Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Harga Minyak Stabil Pasca Kenaikan Ekstrem Imbas Krisis Iran, AS dan Venezuela

M Nurhadi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:33 WIB
Harga Minyak Stabil Pasca Kenaikan Ekstrem Imbas Krisis Iran, AS dan Venezuela
ARSIP - Kilang minyak lepas pantai Pertamina (Antara)
  • Harga minyak Brent dan WTI stabil pada Jumat 16 Januari 2025 karena meredanya kekhawatiran serangan AS ke Iran.
  • Pernyataan Presiden Trump mengenai meredanya ketegangan Teheran menurunkan premi risiko harga minyak mentah global.
  • Kenaikan persediaan minyak mentah Amerika dan pemulihan produksi Venezuela turut menekan harga minyak mentah.

Suara.com - Harga minyak stabil pada perdagangan Jumat 16 Januari 2025, dengan Brent dan WTI naik tipis dari harga penutupan sebelumnya. Kondisi ini terjadi setelah meredanya kekhawatiran pasar terhadap potensi serangan Amerika Serikat ke Iran.

Mengutip dari Investing.com, harga Brent turun 3 sen, atau 0,05 persen, menjadi USD 63,73 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 4 sen, atau 0,07 persen, menjadi USD 59,22 per barel pada pukul 02.23 GMT atau 09.23 WIB. 

Tercatat, Brent ataupun WTI naik ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir pekan ini setelah protes meletus di Iran dan Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan potensi serangan terhadap negara tersebut. 

Namun demikian, pada Kamis (16/1) malam Trump menyatakan bahwa ketegangan di Teheran mulai mereda. Pernyataan ini mengurangi kekhawatiran pasar akan adanya aksi militer yang dapat mengganggu pasokan minyak global. 

Berdasarkan laporan Energy Information Administration atau  Badan Informasi Energi AS, persediaan minyak mentah dan bensin Amerika telah meningkat lebih dari perkiraan analis juga meredam pasar.

"Hal ini memicu penurunan cepat 'premium Iran' yang telah mendorong harga ke level tertinggi dalam dua belas minggu, diperparah oleh data persediaan AS terbaru yang menunjukkan peningkatan substansial minyak mentah," kata analis IG, Tony Sycamore, dalam sebuah catatan.

Sejumlah sumber mengatakan kepada  Reuters bahwa Venezuela mulai memulihkan produksi minyaknya dan kembali melakukan ekspor. 

Pada saat yang sama, raksasa energi Shell merilis skenario ketahanan energi 2026 yang memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak secara optimis.

Shell memperkirakan kebutuhan energi utama pada tahun 2050 bisa meningkat hingga 25 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara OPEC menyatakan pada Rabu bahwa pasokan dan permintaan minyak global diperkirakan tetap seimbang sepanjang 2026.

Organisasi tersebut juga memproyeksikan konsumsi minyak akan kembali meningkat pada 2027 dengan laju pertumbuhan yang serupa dengan tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa yang Terjadi di Iran? Protes Rakyat, Internet Diputus, Dunia Bereaksi

Apa yang Terjadi di Iran? Protes Rakyat, Internet Diputus, Dunia Bereaksi

Your Say | Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:07 WIB

Iran Hubungi China, Bahas Ancaman Militer AS Pasca Manuver USS Abraham Lincoln

Iran Hubungi China, Bahas Ancaman Militer AS Pasca Manuver USS Abraham Lincoln

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:09 WIB

AS Dilaporkan Siapkan Serangan Kilat ke Iran, Sikap Trump Tentukan Perang Dunia?

AS Dilaporkan Siapkan Serangan Kilat ke Iran, Sikap Trump Tentukan Perang Dunia?

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:57 WIB

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:15 WIB

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:11 WIB

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:10 WIB

Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan

Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:03 WIB

OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG

OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:35 WIB

RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab

RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:25 WIB

'Cuci Gudang' BUMN Energi, Anak Usaha Pertamina Dipangkas dari 1.000 jadi 250

'Cuci Gudang' BUMN Energi, Anak Usaha Pertamina Dipangkas dari 1.000 jadi 250

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:09 WIB