OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. [Suara.com/Rina Anggraeni]
baca 10 detik
  • OJK mencatat kinerja industri BPD hingga Maret 2026 tetap stabil dengan pertumbuhan aset mencapai Rp 1.036,51 triliun.
  • Penyaluran kredit BPD meningkat hingga Rp 656,87 triliun dengan dukungan permodalan yang kuat serta kualitas aset terjaga.
  • OJK mengimplementasikan Roadmap Penguatan BPD 2024-2027 untuk meningkatkan daya saing, transformasi digital, dan kontribusi ekonomi daerah.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bisnis Bank Pembangunan Daerah (BPD) masih terbilang aman, Hal ini tercermin dari pertumbuhan aset, kredit, dan permodalan hingga Maret 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan total aset industri BPD hingga Maret 2026 mencapai Rp 1.036,51 triliun atau tumbuh sebesar 3,20 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Kinerja tersebut turut didukung oleh ketahanan permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 26,19 persen.

Adapun, penyaluran kredit BPD juga mengalami peningkatan dari Rp 562,85 triliun pada Desember 2022 menjadi Rp 656,87 triliun pada Maret 2026. Secara tahunan, kredit BPD tumbuh sebesar 1,59 persen yoy. 

OJK. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
OJK. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 4,74 persen yoy menjadi Rp 782,04 triliun, "katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (24/5/2026). 

Di sisi lain, kualitas pembiayaan industri BPD tetap terjaga. Hal itu tercermin dari rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) secara kotor sebesar 3,26 persen dan NPL secara bersih sebesar 1,27 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ekspansi kredit tetap berjalan di tengah dinamika ekonomi dengan pendekatan yang lebih prudent atau berhati-hati.

BPD juga terus memperkuat pengelolaan risiko melalui penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit, peningkatan monitoring pascapenyaluran, serta pembentukan cadangan yang memadai sesuai ketentuan guna menjaga kualitas aset.

"OJK akan senantiasa melaksanakan upaya untuk memajukan industri BPD, di antaranya melalui pelaksanaan Roadmap Penguatan Bank Pembangunan Daerah (BPD) 2024-2027 yang mencakup berbagai aspek pendukung sebagai panduan bagi BPD untuk merealisasikan visi BPD yang resilien, kontributif, dan kompetitif, ujar Dian.

baca juga

Roadmap Penguatan BPD 2024-2027 difokuskan pada empat pilar utama, yakni penguatan struktur dan keunggulan BPD, akselerasi transformasi digital BPD, penguatan peran BPD dalam ekonomi daerah dan nasional, serta penguatan perizinan, pengaturan, dan pengawasan BPD.

Melalui penyempurnaan arah kebijakan dalam roadmap tersebut, BPD diharapkan mampu tumbuh secara prudent dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan serta pemerataan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Langkah itu sekaligus diharapkan memperkuat perekonomian nasional di tengah tantangan industri perbankan yang terus berkembang.

Sejak diterbitkan pada 2024, Roadmap BPD 2024-2027 dinilai telah memberikan dampak positif terhadap pengembangan industri BPD. Salah satunya melalui penguatan daya saing BPD lewat implementasi ketentuan OJK terkait konsolidasi dan pemenuhan Modal Inti Minimum (MIM) untuk memperkuat permodalan industri perbankan.

Kebijakan tersebut berhasil mendorong penurunan jumlah BPD dengan modal inti di bawah Rp3 triliun, dari sebelumnya 18 BPD pada 2019 menjadi hanya 10 BPD pada akhir 2024. Seluruh BPD tersebut juga telah membentuk Kelompok Usaha Bank (KUB).

Implementasi KUB sejalan dengan pilar pertama dalam Roadmap Penguatan BPD, yakni penguatan struktur dan keunggulan BPD melalui percepatan konsolidasi dan penguatan KUB. Melalui sinergi antara bank induk dan anggota KUB, BPD diharapkan semakin resilien dan memiliki daya saing yang lebih kuat dalam menjalankan fungsi intermediasi serta perannya sebagai agen pembangunan daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Anjlok, Nasabah Mulai Berbondong-bondong Nabung Dolar AS

Rupiah Anjlok, Nasabah Mulai Berbondong-bondong Nabung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:14 WIB

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:02 WIB

Terkini

Minyak Dunia Melonjak 4 Persen Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah dan Gangguan Pasokan

Minyak Dunia Melonjak 4 Persen Akibat Eskalasi Konflik Timur Tengah dan Gangguan Pasokan

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:15 WIB

Sumber Kekayaan Celine Evangelista, Siap Hijrah dan Incar Vila Rp7 M di Madinah

Sumber Kekayaan Celine Evangelista, Siap Hijrah dan Incar Vila Rp7 M di Madinah

Entertainment | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Viral Mobil MBG vs Motor Kopdes Tabrakan, Netizen: Duit Pajakku Jangan Beratem

Viral Mobil MBG vs Motor Kopdes Tabrakan, Netizen: Duit Pajakku Jangan Beratem

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:09 WIB

5 Parfum Aroma White Floral yang Awet untuk Kondangan, Wangi Segar dan Elegan

5 Parfum Aroma White Floral yang Awet untuk Kondangan, Wangi Segar dan Elegan

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung

Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:02 WIB

Gunakan Teknologi IoT, Petani Semarang Pantau Tanaman dari Smartphone

Gunakan Teknologi IoT, Petani Semarang Pantau Tanaman dari Smartphone

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPRD Kota Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan

Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPRD Kota Bogor Tegaskan Pentingnya Persatuan

Bogor | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Selamatkan Putrinya dari Gulungan Ombak, Sang Ayah Gugur Tenggelam di Pantai Tanggamus

Selamatkan Putrinya dari Gulungan Ombak, Sang Ayah Gugur Tenggelam di Pantai Tanggamus

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:58 WIB

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Kembali Menguat tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.902

Rupiah Kembali Menguat tapi Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.902

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

×