- Dataforce melaporkan penjualan mobil listrik di Eropa melonjak 37 persen selama tujuh bulan pertama 2026.
- Skoda Elroq, VW ID.4, dan Renault 5 E-Tech mendominasi peringkat tiga besar kendaraan listrik bulanan di Eropa.
- Pabrikan asal Tiongkok berhasil menguasai 34 persen pangsa pasar segmen hibrida plug-in di wilayah Eropa.
Suara.com - Analisis terbaru dari Dataforce menunjukkan tren positif pada pasar otomotif Eropa sepanjang Juli 2026. Sebanyak 25 persen dari total kendaraan yang baru terdaftar di wilayah Uni Eropa serta Inggris dan sekitarnya merupakan kendaraan listrik atau EV. Dalam tujuh bulan pertama tahun 2026 angka penjualan mobil listrik mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 37 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Lonjakan minat masyarakat Eropa terhadap kendaraan bertenaga baterai ini dipicu oleh beberapa faktor utama. Selain tingginya harga bahan bakar bensin ketersediaan portofolio produk yang semakin beragam membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan. Pertumbuhan pasar mobil secara keseluruhan juga terpantau naik 4,1 persen pada bulan lalu dengan total pertumbuhan mencapai 5,7 persen sejak awal tahun.
Data menunjukkan bahwa performa mobil listrik murni atau BEV melampaui pertumbuhan kendaraan hibrida plug-in dan hibrida penuh. Meskipun demikian segmen hibrida plug-in masih mencatatkan kenaikan 15 persen dan hibrida penuh tumbuh 9 persen.
Prancis menjadi salah satu negara pemimpin pasar dengan catatan 35 persen mobil baru di wilayah tersebut adalah kendaraan listrik. Secara total terdapat sekitar 277.000 unit kendaraan listrik yang terdaftar di seluruh Eropa pada bulan lalu.
Peta persaingan model kendaraan juga memperlihatkan kejutan besar. Pada peringkat tiga besar bulanan tidak ada nama Tesla karena posisi tersebut ditempati oleh Skoda Elroq serta diikuti VW ID.4 dan Renault 5 E-Tech. Namun untuk periode tujuh bulan pertama tahun ini Tesla Model Y masih mengukuhkan diri sebagai mobil listrik terlaris dengan total penjualan mencapai 115.759 unit atau naik 55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu persaingan di segmen hibrida plug-in mulai didominasi oleh pabrikan asal Tiongkok. Hal ini terjadi karena model tersebut tidak dikenakan tarif impor tambahan sehingga mampu menekan kompetitor lokal secara efektif. Kendaraan PHEV asal Tiongkok kini menguasai sekitar 34 persen pangsa pasar di segmennya dengan total penjualan mencapai 125.530 unit pada bulan lalu.