Kripto Bisa Sumbang Rp 260 Triliun ke PDB RI, Ini Syaratnya

Achmad Fauzi

Jum'at, 10 Oktober 2025 | 18:18 WIB
Kripto Bisa Sumbang Rp 260 Triliun ke PDB RI, Ini Syaratnya
Ilustrasi kripto.
baca 10 detik
  • Ekonomi kripto berpotensi sumbang Rp 260,36 triliun kepada PDB nasional

  • Transaki kripto 2024 naik 335 persen, Indonesia peringkat ketiga adopsi global

  • Platform ilegal rugikan pajak Rp 1-1,7 triliun, perlu penindakan tegas

Suara.com - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkap potensi besar ekonomi kripto terhadap perekonomian nasional.

Dalam studi bertajuk 'Kajian Kontribusi Ekonomi Kripto terhadap Perekonomian Indonesia' LPEM menyebutkan, jika seluruh transaksi aset kripto beralih ke platform legal, kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bisa mencapai Rp 260,36 triliun, atau sekitar 1,18 persen dari PDB nasional.

Temuan ini disampaikan dalam acara diseminasi hasil studi yang digelar di Auditorium MPKP FEB UI, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). Acara ini menghadirkan pembicara lintas sektor, mulai dari peneliti LPEM Prani Sastiono, Ph.D., pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perwakilan Direktorat Jenderal Pajak, hingga pelaku industri seperti AFTECH, Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), dan CFX sebagai bursa aset kripto nasional.

Investasi kripto untuk pemula
Investasi kripto untuk pemula

Menurut LPEM FEB UI, nilai transaksi aset kripto di Indonesia pada 2024 mencapai Rp 650,61 triliun, naik lebih dari 335 persen dibanding tahun sebelumnya. Indonesia bahkan menempati peringkat ketiga dunia dalam adopsi kripto.

Per Juli 2025, total transaksi telah menembus Rp 276,54 triliun dengan 16,5 juta akun terdaftar.

Namun, di balik pertumbuhan pesat itu, masih terdapat sejumlah tantangan besar, terutama maraknya platform ilegal dan adaptasi regulasi setelah kewenangan pengawasan aset kripto resmi beralih ke OJK.

"Pergeseran pajak dari PPN ke PPh tanpa penindakan tegas terhadap platform ilegal justru bisa membuat kebijakan pajak tidak optimal karena pengguna akan cenderung bermigrasi ke platform ilegal," ujar Peneliti LPEM FEB UI, Prani Sastiono sepert dikutip, Jumat (10/10/2025).

Studi juga mencatat, pada 2024 perdagangan aset kripto di platform legal menghasilkan penerimaan pajak sebesar Rp 620 miliar dan berkontribusi 0,32 persen terhadap PDB nasional atau senilai Rp 70,04 triliun, serta menciptakan 333 ribu lapangan kerja.

Sebaliknya, perdagangan di platform ilegal diperkirakan 1,67–2,66 kali lebih besar dari platform legal, menyebabkan potensi kehilangan pajak hingga Rp1–1,7 triliun.

baca juga

Direktur Utama PT Central Finansial X (CFX), Subani, juga menyebut studi ini sebagai validasi atas kontribusi besar ekosistem kripto legal terhadap ekonomi nasional.

"Kami akan terus memperkuat literasi dan edukasi guna membangun kepercayaan konsumen serta pentingnya bertransaksi di platform legal. Selain itu, kami akan mengakselerasi inovasi produk seperti derivatif dan tokenisasi aset riil," katanya.

LPEM FEB UI menegaskan bahwa pertumbuhan industri kripto harus didukung oleh kebijakan strategis dan kolaborasi multipihak, termasuk penegakan terhadap platform ilegal, peningkatan variasi aset seperti stablecoin dan tokenisasi, serta kampanye literasi keuangan digital yang masif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa yang Mendorong Harga Solana (SOL) Melonjak?

Apa yang Mendorong Harga Solana (SOL) Melonjak?

Bisnis | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 15:33 WIB

Bursa Kripto Global OKX Catat Aset Pengguna Tembus Rp550 Triliun

Bursa Kripto Global OKX Catat Aset Pengguna Tembus Rp550 Triliun

Bisnis | Senin, 06 Oktober 2025 | 18:13 WIB

RI Punya Banyak Keunggulan Jadi Pusat Perdagangan Aset Kripto di Asia Tenggara

RI Punya Banyak Keunggulan Jadi Pusat Perdagangan Aset Kripto di Asia Tenggara

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 08:01 WIB

Terkini

Metallica, Palestina, dan Ironi Sebuah Band Anti-Perang

Metallica, Palestina, dan Ironi Sebuah Band Anti-Perang

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:25 WIB

PB ESI Perkuat Fondasi Organisasi untuk Mengukir Prestasi Esports Indonesia

PB ESI Perkuat Fondasi Organisasi untuk Mengukir Prestasi Esports Indonesia

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:19 WIB

KPK Benarkan OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

KPK Benarkan OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Jelang Nataru, KAI Percepat Perbaikan Plafon dan Renovasi Toilet Stasiun Gambir

Jelang Nataru, KAI Percepat Perbaikan Plafon dan Renovasi Toilet Stasiun Gambir

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Kepala BNPB Siap Bersih-Bersih Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti!

Kepala BNPB Siap Bersih-Bersih Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti!

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Industri Sulit Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Kirim Pekerja ke Korsel hingga Jepang

Industri Sulit Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Kirim Pekerja ke Korsel hingga Jepang

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU

Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:14 WIB

BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

Jogja | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:13 WIB

KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka

KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:11 WIB

×