Susu Tetap Aman dan Higienis dengan Kemasan Aseptik dari LamiPak

Fabiola Febrinastri

Selasa, 16 Desember 2025 | 11:30 WIB
Susu Tetap Aman dan Higienis dengan Kemasan Aseptik dari LamiPak
Henky Wibawa, Direktur Eksekutif IPF. (Dok: LamiPak)

Suara.com - Program Susu Sekolah Makan Siang Gratis (MBG) sudah berjalan hampir setahun. Hal yang paling menjadi sorotan utama adalah persoalan logistik dan distribusi. Hal ini menjadi penyebab beberapa masalah, termasuk susu yang rentan terhadap tumbuhnya mikroba sehingga terjadi isu keracunan makanan di program MBG.

Kendala yang kerap dihadapi adalah masa simpan (shelf life) susu yang rentan terutama susu pasteurisasi sehingga membutuhkan rantai pasok pendingin (cold chain) yang ketat. Hal ini diperparah dengan infrastruktur yang buruk, listrik tidak stabil, sehingga menyebabkan biaya logistik tinggi, dan jauhnya lokasi sentra produksi ke sekolah.

Menurut Dewan Pakar BGN Prof. Epi Taufik, dalam diskusi panel tentang Tantangan Distribusi Susu di Indonesia dalam Mendukung Susu Sekolah Program MBG di Kampus IPB University Bogor beberapa waktu lalu, kemasan aseptik sangat bisa menjadi solusi untuk penyediaan program susu sekolah pada program MBG.

Menurutnya, ini opsi paling realistis untuk skala nasional, karena distribusi ke ribuan sekolah tanpa kulkas, pembiayaan logistik lebih rendah, risiko keamanan pangan rendah, volume besar mudah dikelola.

Susu yang dikemas secara aseptik memiliki masa simpan yang sangat panjang, biasanya antara 6 hingga 12 bulan, selama kemasan tidak dibuka atau rusak.

“Jadi apakah kemasan aseptik dapat mengatasi tantangan distribusi susu di Indonesia? Jawabannya ya. Ini adalah salah satu teknologi paling strategis untuk konteks Indonesia sebagai negara kepulauan yang besar. Karena dapat mengatasi (menurunkan) ketergantungan akan cold chain. Susu kemasan aseptik stabil di berbagai suhu ruang sehingga menjadi ideal untuk negara kepulauan seperti Indonesia, kemudian higenis dan aman, mudah didistribusikan, dan umur simpan panjang. Memungkinkan pemerataan akses gizi ke wilayah 3T. Cocok untuk program pemerintah yang memerlukan suplai susu dalam jumlah besar,” ujar Prof. Epi Taufik.

Direktur Eksekutif Indonesian Packaging Federation (IPF), Henky Wibawa, menekankan bahwa kebutuhan akan kemasan pangan yang fungsional, aman, higienis, dan ramah lingkungan terus meningkat.

“Tren konsumen yang semakin sadar kesehatan dan isu lingkungan mendorong industri untuk menghadirkan kemasan yang menjaga keamanan produk sekaligus mendukung misi praktik berkelanjutan,” jelasnya.

Dari sisi produsen susu, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) menegaskan bahwa keberlanjutan kemasan menjadi faktor strategis dalam industri susu modern. Corporate Affairs Director FFI, Andrew Saputro, menyampaikan bahwa FFI telah melakukan workshop bersama LamiPak Indonesia untuk mengevaluasi opsi kemasan yang lebih rendah emisi karbon.

baca juga

“FFI baru-baru ini melakukan workshop bersama LamiPak untuk memilih varian kemasan dengan jejak karbon yang lebih rendah. Kami melihat pentingnya kemasan yang tidak hanya menjaga kualitas produk susu, tetapi juga selaras dengan target keberlanjutan perusahaan,” ujar Andrew.

Berdirinya LamiPak Indonesia pada Mei 2022 menjadi tonggak penting menuju kemandirian industri kemasan aseptik nasional. Dengan investasi jangka pendek sebesar Rp 3 triliun, perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada April 2024 dengan kapasitas awal 12 miliar kemasan per tahun, termasuk produk pelengkap seperti sedotan kertas.

Namun sejak 1 Agustus 2025, LamiPak Indonesia telah beroperasi dengan kapasitas penuh sebesar 21 miliar kemasan per tahun, yang secara signifikan memperkuat rantai pasok kemasan dalam negeri.

“Sebagai salah satu pelaku utama di industri kemasan aseptik Indonesia, LamiPak berkomitmen untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis melalui penyediaan kemasan yang aman, berkualitas tinggi, dan diproduksi di dalam negeri untuk produk susu maupun minuman bergizi lainnya,” ujar Ahmad Rizalmi, PR Manager PT LamiPak Indonesia. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tetap Jalan Saat Libur Sekolah, Begini Skema Pembagian MBG Menurut BGN

Tetap Jalan Saat Libur Sekolah, Begini Skema Pembagian MBG Menurut BGN

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 15:08 WIB

Dari Inspeksi ke Inspeksi, Sebuah Upaya Menjaga Kualitas Program MBG

Dari Inspeksi ke Inspeksi, Sebuah Upaya Menjaga Kualitas Program MBG

Opini | Selasa, 23 Desember 2025 | 11:00 WIB

Waka BGN: Tidak Ada Paksaan Anak Libur Ambil MBG di Sekolah

Waka BGN: Tidak Ada Paksaan Anak Libur Ambil MBG di Sekolah

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 09:49 WIB

Jadi Pemasok MBG, Perajin Tempe di Madiun Raup Omzet Jutaan Rupiah per Hari

Jadi Pemasok MBG, Perajin Tempe di Madiun Raup Omzet Jutaan Rupiah per Hari

News | Senin, 22 Desember 2025 | 20:35 WIB

Jadi Pemasok MBG, Omzet Petani Hidroponik di Madiun Naik 100 Persen

Jadi Pemasok MBG, Omzet Petani Hidroponik di Madiun Naik 100 Persen

News | Senin, 22 Desember 2025 | 19:11 WIB

Program MBG Habiskan Anggaran Rp 52,9 Triliun, Baru Terserap 74,6% per Desember 2025

Program MBG Habiskan Anggaran Rp 52,9 Triliun, Baru Terserap 74,6% per Desember 2025

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 15:50 WIB

Terkini

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 09:27 WIB

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

Apa Saja Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong yang Sedang Viral?

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

IHSG Dibuka Makin Merosot ke Level 6.100, Pantau MEDC

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:19 WIB

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Harman Hapus 500 Ribu Tautan Produk Ilegal, 300 Ribu di Antaranya Barang Palsu JBL

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:16 WIB

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

LRT Jabodebek Terganggu Saat Jam Sibuk, Rem Mendadak hingga Penumpang Menumpuk di Cawang

News | Selasa, 29 September 2026 | 09:11 WIB

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Calon Komisaris-Direksi BRK Syariah Ditetapkan, Plt Gubri: Tunggu Hasil OJK

Riau | Selasa, 29 September 2026 | 09:08 WIB

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Sinyal 5G Makin Diperluas, Pemerintah Kini Kejar Kualitas dan Harga Murah

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 09:02 WIB

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi

Bekaci | Selasa, 29 September 2026 | 08:59 WIB

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Didampingi Istri, Oknum 'Abah' Mantan Pimpinan Ponpes Jalani Pemeriksaan Kasus Pelecehan Seksual

Bali | Selasa, 29 September 2026 | 08:51 WIB

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Bukan Lagi Rebut Infrastruktur, Ini Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 08:50 WIB

×