Kurs Rupiah Terus Melemah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Inikah Penyebabnya

M Nurhadi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:20 WIB
Kurs Rupiah Terus Melemah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Inikah Penyebabnya
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Rupiah menunjukkan tren negatif pada pembukaan perdagangan Selasa pagi (20/1/2026). Nilai tukar Rupiah terpantau merosot sebesar 30 poin atau sekitar 0,18 persen, yang membawa posisinya ke level Rp16.985 per dolar AS.

Tekanan ini melanjutkan tren depresiasi yang terjadi sejak awal pekan, di mana sebelumnya Rupiah ditutup di angka Rp16.955 pada Senin sore.

Kondisi ini cukup ironis mengingat indeks dolar AS (DXY) sebenarnya sedang berada dalam zona merah di level 99,19.

Berdasarkan laporan terbaru World Economic Outlook dari IMF, mata uang greenback tengah tertekan akibat sentimen negatif menyusul dimulainya penyelidikan terhadap Ketua Federal Reserve.

Namun, alih-alih menguat, Rupiah justru mencatatkan performa terburuk di antara mata uang Asia lainnya.

Sejak awal pekan, Rupiah sudah menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan dengan fluktuasi yang cukup lebar di rentang Rp16.850 hingga Rp16.945 per dolar AS.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mengonfirmasi pelemahan ini dengan menetapkan kurs referensi di posisi Rp16.935, berbanding jauh dari posisi sebelumnya di Rp16.880.

Ketidakmampuan Rupiah untuk bangkit saat dolar melemah menandakan adanya tekanan internal yang cukup kuat di pasar domestik, melampaui faktor ekonomi makro global.

Isu Independensi BI dan Pencalonan Thomas Djiwandono

baca juga

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi situasi ini dengan menyoroti adanya spekulasi pasar yang cukup kencang.

Pasar disinyalir tengah mencermati isu independensi Bank Indonesia (BI). Hal ini berkaitan erat dengan pengusulan nama Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, sebagai calon Deputi Gubernur BI.

dari kiri ke kanan : Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono dan Wakil Menteri Keuangan I Suahasil Nazara jalan berdampingan saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (18/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
dari kiri ke kanan : Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono dan Wakil Menteri Keuangan I Suahasil Nazara jalan berdampingan saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (18/7/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Thomas, yang juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, dianggap pasar sebagai sinyal penguatan pengaruh pemerintah di tubuh bank sentral.

Di tengah risiko pelemahan yang kian mendekati level psikologis baru, pemerintah berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan otoritas moneter.

Strategi percepatan belanja di kuartal pertama 2026 diharapkan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meredam gejolak di pasar valuta asing.

Namun, para analis menilai bahwa selama isu mengenai struktur kepemimpinan di Bank Indonesia belum mendapatkan kepastian yang memuaskan bagi investor global, volatilitas Rupiah diperkirakan masih akan tetap tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama

Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 14:53 WIB

Survei Bank Indonesia : Kegiatan Dunia Usaha Masih Lesu

Survei Bank Indonesia : Kegiatan Dunia Usaha Masih Lesu

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 13:15 WIB

Rupiah Lesu, Segini Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Lesu, Segini Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 11:01 WIB

Terkini

Kawasan Agro Eduwisata di Bogor Ini Padukan Kavling, Fasilitas Rekreasi, dan Lingkungan Hijau

Kawasan Agro Eduwisata di Bogor Ini Padukan Kavling, Fasilitas Rekreasi, dan Lingkungan Hijau

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 15:54 WIB

Kilang Minyak Arab Saudi Terbakar Akibat Hantaman Rudal Houthi Yaman

Kilang Minyak Arab Saudi Terbakar Akibat Hantaman Rudal Houthi Yaman

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:52 WIB

Jaga Hutan dari Kearifan Lokal, Mengapa Masyarakat Adat Perlu Dilibatkan dalam Pencegahan Karhutla?

Jaga Hutan dari Kearifan Lokal, Mengapa Masyarakat Adat Perlu Dilibatkan dalam Pencegahan Karhutla?

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:49 WIB

Kebiasaan Menepuk Punggung saat Anak Batuk Ternyata Berisiko Fatal, Ini Kata Dokter Anak!

Kebiasaan Menepuk Punggung saat Anak Batuk Ternyata Berisiko Fatal, Ini Kata Dokter Anak!

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 15:48 WIB

4 Ruang Baca di Jogja untuk Tempat Nyaman Menyelami Buku bagi Introvert

4 Ruang Baca di Jogja untuk Tempat Nyaman Menyelami Buku bagi Introvert

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 15:47 WIB

Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Pakai Gaya Koboi

Setahun Jabat Menkeu, Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Pakai Gaya Koboi

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 15:46 WIB

Presiden Instruksikan Karhutla Tidak Meluas ke Zona Inti IKN

Presiden Instruksikan Karhutla Tidak Meluas ke Zona Inti IKN

Video | Selasa, 08 September 2026 | 15:45 WIB

Wacana Dwi Kewarganegaraan, Diaspora Belum Tentu Pulang, Apa yang Kurang dari Indonesia?

Wacana Dwi Kewarganegaraan, Diaspora Belum Tentu Pulang, Apa yang Kurang dari Indonesia?

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:43 WIB

Penumpang Bandara Pekanbaru Bisa Refund-Reschedule Imbas Erupsi Anak Krakatau

Penumpang Bandara Pekanbaru Bisa Refund-Reschedule Imbas Erupsi Anak Krakatau

Riau | Selasa, 08 September 2026 | 15:43 WIB

Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3

Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:37 WIB

×