Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IHSG Masih Menguat di Jumat Pagi, Tapi Rawan Anjlok

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 09 Januari 2026 | 09:34 WIB
IHSG Masih Menguat di Jumat Pagi, Tapi Rawan Anjlok
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
  • IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona hijau pada 8.969 pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026 pagi.
  • Bursa saham dipengaruhi sentimen global, termasuk antisipasi data inflasi China dan rotasi sektor Wall Street.
  • Phillip Sekuritas memproyeksikan IHSG cenderung bearish dengan support 8.750 dan resistance di 9.050.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghijau pada awal perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. IHSG menguat ke level 8.969.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.22 WIB, IHSG masih bertahan di zona hijau di level yang sama saat pembukaan atau naik 0,49 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 8,44 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,58 triliun, serta frekuensi sebanyak 628.000 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 335 saham bergerak naik, sedangkan 246 saham mengalami penurunan, dan 377 saham tidak mengalami pergerakan.

Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, KOCI, SOHO, RLCO, SOTS, MKAP, BIPU, INDS, FOLK NETV, GWSA, GRPM.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, IFSH, BSIM, CRSN, BBSS, OPMS, HDFA, SMLE, HAJJ, RDTX, SMKM, KOKA.

Proyeksi IHSG

IHSG pada perdagangan Jumat (9/1/2026) diperkirakan masih berada dalam tekanan. Phillip Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak bearish dengan level support di 8.750 dan resistance di 9.050.

Sentimen global masih cenderung berhati-hati seiring pergerakan bursa saham Asia yang dibuka beragam (mixed) pagi ini. Pelaku pasar menanti rilis data inflasi China, baik Indeks Harga Konsumen (CPI) maupun Indeks Harga Produsen (PPI), yang dinilai akan memberikan petunjuk arah kebijakan ekonomi Negeri Tirai Bambu.

Sementara itu, bursa Wall Street semalam ditutup bervariasi. Investor melakukan rotasi dari saham-saham teknologi ke sektor pertahanan, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan rencana kenaikan belanja militer AS sebesar 50 persen menjadi USD 1,5 triliun per tahun.

Pelaku pasar juga mencermati kondisi pasar tenaga kerja AS. Laporan Challenger, Gray & Christmas mencatat korporasi mengumumkan 35.553 pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Desember 2025, menjadi level terendah sejak Juli 2024. Di sisi lain, rencana perekrutan pekerja mencapai 10.496, tertinggi sejak 2022.

Namun secara keseluruhan, potret pasar tenaga kerja AS dinilai masih suram. Sepanjang 2025, total PHK yang diumumkan korporasi mencapai 1,2 juta pekerja, tertinggi sejak 2020. Sementara rencana perekrutan anjlok 34 persen menjadi 507.647, terendah sejak 2010.

Dari pasar obligasi, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 4 basis poin ke level 4,18 persen. Kenaikan ini terjadi menjelang rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS malam ini yang diperkirakan menunjukkan penambahan 60.000 tenaga kerja pada Desember, dengan tingkat pengangguran turun menjadi 4,5 persen.

Di tengah dinamika global tersebut, sejumlah emiten nasional menyampaikan target kinerja tahun 2026. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) menyiapkan belanja modal sekitar Rp400 miliar.

PT RMK Energy Tbk (RMKE) membidik laba bersih Rp800 miliar, sementara PT United Tractors Tbk (UNTR) menargetkan penjualan batu bara sebesar 18,8 juta ton.

Phillip Sekuritas juga merekomendasikan saham KRAS dan CSRA untuk strategi swing trading dengan tren jangka pendek dan menengah yang masih bullish. Adapun saham HOMI direkomendasikan sell on strength setelah mencapai target pertama dengan kenaikan 11,61 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Sempat 9.000, Purbaya Percaya Diri: Itu Baru Awal, Akan Naik Terus

IHSG Sempat 9.000, Purbaya Percaya Diri: Itu Baru Awal, Akan Naik Terus

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 17:37 WIB

Sempat Tembus 9.000, IHSG Akhirnya Terkoreksi Imbas Aksi Ambil Untung

Sempat Tembus 9.000, IHSG Akhirnya Terkoreksi Imbas Aksi Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 17:25 WIB

Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya

Saham Garuda Indonesia (GIAA) Meroket Awal 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2026 | 16:28 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB