Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai nilai tukar rupiah sulit alami penurunan ke level Rp 16.000. [Suara.com/Rina Anggraeni].
  • Ekonom Bank Permata memprediksi pelemahan nilai tukar rupiah akan terus berlanjut di atas level Rp 17.000 hingga pekan depan.
  • Peningkatan permintaan dolar AS pada kuartal kedua 2026 dipicu oleh kebutuhan pembayaran dividen emiten serta musim keberangkatan haji.
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin guna menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan tekanan arus modal keluar.

Suara.com - Ekonom Bank Permata Josua Pardede meramal pelemahan rupiah masih akan terjadi hingga pekan depan. Pelemahan rupiah ini imbas dari investor yang masih menunggu atau wait and see dalam melihat ekonomi Indonesia. 

Josua menjelaskan, mengatakan rupiah masih belum bisa turun ke level Rp 16.000 per dolar AS. Tentunya mata uang Garuda masih akan lama bertengger di atas Rp 17.000.

"Kalau melihat kondisi seperti saat ini, kami melihat bahwa rupiah masih di level Rp 17.000-an, hopefully masih di bawah Rp 17.500 per dolar AS. Harapannya kembali lagi ini tidak sampai ekspektasi liar itu terjadi.  Kalau kita melihat secara teori, tadi nilai tukar riil efektifnya (real effective exchange rate) rupiah dalam kondisi normal itu mestinya kita di bawah Rp 17.000 per dolar AS,” ujarnya  dalam acara Pelatihan Wartawan yang digelar Bank Indonesia, dikutip pada Minggu (24/5/2026). 

Bank Indonesia memastikan cadangan devisa sebesar USD 114 miliar cukup untuk intervensi guna menstabilkan nilai tukar rupiah. [Antara]
nilai tukar rupiah akan sulit turun ke level Rp 16.000. [Antara]

Josua melanjutkan, permintaan dolar AS di pasar domestik memang meningkat pada kuartal II tahun 2026. Ini disebabkan pembayaran dividen emiten kepada pemegang saham hingga kebutuhan valuta asing untuk jemaah haji.

"Jadi itu sangat wajar bahwa akan ada peningkatan permintaan dolar di kuartal dua ini. Itu mau di tahun mana saja itu nggak akan bisa mundur. Sama juga bertepatan juga dengan tadi sampaikan  musim haji. Makanya memang kita juga perlu menggalakan tadi namanya LCT, jadi saya juga menyuarakan juga LCT, " bebernya.

Di sisi lain, Josua menilai, keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Salah satu alasan kenaikan ini adalah untuk mengendalikan pergerakan rupiah yang sempat berada di level Rp 17.700 di pekan ini

"Jadi, langkah BI ini bukan sekadar penyesuaian biasa, melainkan langkah yang lebih agresif untuk memulihkan kepercayaan pasar dan memberi sinyal bahwa stabilitas rupiah menjadi prioritas utama," imbuhnya. 

Menurut Josua, kenaikan suku bunga ini masih mampu menahan tekanan rupiah dalam jangka pendek, tetapi belum cukup untuk mengendalikan rupiah secara jangka panjang jika tidak didukung perbaikan faktor mendasar.

Artinya kenaikan BI Rate membuat aset rupiah lebih menarik, membantu menahan arus keluar modal, mengurangi tekanan spekulatif di pasar valas, dan memperkuat sinyal bahwa BI tidak membiarkan rupiah melemah terlalu jauh.

"Ini merupakan langkah pro-stabilitas untuk memperkuat rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran. Namun, nilai tukar tidak hanya ditentukan oleh suku bunga. Rupiah juga dipengaruhi harga minyak, kebutuhan dolar untuk impor energi, pembayaran dividen dan utang luar negeri, arus modal asing, kredibilitas fiskal, serta persepsi investor terhadap arah kebijakan pemerintah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:24 WIB

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:04 WIB

Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun

Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:54 WIB

Terkini

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi Dirut PLN Imbas Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi Dirut PLN Imbas Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:57 WIB

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:24 WIB

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:16 WIB

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10 WIB