguat ke level 8.070.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.03 WIB, IHSG masih menanjak naik 0,53 persen ke level 8.086.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,76 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,62 triliun, serta frekuensi sebanyak 158.100 kali.

Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (21/2/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja beraktivitas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (21/2/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 281 saham bergerak naik, sedangkan 167 saham mengalami penurunan, dan 508 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, AADI, ADES, ARTO, BBCA, BNLI, BREN, BRPT, COIN, DCII, EMTK, ICBP, MCAS.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Looser diantaranya, ADMF, BBRI, DATA, DSSA, GGRM, HEXA, INCO, JSPT, KONI, LION, MGLV.

Proyeksi IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak bervariasi cenderung melemah pada perdagangan Rabu (1/10/2025).

Tekanan aksi jual investor asing, terutama di saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, disebut berpotensi menjadi katalis negatif bagi pasar.

Mengutip riset Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, sentimen positif datang dari penguatan indeks di bursa Wall Street dan kenaikan harga beberapa komoditas mineral logam seperti emas, timah, tembaga, serta crude palm oil (CPO).

Faktor ini dinilai dapat menopang IHSG di tengah ketidakpastian.

Meski begitu, dominasi aksi jual asing bisa membuat indeks sulit beranjak lebih tinggi.

"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 8.005/7.965 dan resist 8.080/8.120,” tulis CGS International dalam laporannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Shutdown AS Diabaikan, IHSG 'Pertahankan'Level 8.000 di Tengah Tekanan Jual Asing

Shutdown AS Diabaikan, IHSG 'Pertahankan'Level 8.000 di Tengah Tekanan Jual Asing

Bisnis | Kamis, 02 Oktober 2025 | 07:43 WIB

Pemerintah Menang Banyak dari Negosiasi Freeport: Genggam 12 Persen Saham Hingga Pembangunan Sekolah

Pemerintah Menang Banyak dari Negosiasi Freeport: Genggam 12 Persen Saham Hingga Pembangunan Sekolah

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 18:34 WIB

Pemicu IHSG Terus Bergerak Loyo dalam Dua Hari Ini

Pemicu IHSG Terus Bergerak Loyo dalam Dua Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 17:25 WIB

Terkini

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:47 WIB

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:18 WIB

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 20:05 WIB

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:27 WIB

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:58 WIB

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:57 WIB

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:51 WIB

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 18:17 WIB