Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

TPIA Kucurkan Rp12,53 Triliun untuk Akusisi SPBU ExxonMobil

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 17 November 2025 | 14:50 WIB
TPIA Kucurkan Rp12,53 Triliun untuk Akusisi SPBU ExxonMobil
Progres Pembangunan Pabrik Bahan Kimia milik PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) capai 33 persen.
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mendapatkan pendanaan khusus senilai US$750 juta.
  • Dana investasi tersebut secara spesifik dialokasikan guna membiayai akuisisi jaringan SPBU ExxonMobil di Singapura.
  • Kemitraan ini menunjukkan kepercayaan KKR terhadap transformasi energi hilir Chandra Asri Group.

Suara.com - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bersama perusahaan investasi global KKR telah menyepakati solusi pembiayaan khusus senilai US$750 juta, atau setara dengan kurang lebih Rp12,53 triliun (dengan asumsi kurs tertentu).

Tujuan akusisi emiten milik prajogo Pangestu ini diklaim untuk mendukung strategi pertumbuhan keseluruhan Chandra Asri Group dan secara spesifik membiayai proses akuisisi atas jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bermerek Esso milik ExxonMobil di Singapura.

Investasi ini disokong oleh KKR Capital Markets dan didukung penuh oleh platform kredit privat dan asuransi KKR.

Chief Financial Officer (CFO) Chandra Asri Group, Andre Khor, menyampaikan bahwa kemitraan strategis dengan KKR ini menjadi sinyal kuat adanya kepercayaan terhadap perjalanan transformasi yang sedang dijalani oleh Chandra Asri Group.

Transformasi ini berfokus pada pembangunan infrastruktur energi hilir perseroan yang terus berkembang.

"Kemitraan strategis ini memungkinkan kami untuk mengejar tujuan pertumbuhan dengan disiplin keuangan yang prudent, sekaligus terus menghadirkan solusi energi yang andal dan berkelanjutan di seluruh kawasan," ujar Andre Khor dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (17/11/2025).

Andre Khor menambahkan, kolaborasi ini mencerminkan kepercayaan kuat KKR terhadap kualitas platform energi hilir perseroan.

Dari pihak KKR, Managing Director dan Head of Asia Private Credit, SJ Lim, menyatakan kebanggaannya dapat mendukung pencapaian penting Chandra Asri Group ini.

KKR melihat transaksi ini sebagai langkah strategis yang sangat sejalan dengan fokus investasi mereka di kawasan Asia Pasifik.

"Transaksi ini sejalan dengan fokus kami dalam menyediakan solusi pendanaan yang disesuaikan bagi perusahaan-perusahaan terkemuka di Asia Pasifik, dan kami menantikan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan Chandra Asri Group seiring dengan penguatan kehadirannya di sektor energi hilir dan ritel di Singapura," kata SJ Lim, dikutip via Antara.

KKR menyalurkan investasi ini melalui strategi Kredit Asia Pasifik dan platform asuransinya.

Sejak tahun 2019, KKR dilaporkan telah mengalokasikan lebih dari US$8 miliar untuk sekitar 60 investasi kredit di bawah strategi Kredit Asia Pasifik, dengan total volume transaksi lebih dari US$21 miliar.

Sebelumnya, Chandra Asri telah menandatangani perjanjian jual beli untuk mengakuisisi jaringan SPBU ritel Esso ExxonMobil di Singapura.

Akuisisi ini akan dieksekusi melalui kendaraan tujuan khusus (special purpose vehicle) di bawah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh TPIA.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menjelaskan bahwa aksi korporasi ini merupakan bagian integral dari visi jangka panjang perseroan.

"Akuisisi jaringan SPBU ritel Esso sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur energi terintegrasi untuk solusi energi dan mobilitas di Singapura dan Asia Tenggara," ujar Erwin.

Secara fundamental, langkah ini didukung oleh kinerja keuangan perusahaan yang solid. Per kuartal III tahun 2025, Chandra Asri Group berhasil membukukan laba bersih senilai US$1,65 miliar atau sekitar Rp27,51 triliun.

Angka ini berbalik positif signifikan jika dibandingkan dengan catatan rugi bersih sebesar US$58,5 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Tanker Bawa 2.000 KL, Pertamina Mulai Pasok Lagi Stok BBM ke Seluruh SPBU Bengkulu

Kapal Tanker Bawa 2.000 KL, Pertamina Mulai Pasok Lagi Stok BBM ke Seluruh SPBU Bengkulu

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 17:04 WIB

Komitmen Mobil Lubricants Lindungi Konsumen Setia

Komitmen Mobil Lubricants Lindungi Konsumen Setia

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 11:52 WIB

Bos Pertamina Sebut Negosiasi Shell dan Vivo Soal Pembelian BBM Murni Masih Jalan

Bos Pertamina Sebut Negosiasi Shell dan Vivo Soal Pembelian BBM Murni Masih Jalan

Bisnis | Senin, 10 November 2025 | 18:35 WIB

Terkini

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:57 WIB

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:16 WIB

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:21 WIB

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:23 WIB

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB