Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 01 Januari 2026 | 12:24 WIB
Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
BUMI
  • Investor strategis China, Chengdong Investment Corporation (CIC), melakukan divestasi besar-besaran saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di Desember 2025.
  • Aksi jual tersebut mengurangi kepemilikan saham CIC di BUMI menjadi hanya sekitar 6 persen, setelah menjual 4,45 miliar lembar saham.
  • Kinerja saham BUMI menguat 215,52% sepanjang 2025 didorong akuisisi lahan dan restrukturisasi utang perusahaan.

Suara.com - Langkah divestasi besar-besaran kembali dilakukan oleh investor strategis asal China, Chengdong Investment Corporation (CIC), terhadap emiten batu bara raksasa, PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Di tengah performa saham BUMI yang sedang naik daun, anak usaha China Investment Corporation tersebut terpantau masif melepas kepemilikannya di pasar modal.

Berdasarkan data keterbukaan informasi, sepanjang periode Desember 2025 saja, Chengdong telah menjual sedikitnya 4,45 miliar lembar saham BUMI.

Aksi jual ini menyebabkan porsi kepemilikan saham mereka menyusut signifikan hingga tersisa sekitar 6 persen saja.

Penjualan saham oleh konglomerasi asal China ini dilakukan secara bertahap pada rentang harga Rp245 hingga Rp388 per saham.

Keputusan divestasi ini dinilai sangat strategis mengingat harga saham BUMI sepanjang bulan terakhir tahun 2025 sempat melesat hingga 50 persen.

Bahkan, emiten milik kongsi Bakrie dan Salim ini sempat menyentuh rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir di level Rp406 sebelum akhirnya mengalami koreksi tipis.

"Tujuan dari rangkaian transaksi ini murni untuk keperluan divestasi," ungkap manajemen Chengdong dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai pengingat, Chengdong menjadi pemegang saham signifikan BUMI sejak tahun 2022 melalui skema konversi utang menjadi saham (debt to equity swap).

Sepanjang tahun 2025, total saham yang telah mereka lepas mencapai hampir 17 miliar lembar, turun drastis dari kepemilikan awal tahun yang berada di angka 10,56 persen.

Kinerja Saham BUMI: Tekanan Asing vs Fundamental Kuat

Pada penutupan perdagangan terakhir tahun 2025, saham BUMI bertengger di level Rp366.

Meski mengalami tekanan jual dari investor asing dengan catatan net sell mencapai Rp109,12 miliar dalam satu hari, secara tahunan (year-to-date), BUMI telah mencetak pertumbuhan fantastis sebesar 215,52%.

Lonjakan harga ini didorong oleh beberapa katalis positif, di antaranya:

Agresivitas perseroan dalam melakukan akuisisi lahan tambang baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total

Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 18:33 WIB

Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025

Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 18:09 WIB

Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025

Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 17:40 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB