IHSG Masih Betah di Level 9.000 di Pembukaan Awal Pekan

Achmad Fauzi

Senin, 19 Januari 2026 | 09:14 WIB
IHSG Masih Betah di Level 9.000 di Pembukaan Awal Pekan
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IHSG awal perdagangan Senin, 19 Januari 2026, bertahan di zona hijau mencapai level 9.083 dengan transaksi 4,80 miliar saham senilai Rp 2,48 triliun.
  • Proyeksi perdagangan IHSG diprediksi melemah dipengaruhi sentimen negatif pasar saham Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik global.
  • Aktivitas investor asing menunjukkan aksi beli bersih pada saham BBRI, PTRO, dan BMRI pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di level 9.000 pada awal perdagangan Senin, 19 Januari 2026. IHSG menguat ke level 9.098

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih bertahan di zona hijau ke levl 9.083 atau naik 0,17 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,80 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,48 triliun, serta frekuensi sebanyak 375.400 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 285 saham bergerak naik, sedangkan 285 saham mengalami penurunan, dan 388 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ESTI, BELL, ZATA, INOV, IKAN, ARGO, TRIS, NATO, RLCO, IRSX, HOPE.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, AYLS, OHEM, PGLI, WGSH, NINE, DGNS, AISA, FOLK, NASI, KIOS, WAPO.

Proyeksi IHSG

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan bergerak melemah, seiring sentimen negatif dari pasar global, khususnya Amerika Serikat.

Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, pasar saham AS ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (16/1). Indeks Dow Jones terkoreksi 0,17 persen, S&P 500 turun 0,06 persen, dan Nasdaq melemah 0,06 persen.

baca juga

Pelemahan Wall Street dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan Federal Reserve (The Fed), serta meningkatnya ketegangan geopolitik global. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun.

Imbal hasil atau Yield US Treasury 10 tahun tercatat naik 1,71 persen ke level 4,231 persen. Sementara itu, indeks dolar AS (USD Index) menguat tipis 0,07 persen ke posisi 99,39. Kombinasi penguatan dolar dan naiknya yield menjadi tekanan tambahan bagi pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Kami memperkirakan IHSG bergerak melemah, didorong sentimen negatif pasar AS dan regional," tulis tim analis Samuel Sekuritas dalam risetnya.

Di kawasan regional, mayoritas bursa Asia juga menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks STOXX Eropa turun 0,2 persen, EIDO melemah 0,4 persen, sementara indeks STI Singapura justru menguat 0,3 persen. IHSG sendiri pada penutupan perdagangan sebelumnya tercatat menguat 0,5 persen ke level 9.075.

Dari sisi komoditas, harga minyak Brent naik 0,6 persen ke USD 64 per barel, disusul CPO Malaysia yang melonjak 2,1 persen ke MYR 4.072 per ton. Harga batu bara ICE menguat 0,8 persen, sementara nikel terkoreksi tajam 5,4 persen ke USD 17.457 per ton. Harga emas dunia juga turun 0,4 persen ke USD 4.596 per troy ounce.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat 0,2 persen ke level Rp16.885 per dolar AS, memberikan sentimen penahan bagi tekanan IHSG.

Sementara itu, aktivitas investor asing pada perdagangan 15 Januari 2026 mencatatkan aksi beli bersih terbesar pada saham BBRI, PTRO, dan BMRI. Adapun saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah BUMI, NCKL, dan ARCI.

Adapun sejumlah sentimen korporasi yang menjadi sorotan pasar antara lain BMRI yang mencatatkan penyerapan dana obligasi secara penuh, BWPT yang menyuntikkan modal Rp180 miliar ke entitas anak, serta TOBA yang berencana menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar.

Dengan kombinasi sentimen global yang masih menekan dan pergerakan komoditas yang beragam, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan eksternal serta saham-saham berbasis fundamental kuat dalam menghadapi volatilitas IHSG.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Diprediksi Sideways, Cek Saham-saham Rekomendasi Analis Hari Ini

IHSG Diprediksi Sideways, Cek Saham-saham Rekomendasi Analis Hari Ini

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 08:49 WIB

Pergerakan Saham BUMI: Dilepas Asing, Diborong Lokal, Proyeksi Masih Kuat?

Pergerakan Saham BUMI: Dilepas Asing, Diborong Lokal, Proyeksi Masih Kuat?

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 06:45 WIB

Proyeksi IHSG 19 Januari: Menimbang BI Rate di Tengah Gejolak Tarif Global

Proyeksi IHSG 19 Januari: Menimbang BI Rate di Tengah Gejolak Tarif Global

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 06:05 WIB

Terkini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:45 WIB

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

×