Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:39 WIB
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (18/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Thomas Djiwandono dinilai profesional meski berasal dari Partai Gerindra.Independensi
  • Pencalonan Deputi BI tidak merusak independensi karena melalui proses seleksi.
  • Thomas diprediksi dipersiapkan menjadi Gubernur BI dalam lima tahun ke depan.

Suara.com - Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) memicu diskusi hangat di ruang publik. Sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto, langkah Thomas kerap dikaitkan dengan privilege keluarga.

Namun, Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai kekhawatiran mengenai terganggunya independensi BI tidaklah beralasan.

Ibrahim mengakui adanya opini publik yang skeptis terhadap masuknya figur politisi sekaligus keluarga dekat Presiden ke dalam jajaran petinggi bank sentral. Meski begitu, ia menekankan bahwa jabatan yang disasar Thomas adalah posisi Deputi melalui mekanisme pencalonan resmi, bukan penunjukan langsung.

"Thomas Djiwandono ini adalah figur milenial yang cukup bagus dalam masalah keuangan. Wajar jika ia mencalonkan diri. Meski kader Gerindra, kita harus melihatnya sebagai seorang profesional, jangan hanya partai yang mengusung," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Diproyeksikan Jadi Gubernur BI Masa Depan? Ibrahim melihat posisi Deputi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi moneter BI dengan sentuhan profesional muda. Ia bahkan memprediksi bahwa pencalonan ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang.

"Jika terpilih, kemungkinan besar dalam lima tahun ke depan ia akan dipersiapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia," lanjutnya.

Menjaga Marwah Independensi Menepis isu intervensi pemerintah, Ibrahim menjelaskan bahwa posisi Thomas saat ini sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) hanyalah jabatan pembantu menteri yang tidak memiliki otoritas kebijakan penuh. Hal ini berbeda dengan di Amerika Serikat, di mana Gedung Putih memiliki pengaruh lebih langsung dalam pencalonan Gubernur Bank Sentral.

Menurut Ibrahim, selama Presiden tidak memberikan pernyataan yang mendikte kebijakan moneter, maka tatanan independensi BI akan tetap terjaga. Kehadiran Thomas justru dianggap mampu menyegarkan birokrasi bank sentral dengan perspektif baru dari generasi milenial.

Presiden Prabowo Subianto resmi menyodorkan nama keponakannya, Thomas Djiwandono, sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Langkah ini diambil menyusul pengunduran diri Juda Agung dari jabatan strategis di bank sentral tersebut.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa Presiden telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI untuk memproses pergantian kepemimpinan ini.

"Berkenaan dengan Deputi Gubernur BI, ini bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur BI, Juda Agung," ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/1/2026).

Proses Seleksi di DPR Sesuai regulasi, kandidat yang diusulkan Presiden harus melewati proses seleksi serta fit and proper test di DPR RI.

Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, menjadi nama utama yang diusulkan untuk mengisi kekosongan tersebut.

"Ada beberapa nama dan yang diusulkan Thomas (Djiwandono)," tutur Prasetyo.

Sebagai informasi, Juda Agung sebenarnya memiliki masa jabatan hingga 2027. Sebelum di BI, Juda memiliki rekam jejak panjang termasuk menjadi Direktur Eksekutif di IMF. Pengunduran dirinya yang tergolong mendadak ini pun memicu perhatian publik terkait arah kebijakan moneter dan independensi BI ke depan.

Kini, bola panas ada di tangan DPR untuk menentukan apakah Thomas Djiwandono layak menduduki kursi Deputi Gubernur BI guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocoran Purbaya: Tukar Jabatan Wamenkeu dan BI Terjadi Sebelum Februari

Bocoran Purbaya: Tukar Jabatan Wamenkeu dan BI Terjadi Sebelum Februari

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 15:37 WIB

Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Segini Gajinya

Keponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Segini Gajinya

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 15:36 WIB

Kurs Rupiah Terus Melemah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Inikah Penyebabnya

Kurs Rupiah Terus Melemah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Inikah Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?

Saham BBCA dan BBRI Sedang 'Cuci Gudang', Saatnya Borong?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 23:33 WIB

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Pasar Modal Indonesia Ditinggal Investor, 15 Perusahaan Masih Nekat IPO Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:51 WIB

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

MinyaKita Hilang dari Rak Toko, Tukang Gorengan Akui Rugi Pengeluaran Bengkak

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:49 WIB

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Punya Rumah Tak Lagi Ribet, Pengajuan KPR untuk Gen Z Dipermudah

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:43 WIB

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Meski Rupiah-IHSG Loyo, Purbaya Buktikan Arus Modal Asing Masih Ramai Masuk RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:37 WIB

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Akibat IHSG Bobrok, Dana Asing Telah Keluar Rp 4,1 T Sepanjang Mei

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:25 WIB

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Raih Kinerja Topcer, Anak usaha Emiten TUGU Catatkan Laba Bersih Rp 95,1 M di 2025

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:17 WIB

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:30 WIB

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:23 WIB

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:46 WIB