Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

BMRI Mau Buyback Saham, Investor Disebut Dapat Angin Segar

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 29 November 2025 | 20:54 WIB
BMRI Mau Buyback Saham, Investor Disebut Dapat Angin Segar
Ilustrasi. Rencana aksi korporasi pembelian kembali saham atau buyback yang akan dilakukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dinilai menjadi angin segar bagi investor. Foto ist.
  • Buyback BMRI dinilai menjadi angin segar bagi investor.
  • Harga saham Bank Mandiri saat ini masih berada pada valuasi yang cukup rendah.
  • Valuasi saham BMRI tercatat berada di bawah minus satu standard deviation selama lima tahun terakhir.

Suara.com - Rencana aksi korporasi pembelian kembali saham atau buyback yang akan dilakukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dinilai menjadi angin segar bagi investor. Analis pasar modal Frederik Rasali menilai langkah tersebut memiliki potensi besar untuk memperkuat sentimen positif terhadap emiten perbankan pelat merah tersebut.

Menurut Frederik, harga saham Bank Mandiri saat ini masih berada pada valuasi yang cukup rendah. Dengan rasio price to book value (PBV) sebesar 1,57 kali, valuasi saham BMRI tercatat berada di bawah minus satu standard deviation selama lima tahun terakhir.

“Artinya, saham Bank Mandiri sudah cukup terdiskon. Valuasi yang sama ini juga pernah terjadi pada akhir 2021, saat bursa terdampak pandemi Covid-19,” ujarnya dikutip Sabtu (29/11/2025).

Frederik menjelaskan, fungsi utama dari aksi buyback saham ini adalah untuk mengakomodasi program Employee Stock Ownership Plan (ESOP) yang tengah berjalan. Dengan mekanisme tersebut, apabila saham ESOP dieksekusi dan kemudian dijual, perseroan dapat langsung membelinya kembali.

“Namun, terlepas dari fungsi itu, kepercayaan investor terhadap saham BMRI tentu juga meningkat,” katanya.

Lebih lanjut, Frederik menilai pergerakan saham BMRI selama satu tahun terakhir memang menunjukkan tren menurun, seiring tantangan yang dihadapi sektor perbankan sepanjang 2025 akibat tekanan kondisi ekonomi nasional.

“Setelah ekonomi lebih stabil, buyback saham dapat menjadi sinyal positif bagi investor untuk kembali mempercayai kinerja Bank Mandiri,” ujarnya.

Meski demikian, Frederik menilai dampak psikologis dari aksi ini cenderung bersifat sementara. “Pada akhirnya, investor akan tetap menilai dari sisi fundamental perusahaan, bukan semata pergerakan harga jangka pendek,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan besaran dana dan harga pelaksanaan buyback, karena kedua faktor itu akan menentukan jumlah lembar saham yang dapat dibeli kembali. Pengurangan jumlah saham beredar nantinya berdampak langsung terhadap peningkatan laba per saham (earnings per share/EPS).

“Apabila menggunakan asumsi harga penutupan 10 November 2025 di level Rp4.730 per lembar, maka Bank Mandiri diperkirakan akan melakukan buyback sebanyak 245,24 juta lembar saham. Dampaknya, EPS kuartal III/2025 bisa meningkat dari 142,23 menjadi 156, atau naik sekitar 9,69 persen,” jelas Frederik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fundamental, PANI jadi Salah Satu Emiten Properti Terkuat di Pasar Modal

Fundamental, PANI jadi Salah Satu Emiten Properti Terkuat di Pasar Modal

Bisnis | Sabtu, 29 November 2025 | 14:04 WIB

Pekan Ini Investor Saham Lakukan Transaksi Capai Rp30 Triliun

Pekan Ini Investor Saham Lakukan Transaksi Capai Rp30 Triliun

Bisnis | Sabtu, 29 November 2025 | 12:20 WIB

Waskita Karya Rampungkan Transaksi Divestasi Saham Jalan Tol Cimanggis - Cibitung Rp3,28 Triliun

Waskita Karya Rampungkan Transaksi Divestasi Saham Jalan Tol Cimanggis - Cibitung Rp3,28 Triliun

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 20:31 WIB

Terkini

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

5 Langkah Praktis Top Up Token Listrik di Blibli

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:32 WIB

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Impor Minyak Rusia Mulai Dieksekusi Bulan Ini

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:29 WIB

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Mengapa Prabowo Membeli Minyak Rusia?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:18 WIB

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Kerja Sama Energi RIRusia Makin Kuat, Pasokan Minyak dan Investasi Kilang Segera Masuk

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:15 WIB

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Harga Plastik Melonjak, Industri Mulai Beralih ke Kemasan Daur Ulang

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 14:12 WIB

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Nasabah Pinjol Ganti Nomer Kontak, Bakal Masuk Daftar Hitam SLIK

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:49 WIB

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

IHSG Tancap Gas Terus Menguat di Sesi I, Deretan Saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:29 WIB

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Dunia Usaha RI Mulai Loyo, Tanda-tandanya Sudah Muncul

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 13:05 WIB

Karbon Kehutanan RI Resmi Dijual, Begini Mekanismenya

Karbon Kehutanan RI Resmi Dijual, Begini Mekanismenya

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 12:58 WIB

Inflasi Medis RI Tembus 17,8 Persen

Inflasi Medis RI Tembus 17,8 Persen

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 12:49 WIB