- Igor Tolic menegaskan kekalahan Persib dari Persija merupakan tanggung jawab kolektif seluruh tim.
- Persib langsung mengalihkan fokus memulihkan stamina jelang laga Asia melawan FC Seoul.
- Kekalahan 1-2 di Jakarta menahan posisi Persib di peringkat kelima klasemen sementara.
Suara.com - Kekalahan Persib Bandung di markas Persija Jakarta murni menjadi tanggung jawab seluruh tim, bukan kesalahan perorangan.
Staf pelatih Maung Bandung menolak menyudutkan pemain tertentu meski sektor kanan pertahanan menjadi celah awal terciptanya gol lawan.
Evaluasi menyeluruh menjadi fokus utama pelatih ketimbang menunjuk hidung pemain yang tampil di lapangan.

Persib menilai kekompakan tim yang meredup di momen krusial menjadi penyebab utama hasil minor di Jakarta.
"Ya, saya rasa hari ini tidak ada seorang pun yang boleh merasa puas dengan penampilan siapa pun. Anda tahu, kesalahan itu bukan hanya dibuat oleh satu orang saja," kata Pelatih Persib Bandung Igor Tolic dalam jumpa pers setelah pertandingan usai.
Kolektivitas permainan Persib gagal menahan gempuran serangan cepat tim tuan rumah sepanjang laga.
Sektor pertahanan gagal mengantisipasi ancaman berulang yang akhirnya mengonversi peluang lawan menjadi gol kemenangan.
"Setiap pemain bisa bermain bagus, melakukan penyelamatan, saling membantu dengan cepat. Hari ini, ada sekitar tiga kali kami tidak melakukannya. Sekitar tiga kali mereka punya peluang mencetak gol, meski kami sempat berhasil mengantisipasinya. Jadi ya, menurut saya secara keseluruhan, tidak ada hal bagus yang keluar dari permainan kami hari ini," kata dia.
Drama di Stadion Utama Gelora Bung Karno berakhir dramatis lewat gol penentu Ivan Mamut menjelang laga usai.
Persib sebenarnya sempat menyamakan kedudukan melalui Balsa Sekulic sebelum akhirnya gawang mereka kembali bobol di menit akhir.
Tekanan puluhan ribu suporter tuan rumah di dalam stadion diakui memberi tantangan komunikasi bagi para pemain di lapangan.
Meski demikian, jajaran pelatih menegaskan kebisingan tribune bukan alasan utama di balik kekalahan Maung Bandung.
"Memang bagi pemain sedikit sulit untuk saling berkomunikasi di atas lapangan karena suasananya sangat bising. Namun kami sudah menekankan sejak awal agar kami percaya pada diri sendiri, berhati-hati di awal laga, sangat fokus, saling membantu, dan kemudian mencoba berkembang menit demi menit," kata pelatih asal Kroasia itu.
Persib memilih menyapu bersih kekecewaan dan langsung mengalihkan radar fokus ke kompetisi antarklub Asia.
Jadwal padat menuntut kebugaran fisik dan mental pemain agar siap menantang FC Seoul di Korea Selatan.
"Kami tidak punya banyak waktu untuk bersedih, kami juga tidak punya waktu untuk merasa lelah. Kami harus segera memulihkan kondisi dan bersiap menuju Seoul untuk menampilkan performa terbaik," kata Tolic.
Hasil laga pekan kedua BRI Super League 2026/27 ini mengubah peta persaingan papan atas klasemen sementara. Persib Bandung harus rela turun ke posisi kelima dengan perolehan tiga poin, sementara Persija Jakarta melesat ke peringkat kedua usai mengamankan enam poin sempurna.