Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Was-was RUU Trump, Emas Lokal Bakal Ikut Melemah?

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 16 November 2025 | 14:58 WIB
Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Was-was RUU Trump, Emas Lokal Bakal Ikut Melemah?
Ilustarsi emas [Suara.com/ANTARA]
  • Harga emas dunia diproyeksikan bergerak fluktuatif antara US$ 3.900 hingga US$ 4.243 per troy ons.
  • Faktor penekan harga emas meliputi disahkannya RUU pendanaan Donald Trump serta kekhawatiran The Fed.
  • Tensi geopolitik, seperti penyitaan kapal tanker AS oleh Iran dan konflik Rusia-Ukraina.

Suara.com - Harga emas dunia diproyeksikan akan berada dalam rentang harga yang cukup lebar, yaitu antara US$ 3.900 per troy ons hingga US$ 4.243 per troy ons selama sepekan ke depan.

Fluktuasi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor fundamental, baik dari sisi kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS) maupun tensi geopolitik global.

Menurut pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, harga emas dunia pada penutupan perdagangan Sabtu pagi (15/11/2025) berada pada level US$ 4.084 per troy ons.

Ibrahim memprediksi bahwa jika harga mengalami kenaikan pada awal pekan, level resistance pertama kemungkinan berada di US$ 4.166. Sebaliknya, jika terjadi penurunan, support pertama diperkirakan berada di US$ 3.996.

Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan bahwa pergerakan harga emas akan sangat fluktuatif dalam sepekan ke depan. Level support kedua diprediksi mencapai US$ 3.900, sementara level resistance kedua berada di US$ 4.243.

Setidaknya ada dua faktor utama yang berpotensi menekan harga emas dunia. Pertama, disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) pendanaan oleh Donald Trump yang dijadwalkan berlaku pada Senin pekan depan.

Kedua, situasi di Bank Sentral AS (The Fed) yang menghadapi kekurangan data resmi terkait pengangguran dan inflasi menyusul liburnya operasional pemerintah AS.

Kondisi minim data ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan Gubernur Bank Sentral AS mengenai waktu yang tepat untuk membahas penurunan suku bunga pada bulan Desember.

Gubernur The Fed menyatakan bahwa terlalu dini untuk membahas kebijakan penurunan suku bunga karena rilis data pemerintah AS yang resmi belum dapat dipublikasikan.

The Fed diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih solid. Ibrahim mencatat bahwa 50% ekonom di Amerika saat ini mendukung ide penurunan suku bunga pada Desember 2025, yang akan menjadi sentimen penting bagi pasar komoditas.

Faktor Penguatan Harga: Tensi Geopolitik yang Memanas

Di sisi lain, faktor yang mendukung harga emas untuk mengalami penguatan adalah meningkatnya tensi geopolitik global, yang secara tradisional membuat emas menjadi aset lindung nilai (safe haven).

Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah Garda Revolusi Iran mengonfirmasi telah menyita sebuah kapal tanker milik AS, dengan alasan melanggar hukum di laut. Peristiwa penyitaan kapal tanker AS di Teluk oleh Iran ini diperkirakan akan meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.

Selain itu, konflik antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut dengan serangan balasan.

Pergerakan Harga Emas Lokal: Antam, UBS, dan Galeri24 Turun

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Targetnya Emas, tapi Pelatih 'Buta' Kekuatan Lawan: Timnas U-23 Bisa Apa di SEA Games 2025?

Targetnya Emas, tapi Pelatih 'Buta' Kekuatan Lawan: Timnas U-23 Bisa Apa di SEA Games 2025?

Your Say | Minggu, 16 November 2025 | 09:38 WIB

Minta Restu Merger, GoTo dan Grab Tawarkan 'Saham Emas' ke Danantara

Minta Restu Merger, GoTo dan Grab Tawarkan 'Saham Emas' ke Danantara

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 14:12 WIB

Menuju SEA Games 2025: Tim Review Finalisasi Peta Medali Kontingen Indonesia

Menuju SEA Games 2025: Tim Review Finalisasi Peta Medali Kontingen Indonesia

Sport | Jum'at, 14 November 2025 | 13:14 WIB

Terkini

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:18 WIB

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:06 WIB