Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.196,430
LQ45 614,786
Srikehati 299,961
JII 371,907
USD/IDR 17.968

Obligasi Jepang Berguncang, Yield JGB Sentuh Level Tertinggi Sejak 1999

M Nurhadi

Rabu, 21 Januari 2026 | 07:24 WIB
Obligasi Jepang Berguncang, Yield JGB Sentuh Level Tertinggi Sejak 1999
Jepang.[Unsplash/Roméo A]
baca 10 detik
  • Yield obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun melampaui 2,3% pada Rabu (21/1/2026), tertinggi sejak Februari 1999.
  • Pemicu utama adalah rencana PM Takaichi menggelar Pemilu dadakan demi kebijakan fiskal ekspansif dan pemotongan pajak.
  • Kekhawatiran defisit fiskal mendorong yield tenor 40 tahun menembus level psikologis 4% untuk pertama kalinya.

Suara.com - Pasar keuangan Jepang saat ini tengah berada dalam tekanan hebat seiring dengan melonjaknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Jepang (Japanese Government Bonds/JGB).

Pada perdagangan Rabu (21/1/2026), yield JGB tenor 10 tahun melesat hingga melampaui angka 2,3%, mencatatkan rekor tertinggi dalam hampir tiga dekade terakhir atau sejak Februari 1999.

Kenaikan imbal hasil ini mencerminkan aksi jual masif di pasar surat utang.

Sebagai informasi, pergerakan yield berbanding terbalik dengan harga; ketika yield melonjak, hal itu menandakan harga obligasi sedang jatuh karena investor berbondong-bondong melepas aset mereka akibat kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal negara.

Sentimen negatif pasar dipicu oleh manuver politik Perdana Menteri Sanae Takaichi. PM Takaichi dilaporkan berencana membubarkan parlemen pada Jumat (23/1/2026) dan menggelar pemilihan umum (Pemilu) dadakan pada 8 Februari mendatang.

Strategi ini dianggap sebagai upaya untuk mengonsolidasi kekuasaan guna melancarkan kebijakan fiskal yang ekspansif.

Fenomena ini dikenal di pasar sebagai "Takaichi Trade", sebuah pola di mana indeks saham Nikkei cenderung menguat, namun nilai tukar Yen dan harga obligasi pemerintah justru melemah tajam.

Investor mulai mengantisipasi lonjakan pengeluaran pemerintah yang akan didanai oleh utang baru, terutama setelah muncul wacana pemangkasan pajak penjualan makanan menjadi 0% serta pemotongan pajak konsumsi lainnya.

Kekhawatiran Defisit dan Tekanan di Berbagai Tenor

baca juga

Kekhawatiran terhadap defisit anggaran yang membengkak telah menyebar ke berbagai tenor obligasi:

  • Tenor 10 Tahun: Menyentuh level 2,325% pada Rabu pagi, melanjutkan tren kenaikan dari posisi 2,274% di awal pekan.
  • Tenor 40 Tahun: Untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak diterbitkan pada 2007, yield tenor sangat panjang ini menembus level psikologis 4% pada Selasa (20/1/2026).
  • Tenor 5 Tahun: Mencapai rekor tertinggi di tengah rencana Kementerian Keuangan Jepang untuk melelang surat berharga senilai 2,5 triliun yen.

Masahiko Loo, strategis senior dari State Street Investment Management, menilai bahwa fenomena ini bukan sekadar masalah pasokan dan permintaan.

"Pasar sedang melakukan penyesuaian ulang terhadap premi risiko seiring sinyal kebijakan fiskal yang lebih agresif dan tekanan inflasi yang masih bertahan," ujarnya seperti dikutip dari CNBC International.

Di sisi lain, kemampuan Bank of Japan untuk merespons kondisi ini melalui kenaikan suku bunga lebih lanjut tampak sangat terbatas.

Data terbaru menunjukkan aktivitas manufaktur Jepang melambat akibat friksi perdagangan global, sementara sektor jasa terhambat oleh tantangan di industri pariwisata.

Meski demikian, pasar tetap memantau pertemuan kebijakan BoJ pekan ini. Walaupun suku bunga diperkirakan tetap bertahan setelah kenaikan pada Desember lalu, pelaku pasar menantikan sinyal hawkish dari Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, terkait potensi kenaikan suku bunga di bulan Juni mendatang untuk meredam inflasi.

Kombinasi antara ketidakpastian politik, rencana pemotongan pajak yang ambisius, dan melambatnya ekonomi sektor riil menciptakan badai sempurna bagi pasar surat utang Jepang di awal tahun 2026 ini.


DISCLAIMER: Investasi pada obligasi internasional dan pasar uang memiliki risiko volatilitas tinggi yang dipengaruhi oleh kebijakan fiskal dan moneter global. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Fluktuasi yield JGB dapat berdampak pada pasar obligasi domestik dan nilai tukar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Di Balik Janji Dai Nippon

Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Di Balik Janji Dai Nippon

Your Say | Selasa, 20 Januari 2026 | 16:15 WIB

Review Film Two Seasons, Two Strangers: Kisah-kisah Kemenangan Kecil yang Menyentuh

Review Film Two Seasons, Two Strangers: Kisah-kisah Kemenangan Kecil yang Menyentuh

Your Say | Selasa, 20 Januari 2026 | 09:20 WIB

Hello Mellow oleh NCT Wish: Ubah Momen Suka dan Duka Jadi Kenangan Hangat

Hello Mellow oleh NCT Wish: Ubah Momen Suka dan Duka Jadi Kenangan Hangat

Your Say | Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45 WIB

Terkini

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:15 WIB

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:12 WIB

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:50 WIB

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:28 WIB

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:19 WIB

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:10 WIB

×