Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.855.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.195,229
LQ45 726,150
Srikehati 345,455
JII 489,856
USD/IDR 17.090

Target Harga BUMI di Tengah Penguatan Saham Berturut-turut, Ini Analisisnya

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 05 Januari 2026 | 11:18 WIB
Target Harga BUMI di Tengah Penguatan Saham Berturut-turut, Ini Analisisnya
BUMI
  • Saham BUMI melonjak 10,9% pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026, didukung aksi beli bersih asing Rp344 miliar.
  • Diversifikasi ke sektor mineral melalui akuisisi 64,98% saham Jubilee Metals menjadi pendorong utama kinerja perusahaan.
  • Sentimen positif muncul dari potensi masuknya saham BUMI ke dalam MSCI Standard Cap Index pada Februari 2026.

Suara.com - Laju saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) seolah tak terbendung pada pembukaan perdagangan pekan pertama Januari 2026.

Emiten pertambangan yang kini berada di bawah naungan kolaborasi Grup Bakrie dan Grup Salim tersebut kembali mencatatkan lonjakan signifikan pada sesi I perdagangan Senin (5/1/2026).

Hingga pukul 11.14 WIB, harga saham BUMI terpantau meroket 10,9 persen ke level Rp464 per lembar.

Aktivitas transaksi terlihat sangat masif dengan volume perdagangan mencapai 4,16 miliar saham dan nilai transaksi menembus Rp1,81 triliun hanya dalam waktu singkat.

Berdasarkan data Stockbit, investor asing kembali melakukan aksi borong dengan catatan beli bersih (net buy) mencapai Rp344 miliar di pasar reguler pagi ini.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mengungkapkan bahwa salah satu mesin utama penggerak harga saham BUMI adalah langkah diversifikasi strategis perusahaan.

Saat ini, BUMI tidak lagi hanya bergantung pada batu bara, tetapi mulai memperkuat cengkeramannya di sektor mineral.

Setelah sukses melakukan rights issue, BUMI kini menguasai sekitar 64,98% saham di Jubilee Metals Limited (JML). Langkah ini dinilai sebagai posisi strategis untuk menangkap peluang di industri mineral global.

Meskipun laba bersih hingga September 2025 sempat tertekan akibat beban operasional dan harga komoditas yang fluktuatif, pendapatan perusahaan tetap tumbuh 11,9% secara tahunan (yoy) menjadi USD 1,03 miliar.

Selain faktor fundamental, sentimen pasar juga didorong oleh peluang BUMI masuk ke dalam indeks bergengsi global.

BRIDS menyebutkan bahwa BUMI memiliki peluang besar untuk masuk dalam MSCI Standard Cap Index pada peninjauan (review) Februari 2026 mendatang.

Masuknya sebuah saham ke dalam indeks MSCI biasanya akan memicu aliran dana masuk dari investor institusi internasional yang menggunakan indeks tersebut sebagai acuan portofolio mereka.

Saham BUMI [Stockbit]
Saham BUMI [Stockbit]

Sentimen inilah yang membuat volume perdagangan BUMI melonjak drastis dalam beberapa hari terakhir.

Analisis Teknikal: Target Harga Rp450 hingga Rp500

Secara teknikal, pergerakan BUMI saat ini berada dalam fase bullish yang kuat setelah berhasil menembus level resistance psikologis di angka 402 pada pekan lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Libur Panjang Usai, IHSG Masih Kuat Menghijau pada Senin Pagi di Level 8.778

Libur Panjang Usai, IHSG Masih Kuat Menghijau pada Senin Pagi di Level 8.778

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 09:16 WIB

IHSG Resistance Menuju 8.820, Target Diprediksi Naik Ditopang Aksi Beli Asing

IHSG Resistance Menuju 8.820, Target Diprediksi Naik Ditopang Aksi Beli Asing

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 08:37 WIB

Saham-saham yang Cairkan Dividen Januari 2026

Saham-saham yang Cairkan Dividen Januari 2026

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 07:37 WIB

Terkini

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:47 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Mulai Menipis, Sisa Rp2.519 Triliun

Cadangan Devisa Indonesia Mulai Menipis, Sisa Rp2.519 Triliun

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:31 WIB

Target Emisi Tercapai, Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Target Emisi Tercapai, Pertamina Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:29 WIB

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:25 WIB

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:16 WIB

Kesepakatan AS-Iran: Gencatan Senjata Dimulai, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Kesepakatan AS-Iran: Gencatan Senjata Dimulai, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:41 WIB

Emas Antam Naik Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,9 Juta/Gram

Emas Antam Naik Lagi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,9 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:06 WIB

Harga Pangan Mulai Melandai, Tapi Cabai Masih Tinggi

Harga Pangan Mulai Melandai, Tapi Cabai Masih Tinggi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 11:01 WIB

Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026

Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:51 WIB

Kenapa Harga E-Katalog Lebih Mahal? Begini Penjelasan LKPP

Kenapa Harga E-Katalog Lebih Mahal? Begini Penjelasan LKPP

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 10:36 WIB