Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pasar Modal Diguncang Mundurnya Pejabat OJK, IHSG Rawan Tekanan Jual

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:41 WIB
Pasar Modal Diguncang Mundurnya Pejabat OJK, IHSG Rawan Tekanan Jual
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
  • Mundurnya empat pejabat kunci OJK dan BEI diperkirakan menciptakan sentimen negatif pada pembukaan IHSG Senin (2/2/2026).
  • Pengunduran diri ini signifikan karena para pejabat tersebut mengawasi arsitektur regulasi pasar modal Indonesia.
  • Dalam jangka pendek, hal ini menyebabkan volatilitas IHSG yang lebar antara sentimen negatif dan bargain hunting.

Suara.com - Mundurnya pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan menimbulkan sentimen negatif yang terjadi pada pembukaan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan Senin (2/2/2026).

Pengamat pasar modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana,
menilai pengunduran diri pejabat tersebut jadi peristiwa institusional yang sangat signifikan bagi pasar modal Indonesia.

Adapun, keempat pejabat yang mundur diantaranya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, Wakil Dewan Komisioner OJK Mirza Adityawaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) Aditya Jayaantara.

Menurutnya, posisi dari para pejabat yang mundur itu, merupakan jantung arsitektur pengawasan pasar, mulai dari perumusan kebijakan strategis, pengawasan perdagangan dan emiten, hingga implementasi reformasi struktural yang selama ini menjadi sorotan investor global, khususnya terkait standar transparansi, kepemilikan saham, free float, dan tata kelola bursa.

Mulai Jumat (30/1), jajaran komisioner OJK memutuskan untuk berkantor langsung di Gedung BEI. Foto Rina-Suara.com
Mulai Jumat (30/1), jajaran komisioner OJK memutuskan untuk berkantor langsung di Gedung BEI. Foto Rina-Suara.com

"Mundurnya para pejabat kunci ini di tengah tekanan tajam IHSG tidak dapat dilepaskan dari konteks menurunnya kepercayaan pasar," katanya saat dihubungi Suara.com, Minggu (1/2/2026).

Hendra menuturkan, dalam jangka pendek, dinamika tersebut tercermin jelas pada pergerakan IHSG yang bergerak dalam rentang volatilitas yang lebar. IHSG diperkirakan ada di kisaran 8.210 hingga 8.550.

"Rentang yang luas ini mencerminkan tarik-menarik kuat antara sentimen negatif akibat ketidakpastian institusional dan upaya bargain hunting pada saham-saham berfundamental kuat," ucapnya.

Pola pergerakan tersebut mengindikasikan bahwa pasar belum memiliki keyakinan arah yang solid. Sehingga, setiap katalis negatif mudah memicu tekanan jual, sementara sentimen positif hanya mampu mendorong penguatan terbatas dan bersifat teknikal.

Hendra menuturkan, perspektif jangka menengah hingga panjang, peristiwa ini berpotensi menjadi momentum penting untuk mempercepat pembenahan menyeluruh pasar modal Indonesia. Asalkan, diikuti dengan langkah konkret, transparan, dan konsisten dari regulator.

Percepatan reformasi free float, penegakan exit policy, peningkatan transparansi kepemilikan saham, serta penguatan tata kelola Bursa Efek Indonesia akan menjadi kunci untuk menurunkan volatilitas dan mengembalikan tren penguatan IHSG secara lebih berkelanjutan.

"Pada akhirnya, pasar akan menilai bukan pada siapa yang mundur, melainkan pada apa yang dilakukan setelahnya," imbuhnya,

Lanjutnya, kecepatan penunjukan pengganti, kejelasan arah kebijakan, serta bukti nyata penegakan aturan akan menjadi penentu pergerakan pasar saham RI.

Jika dikelola dengan baik, pengunduran diri para petinggi OJK dapat menjadi awal dari fase transformasi pasar modal yang lebih kredibel, berdaya saing, dan selaras dengan standar global.

"Namun tanpa tindak lanjut yang kuat, pergerakan IHSG yang volatil dalam rentang lebar tersebut berisiko bertahan lebih lama dan terus membayangi kepercayaan investor," bebernya

IHSG Anljok

IHSG selama sepekan terakhir Januari alami anjlok 6,94 persen, imbas gonjang-ganjing MSCI. Seketaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan kinerja IHSG yang jeblok itu menyeret nilai kapitalisasi pasar terperosok 7,37 persen menjadi Rp 15.046 triliun.

"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turut berubah pada pekan ini, yaitu sebesar 6,94 persen sehingga ditutup pada level 8.329, dari posisi 8.951, pada pekan lalu," ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Sementara itu, berdasarkan perdagangan saham di BEI selama periode 26 - 30 Januari 2026 tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI yaitu sebesar 29,28 persen menjadi Rp 43,76 triliun, dari Rp 33,85 triliun pada pekan sebelumnya.

Kemudian, rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami peningkatan sebesar 1,59 persen menjadi 3,82 juta kali transaksi, dari 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu.  Sedangkan, data volume transaksi harian bursa pada pekan ini mengalami perubahan yaitu sebesar 3,69 persen menjadi 63,3 miliar lembar saham, dari 65,73 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Ambrol, Kapitalisasi Pasar Saham RI Merosot Jadi Rp 15.046 Triliun

IHSG Ambrol, Kapitalisasi Pasar Saham RI Merosot Jadi Rp 15.046 Triliun

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 11:23 WIB

Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Dirut PT BEI, Tugasnya di Hari Pertama Kerja Cukup Seram

Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Dirut PT BEI, Tugasnya di Hari Pertama Kerja Cukup Seram

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 01:11 WIB

Jabat Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi Beberkan Jurus Bersihkan BEI

Jabat Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi Beberkan Jurus Bersihkan BEI

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 03:10 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB