Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.839,785
LQ45 580,916
Srikehati 283,634
JII 352,073
USD/IDR 18.034

Sentimen The Fed Buat Rupiah Gagah Hari ini di Level Rp 16.663

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Kamis, 11 Desember 2025 | 16:02 WIB
Sentimen The Fed Buat Rupiah Gagah Hari ini di Level Rp 16.663
Ilustrasi uang rupiah. [Antara]
  • Rupiah menguat 0,07 persen pada penutupan Kamis, 11 Desember 2025, ditutup di level Rp 16.663 per dolar AS.
  • Penguatan rupiah dipicu oleh pelemahan dolar AS setelah adanya pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
  • Proyeksi analis menunjukkan rupiah cenderung terbatas menguat akibat kekhawatiran investor mengenai keputusan suku bunga Bank Indonesia minggu depan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan pada penutupan, Kamis, 11/12/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot hari ini ditutup di level Rp 16.663 Amerika Serikat (AS).

Alhasil, rupiah menguat 0,07 persen dibanding penutupan pada Rabu yang berada di level Rp 16.688 per dolar AS

Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.688 per dolar AS.

Selain itu, mata uang di Asia bervariasi dengan peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup melonjak 0,4 persen.

Ilustrasi uang rupiah. [Antara]
Ilustrasi uang rupiah. [Antara]

Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang menanjak 0,29 persen dan baht Thailand terkerek 0,17 persen. Disusul, yuan China yang terangkat 0,12 persen.

Berikutnya dolar Hongkong yang terlihat menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback.

Sementara itu, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,54 persen. Diikuti, dolar Taiwan yang sudah ditutup terkoreksi 0,21 persen. 

Kemudian ada won Korea Selatan yang tergelincir 0,19 persen dan dolar Singapura turun 0,13 persen. Lalu yen Jepang terlihat melemah 0,006 persen.

Penyebab Pergerakan Rupiah

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan  rupiah diperkirakan masih akan terjadi. Hal ini seiring dengan sentimen global dan dalam negeri yang memengaruhi pergerakan mata uang garuda. 

"Rupiah menguat tipis terhadap dolar AS yang melemah paska pemangkasan suku bunga oleh the Fed," katanya saat dihubungi Suara.com.

Menurut dia, penguatan rupiah  terbatas ini disebabkan oleh kekuatiran investor akan prospek pemangkasan suku bunga oleh BI. Apalagi, penentuan suku Bank Indonesia  sendiri akan berlangsung minggu depan.

"Saya melihat berat bagi Rupiah untuk melanjutkan penguatan besok, terlebih investor akan menghadapi serentetan data ekonomi penting AS dan RDGBI minggu depan. Rupiah diperkirakan akan datar berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas. Range Rp 16.600 - Rp 16.750," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Mau 'Cawe-cawe' The Fed: Jangan Mematikan Pertumbuhan!

Donald Trump Mau 'Cawe-cawe' The Fed: Jangan Mematikan Pertumbuhan!

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 13:11 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Didukung Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Rupiah Mulai Bangkit, Didukung Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 10:22 WIB

IHSG Berpotensi Rebound ke Level 8.750 di Tengah Sinyal Hawkish The Fed

IHSG Berpotensi Rebound ke Level 8.750 di Tengah Sinyal Hawkish The Fed

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 08:34 WIB

Terkini

Menteri Bahlil Mau Rombak Total Sistem Tambang RI Lewat Aturan Baru 'Gross Split'

Menteri Bahlil Mau Rombak Total Sistem Tambang RI Lewat Aturan Baru 'Gross Split'

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:15 WIB

Pertamina Bagikan Pengalaman Penggunaan Teknologi Digital dan AI untuk Ciptakan Nilai Bisnis

Pertamina Bagikan Pengalaman Penggunaan Teknologi Digital dan AI untuk Ciptakan Nilai Bisnis

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:01 WIB

BI Intervensi, Rupiah Menguat di Jumat Sore

BI Intervensi, Rupiah Menguat di Jumat Sore

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:55 WIB

Pelaku Usaha Asuransi Mulai Soroti Ancaman Inflasi Medis

Pelaku Usaha Asuransi Mulai Soroti Ancaman Inflasi Medis

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:49 WIB

Telkom Hadirkan Forum Kedaulatan Digital Nasional, Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri

Telkom Hadirkan Forum Kedaulatan Digital Nasional, Pertemukan Regulator hingga Pelaku Industri

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:47 WIB

Skema Gross Split Sektor Tambang Dikaji, Wamen ESDM: Ditentukan Sidang Kabinet

Skema Gross Split Sektor Tambang Dikaji, Wamen ESDM: Ditentukan Sidang Kabinet

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:47 WIB

Rupiah Makin Tak Berharga, Teknologi Fracking Didorong untuk Produksi Minyak Mentah

Rupiah Makin Tak Berharga, Teknologi Fracking Didorong untuk Produksi Minyak Mentah

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:43 WIB

NASI Bidik Balik Untung di 2026, Pasang Target Penjualan Rp66 Miliar

NASI Bidik Balik Untung di 2026, Pasang Target Penjualan Rp66 Miliar

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:40 WIB

Industri Konstruksi Tumbuh 5,49 Persen

Industri Konstruksi Tumbuh 5,49 Persen

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:13 WIB

Harga Cabai Tembus Rp84 Ribu, Ini Penyebab di Balik Kenaikan Drastis

Harga Cabai Tembus Rp84 Ribu, Ini Penyebab di Balik Kenaikan Drastis

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 15:05 WIB