Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Danantara Soroti Timpangnya Setoran Dividen BUMN, Banyak yang Sakit dan Rugi

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 19 November 2025 | 18:10 WIB
Danantara Soroti Timpangnya Setoran Dividen BUMN, Banyak yang Sakit dan Rugi
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir. Foto: Fadil, Suara.com
  • 95 persen dividen BUMN hanya disumbang 8 perusahaan dari 1.060 entitas. Ketimpangan sangat tinggi.
  • CIO Danantara Pandu Sjahrir: 52 persen BUMN merugi; restrukturisasi dan konsolidasi sangat mendesak.
  • Ketergantungan kas negara pada segelintir BUMN jadi PR; konsolidasi wajib demi efisiensi dan tata kelola.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengungkapkan data mengejutkan mengenai struktur kontribusi keuntungan BUMN.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa nyaris seluruh setoran dividen BUMN sekitar 95 persen hanya berasal dari delapan perusahaan dari total 1.060 entitas yang berada di bawah naungan Danantara.

Kondisi ini, menurut Pandu, menunjukkan adanya ketimpangan yang sangat tinggi dan ketergantungan masif pada segelintir perusahaan pelat merah sebagai penyumbang utama kas negara.

"Dari 1.060 perusahaan yang ada di bawah Danantara, 95 persen dividen itu hanya datang dari delapan perusahaan. Kurang dari 1 persen," ujar Pandu di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Pandu Sjahrir menambahkan bahwa ketimpangan tersebut diperparah dengan fakta bahwa sebanyak 52 persen perusahaan BUMN tercatat merugi, dan kontribusinya terhadap penerimaan negara sangat minim. Kondisi ini menjadi "pekerjaan rumah" besar bagi Danantara untuk memperbaiki struktur portofolio BUMN.

Karena itu, Danantara menilai restrukturisasi dan konsolidasi menjadi langkah yang tidak dapat dihindarkan.

“Konsolidasi entitas BUMN yang memiliki lini bisnis serupa diyakini dapat meningkatkan efisiensi, memperbaiki tata kelola, hingga menciptakan perusahaan yang lebih besar dan kompetitif di tingkat regional,” jelasnya.

Pandu memberikan contoh konkret strategi konsolidasi yang sedang dijalankan, salah satunya akan mengubah delapan entitas asset management BUMN menjadi satu perusahaan tunggal.

Selain itu pihaknya juga tengah mengonsolidasikan rumah sakit-rumah sakit milik Pertamina dan BUMN lain yang selama ini beroperasi sendiri dengan margin laba yang rendah.

Pandu menyoroti bahwa margin EBITDA rumah sakit BUMN saat ini hanya sekitar delapan persen, jauh tertinggal dari standar industri yang mencapai 40 persen. Melalui pembentukan Danantara Hospital Group, yang akan menjadi grup rumah sakit terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah tempat tidur, margin laba diyakini akan meningkat signifikan.

"Kalau kita satuin, terus kita cari orang yang memang fokusnya membangun rumah sakit berskala internasional, yakin lah margin-nya bisa naik. Ya paling tidak 20 persen tahun pertama, terus bisa 40 persen tahun kemudian. Itu langsung value bisa naik 5-6 kali lebih," pungkas Pandu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandu Sjahrir Blak-blakan: Danantara Tak Bisa Jauh dari Politik!

Pandu Sjahrir Blak-blakan: Danantara Tak Bisa Jauh dari Politik!

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 14:30 WIB

Pandu Sjahrir Pede Investasi 2026 Moncer: Indonesia Pindah Haluan dari SDA ke Otak Manusia!

Pandu Sjahrir Pede Investasi 2026 Moncer: Indonesia Pindah Haluan dari SDA ke Otak Manusia!

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 13:31 WIB

Danantara 'Wajibkan' Menkeu Purbaya Ikut Rapat Masalah Utang Whoosh

Danantara 'Wajibkan' Menkeu Purbaya Ikut Rapat Masalah Utang Whoosh

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 13:18 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB