- IAI dan ACCA menekankan pentingnya profesi akuntansi kuat, etis, dan adaptif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dan ASEAN.
- Kolaborasi ini berfokus pada penguatan pelaporan keberlanjutan (ESG) dan transparansi melalui kualifikasi profesional akuntansi.
- Kedua organisasi menjajaki penguatan pengakuan anggota melalui Strategic Pathway bagi pemegang gelar Chartered Accountant Indonesia.
Suara.com - Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) bersama Association of Chartered Certified Accountants (ACCA), menegaskan pentingnya profesi akuntansi yang kuat, beretika, dan adaptif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia dan kawasan ASEAN.
Salah satu fokus utama kolaborasi kedua lembaga tersebut adalah penguatan pelaporan keberlanjutan dan transparansi aspek environmental, social, and governance (ESG).
Penegasan itu mengemuka seiring kunjungan Direktur ACCA Asia Pasifik, Pulkit Abrol, ke Jakarta untuk berbicara dalam Konferensi IAI.
Dalam forum tersebut, dibahas peran pelaporan keberlanjutan berkualitas tinggi dalam membuka peluang baru bagi organisasi sekaligus memperkuat fondasi perekonomian.
ACCA dan IAI menilai, kualifikasi profesional akuntansi menjadi bekal penting bagi individu untuk memahami wawasan bisnis, kompetensi teknis, serta penilaian etis.
Bekal tersebut dinilai relevan untuk menciptakan dan melaporkan nilai berkelanjutan di tengah lanskap ekonomi yang semakin digital dan saling terhubung.
Sebagai anggota International Federation of Accountants (IFAC), ACCA dan IAI berbagi nilai inti yang sama, yakni integritas, transparansi, kepentingan publik, serta pembelajaran berkelanjutan.
Atas dasar itu, kedua organisasi menjajaki penguatan pengakuan anggota dan pengembangan Strategic Pathway ACCA–IAI bagi pemegang gelar Chartered Accountant (CA) Indonesia.
Pulkit Abrol menilai, sinergi kedua organisasi dapat menjadi fondasi penting bagi penguatan profesi akuntansi ke depan.
“Dengan menggabungkan kepemimpinan IAI di Indonesia dan jangkauan global ACCA, kita dapat membekali generasi baru profesional dengan keterampilan digital, keberlanjutan, dan strategis yang mereka butuhkan untuk mendorong pertumbuhan inklusif,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (16/12/2025).
Melalui jalur tersebut, pemegang CA Indonesia dapat memenuhi persyaratan keanggotaan ACCA lewat Kualifikasi ACCA.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya memperluas mobilitas profesional sekaligus meningkatkan daya saing akuntan Indonesia di tingkat global.
Di luar itu, ACCA dan IAI juga mengeksplorasi peluang kerja sama lain, mulai dari pendidikan dan sertifikasi profesional, pengembangan talenta, transformasi digital, hingga riset dan thought leadership.
Kerja sama juga mencakup isu keberlanjutan, manajemen keuangan publik, serta pengakuan kualifikasi profesional lintas negara.
Direktur Eksekutif IAI, Elly Zarni Husin, menyebut ACCA mengakui posisi strategis IAI dalam menetapkan standar pelaporan keuangan dan pengungkapan keberlanjutan di Indonesia, sekaligus sebagai penjaga kode etik profesi.
IAI juga dipandang memiliki peran sentral dalam pengembangan akuntan bersertifikat serta penguatan CA Indonesia sebagai sertifikasi utama profesi akuntansi nasional.

Pada tingkat regional, kolaborasi ACCA dan IAI juga berlangsung melalui ASEAN Federation of Accountants (AFA), di mana IAI berperan sebagai sekretariat permanen.
Kedua pihak mendorong kerja sama kawasan yang lebih erat, termasuk penyelarasan progresif dengan kerangka International Sustainability Standards Board (ISSB) dan pemanfaatan ASEAN Mutual Recognition Agreement Framework on Accountancy Services.
“Kami sangat menghargai pengakuan ACCA atas kepemimpinan IAI sebagai Organisasi Profesi Akuntansi yang diakui di Indonesia, menegaskan komitmen bersama kami untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing global anggota Chartered Accountant,” pungkas Elly.