Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

AMSI Gandeng Deep Intelligence Research Gelar Diskusi Mengupas Masa Depan Media

Liberty Jemadu

Jum'at, 30 Januari 2026 | 21:06 WIB
AMSI Gandeng Deep Intelligence Research Gelar Diskusi Mengupas Masa Depan Media
Pendiri Deep Intelligence Research (DIR) Rhenald Kasali berbicara dalam diskusi bertajuk Quantum Age, Big Data, dan Masa Depan Industri Media di Kantor Suara.com, Jakarta, Jumat (30/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • AMSI dan DIR mengadakan diskusi di Jakarta pada 30 Januari 2026 mengenai disrupsi industri media.
  • Rhenald Kasali menyarankan media fokus mencari audiens, membangun keterlibatan, serta mengikuti perubahan algoritma platform.
  • Suwarjono menegaskan kredibilitas data menjadi pembeda utama media profesional dari konten kreator saat ini.

Suara.com - Industri media di Indonesia kini sedang berada di persimpangan krusial dengan menghadapi berbagai disrupsi yang datang dari teknologi akal imitasi (AI), perubahan audiens dan pencarian model bisnis yang berkelanjutan.

Untuk mencari terobosan atas masalah itu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) berkolaborasi dengan Deep Intelligence Research (DIR) menggelar diskusi bulanan bertajuk "Quantum Age, Big Data, dan Masa Depan Industri Media" di Kantor Suara.com di Mega Kuningan Timur, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Pendiri DIR yang juga pakar manajemen bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali dalam diskusi itu mengatakan industri media saat ini harus pandai mencari crowd, membangun engagement dengan pembaca dan membaca perubahan algoritma.

Rhenald mengatakan mencari crowd merupakan cara agar media mendapatkan audiens yang tepat, yang memang membutuhkan informasi yang diproduksi serta disajikan oleh media.

Sementara membangun engagement, dengan organisasi media merawat audiensnya, mendengarkan kebutuhan mereka dan memberikan ruang bagi mereka untuk bersuara.

"Engagement harus kita bangun ketika kita membuat berita. Harus ada menurut saya engagement. Hari ini orang ingin didengar,” ungkapnya.

Sementara soal algoritma, ia mengatakan perubahan pada algoritma platform digital harus terus diikuti suka tidak suka karena sangat berpengaruh untuk menjangkau audiens.

"Sayang sekali kalau teman-teman bikin berita tidak memperhatikan algoritma. Hari ini algoritma kita harus lihat. Kata kuncinya apa, kemudian hashtag-nya apa, pengaruhnya bagaimana, terus diobservasi dengan judul ini bagaimana, kira-kira seperti apa, masyarakat berpengaruh bagaimana," papar Rhenald.

Pembicara lainnya, Wakil Ketua Umum AMSI yang juga CEO Suara.com, Suwarjono menekankan bahwa pembeda utama antara media profesional dan influencer atau konten kreator adalah kredibilitas. Di saat influencer lebih banyak mengandalkan pengalaman subjektif atau pesanan sponsor, media siber harus berdiri tegak di atas fondasi data yang kuat.

baca juga

"Justru di situlah menurut saya kekuatan media kita," kata Suwarjono.

Ia juga menyoroti perubahan model bisnis media. Menurutnya, era mengejar traffic masif melalui isu hiburan dan gosip mulai memudar karena kalah bersaing dengan platform gratis lainnya.

Masa depan media terletak pada konten dan informasi mendalam yang memiliki story behind the story, terutama di sektor ekonomi dan bisnis.

“Tapi untuk membuat story behind the story terkait transaksi, terkait corporate action, terkait dengan misalnya mengupas kelayakan sebuah perusahaan terbuka misalnya, dengan background-background dan lain-lain, itu yang punya media. Hanya media yang punya itu," tambahnya.

Yang tak kalah penting, terang Suwarjono, adalah media harus berani untuk melakukan cepat beradaptasi dengan perubahan agar bisa menemukan tidak saja audiens tapi juga model bisnis yang tepat serta berkelanjutan.

Penulis: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisnis 2026: Rhenald Kasali Soroti Dominasi AI dan Pergeseran Psikologi Publik

Bisnis 2026: Rhenald Kasali Soroti Dominasi AI dan Pergeseran Psikologi Publik

Bisnis | Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:13 WIB

Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta

Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 22:10 WIB

50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital

50 Medsos Lokal Ramaikan ISMN Yogyakarta Meetup 2026, Bahas Kolaborasi di Era Digital

News | Senin, 12 Januari 2026 | 15:39 WIB

Tanggapi Kritik Lewat Prestasi, Qodari Sebut Prabowo Sosok Sabdo Pandito Ratu

Tanggapi Kritik Lewat Prestasi, Qodari Sebut Prabowo Sosok Sabdo Pandito Ratu

News | Senin, 05 Januari 2026 | 16:41 WIB

Riset DIR: Banjir Sumatra dan Aceh Bergeser Jadi Krisis Legitimasi dan Ancaman Stabilitas Nasional

Riset DIR: Banjir Sumatra dan Aceh Bergeser Jadi Krisis Legitimasi dan Ancaman Stabilitas Nasional

News | Jum'at, 26 Desember 2025 | 11:38 WIB

Terkini

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:42 WIB

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:40 WIB

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:15 WIB

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:10 WIB

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:59 WIB