Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?

M Nurhadi Suara.Com
Minggu, 01 Maret 2026 | 14:59 WIB
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
Mojtaba Hosseini Khamenei (tengah) [Webangar.ir]

Suara.com - Dunia internasional kini tengah menahan napas menyusul laporan mengejutkan mengenai wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada awal Maret 2026 ini.

Di tengah ketidakpastian politik dan ancaman perang terbuka di Timur Tengah, satu nama mencuat ke permukaan sebagai kandidat paling kuat untuk mengisi kekosongan takhta di Teheran: Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei.

Selama berdekade-dekade, Mojtaba dikenal sebagai sosok misterius yang jarang tampil di depan publik.

Namun, di balik tirai kekuasaan Iran, ia dianggap sebagai arsitek kebijakan strategis yang memegang kendali atas banyak instrumen kekuasaan negara.

Latar Belakang dan Akar Revolusioner

Lahir di Mashhad pada 8 September 1969, Mojtaba tumbuh besar di tengah gejolak Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki Shah Iran.

Sebagai putra kedua dari Ali Khamenei, hidupnya dibentuk oleh ideologi perlawanan dan teokrasi.

Ia tidak hanya sekadar menjadi saksi sejarah, tetapi juga terlibat langsung dalam mempertahankan kedaulatan Iran dengan terjun ke medan tempur selama Perang Iran-Irak pada medio 1980-an.

Pengalaman perang ini tidak hanya menempa karakter militannya, tetapi juga menjadi fondasi hubungan eratnya dengan para petinggi Garda Revolusi Islam (IRGC).

Baca Juga: Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Minta WNI Siapkan Dokumen dan Segera Lapor Diri

Koneksi militer inilah yang di kemudian hari menjadi basis kekuatan utamanya dalam peta politik domestik Iran.

Hal yang paling unik dari profil Mojtaba Khamenei adalah absennya posisi resmi dalam struktur pemerintahan Iran.

Meski demikian, banyak analis intelijen Barat dan pengamat politik Timur Tengah menjuluki dirinya sebagai "penguasa bayangan" atau "bayangan Pemimpin Tertinggi".

Sejak awal 2000-an, Mojtaba diyakini telah mengambil alih manajemen harian di kantor kepresidenan ayahnya (Beyt-e Rahbari).

Ia berperan sebagai penjaga pintu (gatekeeper) yang mengatur siapa saja yang bisa mengakses Ali Khamenei. Pengaruhnya merambah luas ke berbagai sektor:

  • Keamanan Nasional: Memiliki pengaruh besar dalam penunjukan komandan militer dan intelijen.
  • Strategi Regional: Diyakini terlibat dalam koordinasi jaringan proksi Iran di Lebanon, Suriah, dan Yaman.
  • Politik Domestik: Mengendalikan arah kebijakan strategis yang harus dipatuhi oleh Presiden dan Parlemen Iran.
    Pendidikan Ulama dan Status Hojjatoleslam

Secara klerikal, Mojtaba memegang gelar Hojjatoleslam, sebuah tingkatan ulama menengah dalam hierarki Syiah. I

a menempuh pendidikan agama di seminari bergengsi di Qom, di bawah bimbingan beberapa ulama paling konservatif di Iran, termasuk mendiang Ayatollah Mohammad-Taqi Mesbah Yazdi.

Meskipun secara akademis ia belum mencapai gelar "Ayatollah" (yang biasanya menjadi syarat tak tertulis untuk menjadi Pemimpin Tertinggi), banyak pihak meyakini bahwa proses "akselerasi" gelar keagamaan bisa saja terjadi demi melegitimasi posisinya sebagai suksesor sang ayah.

Nama Mojtaba Khamenei mulai dikenal luas secara negatif oleh publik internasional saat pecahnya protes pemilu tahun 2009 (Gerakan Hijau).

Ia dituduh sebagai sosok di balik layar yang memerintahkan tindakan keras dan represif terhadap para demonstran.

Reputasinya sebagai tokoh garis keras (hardliner) semakin kuat setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepadanya pada tahun 2019 atas perannya menekan aktivitas regional yang dianggap mengancam stabilitas.

Dilema Suksesi: Dinasti atau Revolusi?

Mencuatnya nama Mojtaba sebagai pengganti Ali Khamenei memicu perdebatan sengit di internal Iran. Revolusi Islam 1979 dibangun di atas semangat anti-monarki dan penolakan terhadap kepemimpinan turun-temurun.

J Mojtaba benar-benar naik takhta, Iran menghadapi dilema ideologis: apakah mereka sedang membangun "dinasti baru" dalam bingkai Republik Islam?

Namun, dengan situasi perang yang kini sedang berkecamuk di depan pintu Teheran, militer dan IRGC kemungkinan besar akan memprioritaskan stabilitas serta keberlanjutan garis kebijakan keras yang selama ini diwakili oleh Mojtaba.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI