Gara-gara PIK2, Emiten Milik Aguan CBDK Raup Laba Bersih Rp 1,4 Triliun di Kuartal III-2025

Achmad Fauzi

Rabu, 05 November 2025 | 12:51 WIB
Gara-gara PIK2, Emiten Milik Aguan CBDK Raup Laba Bersih Rp 1,4 Triliun di Kuartal III-2025
Greenbelt PIK2: Wisata Alam Baru di Jakarta, Rumah Bagi Burung-Burung Bebas dan Hutan Mangrove (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Laba bersih CBDK naik 74 persen mencapai Rp 1,4 triliun.

  • Kinerja didorong momentum pasca-IPO dan realisasi proyek strategis PIK2.

  • Pendapatan naik 45 persen, margin laba kotor meningkat jadi 69 persen.

Suara.com - Emiten milik Taipan Sugianto Kusuma alias Aguan, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. meraih laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun pada sembilan bulan pertama 2025. Torehan itu tumbuh 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Dikutip dari keterbukaan informasi, pertumbuhan ini didorong momentum positif pasca-IPO serta realisasi sejumlah proyek strategis di kawasan ikonik PIK2.

CBDK mencatatkan pendapatan mencapai Rp 2,3 triliun di kuartal III-2025 atau naik 45 persen. Pertumbuhan tersebut turut mengerek laba kotor sebesar 71 persen menjadi Rp 1,6 triliun, sedangkan laba operasi juga meningkat 76 persen menjadi Rp1,4 triliun.

PIK dan PIK2 Jadi Primadona Wisata Selama Libur Lebaran 2025 (Dok. PIK)
PIK dan PIK2 Jadi Primadona Wisata Selama Libur Lebaran 2025 (Dok. PIK)

Dari sisi profitabilitas, CDBK juga menorehkan margin laba kotor naik dari 59 persen menjadi 69 persen.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo, mengatakan peningkatan margin di seluruh lini juga mencerminkan fundamental bisnis CBDK yang semakin efisien dan kokoh.

"Kinerja keuangan yang solid ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan dalam pengelolaan proyek, tetapi juga hasil dari strategi efisiensi operasional yang konsisten kami terapkan di seluruh aspek bisnis," ujarnya seperti dikutip, Rabu (5/11/2025).

CBDK merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan real estat di kawasan Tangerang, Banten dengan total luas bank tanah mencapai 705 hektare.

Perseroan fokus memenuhi permintaan pasar properti di kawasan terintegrasi dengan menyediakan pusat distrik bisnis yang strategis, guna menjawab kebutuhan pasar lokal maupun internasional.

Perseroan juga meyakini bahwa pengembangan kawasan berkelanjutan akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan perusahaan dan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten Tambang ARCI Berbalik Untung di Kuartal III-2025, Raup Laba Bersih USD 71 Juta

Emiten Tambang ARCI Berbalik Untung di Kuartal III-2025, Raup Laba Bersih USD 71 Juta

Bisnis | Selasa, 04 November 2025 | 08:56 WIB

Penyebab Laba Bersih MedcoEnergi Turun 69 persen di Kuartal III-2025

Penyebab Laba Bersih MedcoEnergi Turun 69 persen di Kuartal III-2025

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 09:33 WIB

Raih Laba Bersih Rp 41,1 Miliar, COIN Bukukan Pendapatan Naik Hingga 19 Kali Lipat

Raih Laba Bersih Rp 41,1 Miliar, COIN Bukukan Pendapatan Naik Hingga 19 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 08:27 WIB

Terkini

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat, Hashim Ternyata Pernah Nunggak Pajak Rp2,4 T

Teriak Pajak Untuk Tukang Cukur dan Pijat, Hashim Ternyata Pernah Nunggak Pajak Rp2,4 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas dan Pengembangan Kereta Api di Bali

Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Monas dan Pengembangan Kereta Api di Bali

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta

Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta

Jatim | Kamis, 05 November 2026 | 21:43 WIB

Enam Laga Tanpa Menit Bermain, Nasib Elkan Baggott di Millwall Jadi Sorotan

Enam Laga Tanpa Menit Bermain, Nasib Elkan Baggott di Millwall Jadi Sorotan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:35 WIB

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

Kasus Penyadapan Ilegal Jadi Alarm, DPR Bakal Perketat Kewenangan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:22 WIB

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Bidpropam Polda Jabar Turun Tangan Usut Dugaan Pelanggaran di Polres Sukabumi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 21:17 WIB

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

Presiden Kena Sadap, Pemerintah Didesak Perketat Regulasi Hingga Pengawasan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:15 WIB

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 21:08 WIB

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

Izin Penyadapan Ilegal hingga Penghapusan Data, Irjen Slamet Uliandi Terancam 10 Tahun Penjara

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:00 WIB

×