Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.857.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 7.541,612
LQ45 735,970
Srikehati 352,397
JII 515,130

Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:37 WIB
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • NINE ekspansi ke tambang Mongolia via rights issue tanpa membebani kas perusahaan.
  • Gandeng mitra EPC+F, NINE garap tambang tanpa capex dengan target 20 juta ton per tahun.
  • Transformasi bisnis NINE jadi pemain tambang regional ditargetkan rampung kuartal II-2026.

Suara.com - PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) mengumumkan langkah transformasi bisnis yang ambisius. Emiten yang sebelumnya bergerak di bidang teknologi ini bersiap beralih menjadi pemain di sektor pertambangan melalui integrasi aset tambang batu bara di Mongolia.

Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari pemegang saham mayoritas, Poh Group asal Singapura. Integrasi aset milik Poh Golden Ger Resources Pte Ltd (PGGR) tersebut akan direalisasikan melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue yang ditargetkan rampung pada kuartal II-2026.

Direktur Utama NINE, Nuzwan Gufron, menjelaskan bahwa integrasi aset tambang Mongolia ini dirancang sedemikian rupa agar tidak membebani arus kas perusahaan.

"Aset tersebut akan dimasukkan ke dalam perseroan melalui proses PMHMETD. Hal ini membuka jalur yang lebih terstruktur untuk monetisasi aset dan memperkuat keterlibatan Techno9 Indonesia di masa depan dalam proyek pertambangan," ujar Nuzwan dalam keterangannya.

Aset yang akan diintegrasikan mencakup dua konsesi pertambangan batu bara dan semi-soft coking coal yang saat ini dimiliki 100% oleh Poh Kay Ping.

Salah satu poin krusial dalam ekspansi ini adalah kemitraan dengan kontraktor Engineering, Procurement and Construction + Finance (EPC+F) berpengalaman. Kontraktor tersebut berencana mengucurkan investasi lebih dari USD 100 juta untuk operasional tambang dengan target kapasitas produksi tahunan melampaui 20 juta ton.

Menariknya, skema EPC+F ini membuat Poh Group dan NINE tidak perlu menanggung belanja modal (capex). Mitra strategis tersebut akan menangani implementasi operasional pertambangan, baik untuk tambang milik sendiri maupun kerja sama operasi.

"Calon mitra EPC+F ini telah berpengalaman luas dalam eksploitasi pertambangan di berbagai negara sejak 1998, dengan total aset mencapai lebih dari USD 500 juta," tambah Nuzwan.

Selain di Mongolia, transformasi ini diprediksi akan memberikan dampak material terhadap rencana investasi pertambangan Poh Group di Indonesia. NINE berkomitmen untuk terus menjajaki peluang usaha baik melalui skema Kerja Sama Operasi (Joint Operation) maupun kepemilikan langsung di tanah air.

Langkah ini menegaskan ambisi NINE untuk tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi juga pemain regional di sektor energi dan sumber daya mineral, sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pantau Saham AS dan Kripto Kini Bisa Lebih Mudah

Pantau Saham AS dan Kripto Kini Bisa Lebih Mudah

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:43 WIB

Saham RMKE Meroket 1.000%, Siap Cetak Laba Rp800 Miliar di Tengah Larangan Truk Batu Bara

Saham RMKE Meroket 1.000%, Siap Cetak Laba Rp800 Miliar di Tengah Larangan Truk Batu Bara

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:19 WIB

IHSG Masih Menguat di Jumat Pagi, Tapi Rawan Anjlok

IHSG Masih Menguat di Jumat Pagi, Tapi Rawan Anjlok

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 09:34 WIB

Terkini

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:20 WIB

Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026

Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:14 WIB

Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai

Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:55 WIB

SMGR Genjot Bahan Bakar Sampah, Pangkas Ratusan Ribu Ton Batu Bara

SMGR Genjot Bahan Bakar Sampah, Pangkas Ratusan Ribu Ton Batu Bara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:51 WIB

Baru 24,4 Persen, Realisasi Investasi Awal 2026 Sentuh Rp498,8 Triliun

Baru 24,4 Persen, Realisasi Investasi Awal 2026 Sentuh Rp498,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:49 WIB

JP Morgan Pangkas Bobot Obligasi Indonesia, Bisa Bikin Investor Global Kabur

JP Morgan Pangkas Bobot Obligasi Indonesia, Bisa Bikin Investor Global Kabur

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:49 WIB

Bali Disiapkan Jadi Hub Kripto Global, Platform Mulai Bergerak Ekspansi

Bali Disiapkan Jadi Hub Kripto Global, Platform Mulai Bergerak Ekspansi

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:36 WIB

BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Perusahaan Emiten Tercatat

BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Perusahaan Emiten Tercatat

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 10:25 WIB

Ekspor 200 Ribu Ton Beras RI ke Malaysia Terganjal: Harga Penawaran Terlalu Murah!

Ekspor 200 Ribu Ton Beras RI ke Malaysia Terganjal: Harga Penawaran Terlalu Murah!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 10:22 WIB

Dolar AS Ngamuk, Rupiah Makin Ambruk ke Level Rp17.288

Dolar AS Ngamuk, Rupiah Makin Ambruk ke Level Rp17.288

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 09:55 WIB