Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kemenperin Siapkan Skema Pemulihan IKM Terdampak Bencana di Sumatera dan Aceh

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 17:27 WIB
Kemenperin Siapkan Skema Pemulihan IKM Terdampak Bencana di Sumatera dan Aceh
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya memitigasi risiko dampak perang Iran-Israel pada industri.
  • Kementerian Perindustrian menyusun skema pemulihan bertahap untuk IKM terdampak bencana alam akhir 2025 di Sumatera dan Aceh.
  • Dampak bencana menyebabkan gangguan produksi dan distribusi, menahan nilai tambah manufaktur nasional sekitar Rp 11–15 triliun.
  • Langkah pemulihan 2026 meliputi pemetaan lanjutan, pemberian bantuan mesin, dan pendampingan teknis untuk memperkuat ketahanan usaha IKM.

Suara.com - Kementerian Perindustrian menyiapkan langkah pemulihan bagi industri kecil dan menengah (IKM) yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera dan Aceh. Skema pemulihan tersebut disusun untuk memastikan proses produksi dapat kembali berjalan secara bertahap dan terukur.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, bencana alam pada akhir 2025 berdampak terhadap aktivitas industri, khususnya IKM yang tersebar di wilayah terdampak. Dampak tersebut mencakup gangguan produksi hingga distribusi.

Data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) mencatat, di Sumatera Utara terdapat 3.520 industri kecil, 115 industri menengah, dan 490 industri besar. Sementara di Sumatera Barat terdapat 3.464 industri kecil, 17 industri menengah, dan 78 industri besar. Adapun di Aceh tercatat 1.954 industri kecil, 7 industri menengah, dan 46 industri besar.

Foto udara kondisi rumah warga yang terendam banjir di Desa Tunggulo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Senin (5/1/2026). [ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/nz]
Foto udara kondisi rumah warga yang terendam banjir di Desa Tunggulo, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Senin (5/1/2026). [ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/nz]

"Dari hasil laporan yang kami himpun hingga 30 Desember 2025, dampak paling besar pada sektor IKM terjadi di Aceh dengan 1.647 industri terdampak, diikuti Sumatera Barat sebanyak 367 industri, dan Sumatera Utara sebanyak 52 industri. Selain itu, terdapat pula dampak pada sektor industri agro, ILMATE, serta industri kimia, farmasi, dan tekstil," ujar Agus kepada wartawan, dikutip Selasa (6/1/2026).

Agus menjelaskan, tekanan terhadap sektor industri tidak hanya berasal dari kerusakan fisik fasilitas produksi.

Gangguan pada rantai pasok dan logistik turut memengaruhi kelangsungan kegiatan industri, terutama bagi sektor manufaktur yang bergantung pada pasokan bahan baku dan distribusi yang lancar.

Terputusnya akses jalan dan jembatan, gangguan distribusi BBM, serta pasokan listrik dan air yang tidak stabil menyebabkan sejumlah industri pengolahan menghentikan sementara produksi atau beroperasi di bawah kapasitas normal.

"Bagi industri manufaktur yang bersifat just-in-time dan padat logistik, gangguan pasokan bahan baku selama beberapa hari saja sudah cukup untuk menghentikan lini produksi dan menimbulkan kehilangan output yang tidak kecil," ungkapnya.

Dengan pendekatan kebijakan berbasis pangsa nilai tambah, dampak banjir di Sumatera dan Aceh diperkirakan menahan nilai tambah manufaktur nasional pada kisaran Rp 11 – Rp 15 triliun. Nilai tersebut merupakan kehilangan atau penundaan sementara, bukan kerusakan permanen terhadap kapasitas industri nasional.

Dalam jangka pendek, dampak tersebut dirasakan terutama oleh subsektor yang bergantung pada kelancaran distribusi regional, seperti agroindustri, makanan dan minuman, kimia dasar, serta industri berbasis komoditas.

Menperin menilai, kondisi tersebut menunjukkan peran Sumatera sebagai salah satu simpul logistik dan pemasok input antara bagi kawasan industri di wilayah lain, termasuk Pulau Jawa. Gangguan di satu wilayah dapat memengaruhi kinerja industri secara lebih luas.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ketahanan industri nasional tidak hanya ditentukan oleh lokasi pabrik, tetapi juga oleh ketahanan infrastruktur, sistem logistik, dan jaringan distribusi antarwilayah. Bencana harus dipahami sebagai supply-side shock yang dampaknya cepat menyebar dan berpotensi menahan pemulihan ekonomi jika tidak ditangani secara terkoordinasi," ungkapnya.

Terkait pemulihan, Agus menyebut pihaknha menyiapkan langkah bertahap yang diawali dengan koordinasi dan pendataan industri terdampak. Pada 2025, fokus diarahkan pada pemetaan kebutuhan pemulihan sebagai dasar perencanaan intervensi, dengan progres awal sekitar 20 persen.

Memasuki 2026, program dilanjutkan melalui pemetaan lanjutan, penetapan penerima bantuan, pemberian mesin dan peralatan, serta pemulihan proses produksi pascabencana.

Agus mengatakan, bantuan teknis direncanakan melalui penguatan kewirausahaan di daerah terdampak dan pendampingan lintas kementerian/lembaga, termasuk melalui Inpres Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PKE), RAN Pascabencana, serta Klinik UMKM Bangkit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Infrastruktur, Pendidikan Jadi Prioritas Pemulihan Pascabencana di Aceh

Tak Hanya Infrastruktur, Pendidikan Jadi Prioritas Pemulihan Pascabencana di Aceh

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 16:42 WIB

Rugikan Industri Lokal, Purbaya Tarik BMTP Impor Kain Tenun Kapas hingga Rp 3.300 per Meter

Rugikan Industri Lokal, Purbaya Tarik BMTP Impor Kain Tenun Kapas hingga Rp 3.300 per Meter

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 16:40 WIB

Menperin Dorong Kawasan Industri Tematik Masuk PSN: Bidik Ketahanan Pangan, Energi, dan Kesehatan

Menperin Dorong Kawasan Industri Tematik Masuk PSN: Bidik Ketahanan Pangan, Energi, dan Kesehatan

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2026 | 14:47 WIB

Terkini

Ribuan SPPG Disanksi dan Ditutup Sementara, Pemerintah Perketat Tata Kelola Program MBG

Ribuan SPPG Disanksi dan Ditutup Sementara, Pemerintah Perketat Tata Kelola Program MBG

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 06:50 WIB

Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI

Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 06:40 WIB

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB