Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.370,679
LQ45 634,821
Srikehati 316,336
JII 410,153
USD/IDR 17.714

Investor Saham Makin Doyan Market Order, Nilai Transaksi Tembus Rp1 Triliun Per Hari

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 12 Desember 2025 | 17:44 WIB
Investor Saham Makin Doyan Market Order, Nilai Transaksi Tembus Rp1 Triliun Per Hari
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Utilitas Market Order di BEI melonjak 98,5% (yoy) di 2025, mencapai rata-rata transaksi lebih dari Rp1 triliun/hari.

  • Market Order dieksekusi tanpa harga, memiliki prioritas tinggi, dan lebih cepat daripada Limit Order.

  • Fitur Market Order efektif untuk trading saham baru (listing) dan memanfaatkan momentum volatilitas harga.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin memanjakan investor dengan inovasi yang menawarkan kecepatan dan efisiensi transaksi.

Salah satu fitur yang kini menjadi primadona adalah Market Order, sebuah mekanisme yang memungkinkan investor bertransaksi tanpa perlu repot menentukan harga, sehingga eksekusi pesanan menjadi jauh lebih optimal.

Pemanfaatan fitur ini melonjak drastis. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 hingga Agustus, rata-rata utilitas Market Order telah mencapai 4,23% dari total order matched di Bursa. Bahkan, rata-rata nilai penggunaan fitur ini pada Agustus 2025 tercatat mencapai lebih dari Rp1 triliun per hari.

“Apabila dibandingkan dengan tahun 2024, tingkat pemanfaatan fitur tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 98,5%, yang menunjukkan bahwa banyak investor yang terbantu dengan adanya fitur Market Order untuk eksekusi order yang lebih optimal,” jelas Jeffrey, Jumat (12/12/2025).

Market Order adalah mekanisme jual-beli yang memiliki prioritas lebih tinggi. Investor langsung dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia di pasar. Investor hanya perlu menentukan jumlah lot, bukan harga.

Sementara Limit Order, investor menentukan harga jual atau beli sendiri. Eksekusi order harus mengikuti antrian harga dan waktu yang ditetapkan.

Kecepatan adalah keunggulan utama Market Order. Investor tidak perlu membuang waktu memasukkan harga, menjadikan proses transaksi lebih cepat dan efisien, khususnya saat pasar sedang sangat volatil atau bergerak dinamis.

Secara teknis, Market Order sangat menguntungkan bagi investor yang ingin memanfaatkan momen gap up atau gap down harga. Fitur ini, terutama tipe fill and kill, juga memiliki peluang matching yang lebih tinggi dibandingkan Limit Order pada sesi pre-opening saham yang baru melantai (listing).

“Karena memiliki prioritas lebih tinggi, Market Order memungkinkan investor mengeksekusi pesanan tanpa harus menentukan harga, sehingga prosesnya menjadi jauh lebih cepat dan efisien,” pungkas Jeffrey.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sandiaga Uno Dorong Wirausaha Muda Untuk Melantai Bursa

Sandiaga Uno Dorong Wirausaha Muda Untuk Melantai Bursa

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 17:23 WIB

IHSG Bergerak 2 Arah di Awal Sesi Hari Ini, Tapi Cenderung Melemah

IHSG Bergerak 2 Arah di Awal Sesi Hari Ini, Tapi Cenderung Melemah

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 09:26 WIB

Lewat AIIR, Indonesia Serius Tingkatkan Kepercayaan Investor Asing di Pasar Modal

Lewat AIIR, Indonesia Serius Tingkatkan Kepercayaan Investor Asing di Pasar Modal

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 09:08 WIB

Terkini

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:34 WIB

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:08 WIB

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:46 WIB

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:31 WIB

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:19 WIB

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB