Ekspor 200 Ribu Ton Beras RI ke Malaysia Terganjal: Harga Penawaran Terlalu Murah!

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 23 April 2026 | 10:22 WIB
Ekspor 200 Ribu Ton Beras RI ke Malaysia Terganjal: Harga Penawaran Terlalu Murah!
Bulog mewaspadai risiko gangguan ekspor beras Indonesia ke Arab Saudi gara-gara konflik di Teluk antara Israel & Amerika Serikat vs Iran. [Antara]
baca 10 detik
  • Perum Bulog masih menunda ekspor 200.000 ton beras ke Malaysia akibat ketidaksepakatan harga antara kedua negara tersebut.
  • Pemerintah menolak tawaran harga Malaysia di bawah Rp10.000 per kilogram karena dianggap merugikan dibandingkan harga pasar domestik.
  • Bulog menetapkan harga jual beras premium berkisar Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram guna menjaga nilai ekonomi komoditas nasional.

Suara.com - Harapan pemerintah untuk merealisasikan ekspor beras ke negara tetangga, Malaysia, kini tengah menghadapi tantangan besar di meja negosiasi.

Perum Bulog mengungkapkan bahwa rencana pengiriman komoditas pangan tersebut masih tertahan akibat belum tercapainya kesepakatan harga yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa secara teknis, kualitas beras Indonesia sudah memenuhi standar yang diinginkan pihak Malaysia. Namun, hambatan utama muncul dari nilai penawaran yang diajukan oleh calon negara pembeli tersebut.

Ahmad Rizal Ramdhani menyoroti adanya selisih harga yang cukup lebar antara ekspektasi Indonesia dan tawaran Malaysia. Pihak Malaysia diketahui mengajukan harga beli di bawah level Rp10.000 per kilogram. Angka ini dinilai sangat tidak masuk akal jika dibandingkan dengan struktur harga beras di dalam negeri.

Sebagai perbandingan, Bulog mematok target harga ekspor di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.000 per kilogram. Hal ini didasarkan pada kualitas beras yang akan diekspor, yakni kelas premium dengan tingkat kerusakan (pecahan) hanya 5 persen.

"Harga yang ditawarkan mereka masih terlalu rendah, di bawah sepuluh ribu. Padahal, beras yang kita siapkan adalah kualitas premium dengan broken 5 persen," ujar Rizal saat memberikan keterangan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Lebih lanjut, Rizal memaparkan rincian perbandingan harga untuk memberikan gambaran logis mengapa Indonesia belum bisa melepas stok tersebut:

Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan): Di dalam negeri saja, beras subsidi kelas menengah ini sudah dibanderol Rp12.500 per kilogram.

Beras Premium Domestik: Beras dengan tingkat pecahan 15 persen di pasar lokal saat ini mencapai Rp14.900 per kilogram.

baca juga

Dengan kondisi tersebut, menjual beras premium ke Malaysia dengan harga di bawah Rp10.000 dianggap akan merugikan negara secara finansial.

Rizal menegaskan bahwa pemerintah tidak mungkin menjual aset pangan nasional dengan harga yang sangat murah kepada pihak asing sementara harga di dalam negeri lebih tinggi.

"Tidak mungkin kita melepas di harga segitu. Masa kita memberikan subsidi ke negara lain? Itu jelas tidak mungkin kita lakukan," tegasnya.

Meski saat ini masih menemui jalan buntu, Bulog menyatakan bahwa proses pembahasan ekspor sebanyak 200.000 ton beras ini masih terus berjalan. Pemerintah tetap membuka pintu dialog dengan harapan Malaysia bersedia menaikkan tawaran harga agar lebih kompetitif dan mencerminkan nilai pasar yang adil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!

Menkeu Purbaya Usul Pajak di Selat Malaka, Malaysia-Singapura: Jangan Berani-berani!

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:48 WIB

Polisi Nekat Peras Tersangka Rp38 Juta Buat Tutupi Kasus Judi

Polisi Nekat Peras Tersangka Rp38 Juta Buat Tutupi Kasus Judi

News | Rabu, 22 April 2026 | 13:13 WIB

Momen Langka Gajah Liar Melahirkan di Pinggir Jalan Viral, Netizen Tersentuh

Momen Langka Gajah Liar Melahirkan di Pinggir Jalan Viral, Netizen Tersentuh

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:38 WIB

Gelapkan Uang Zakat Rp800 M, Pelaku Pakai Dana Umat untuk Investasi dan Beli Mobil Mewah

Gelapkan Uang Zakat Rp800 M, Pelaku Pakai Dana Umat untuk Investasi dan Beli Mobil Mewah

News | Rabu, 22 April 2026 | 10:10 WIB

Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya

Kemlu Pastikan 13 WNI Selamat dari Kebakaran Besar di Malaysia, Begini Kondisinya

News | Selasa, 21 April 2026 | 19:54 WIB

Bulog Siapkan Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear dari Target 100 Lokasi

Bulog Siapkan Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear dari Target 100 Lokasi

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 14:19 WIB

Terkini

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

×