Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Purbaya Bantah Bos BEI dan OJK Ramai-ramai Mundur Gegara Prabowo Marah

Dicky Prastya

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:28 WIB
Purbaya Bantah Bos BEI dan OJK Ramai-ramai Mundur Gegara Prabowo Marah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
  • Menteri Keuangan membantah mundurnya petinggi BEI dan OJK disebabkan kemarahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Pengunduran diri pejabat BEI dan OJK pada Jumat (30/1/2026) merupakan bentuk tanggung jawab atas penurunan IHSG.
  • Presiden mendesak reformasi struktural pasar modal, termasuk demutualisasi dan pemberantasan manipulasi saham.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar bahwa ramai-ramai mundurnya petinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena kemarahan dari Presiden RI Prabowo Subianto.

"Enggak, beliau mah santai aja," kata Purbaya di Wisma Danantara, dikutip MInggu (1/2/2026).

Menkeu Purbaya juga menepis kalau pejabat BEI dan OJK mundur lantaran adanya ultimatum dari Prabowo. Menurutnya, pengunduran diri itu terjadi sebagai bentuk tanggung jawab menurunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa waktu lalu.

"Enggak mungkin mereka merasa bersalah mungkin, ya mereka mungkin tanggung jawabnya dengan mundur," jelasnya.

Diketahui pengunduran petinggi BEI dan OJK terjadi beruntun pada Jumat (30/1/2026) kemarin. Mulanya ada Iman Rachman yang mundur diri dari jabatannya sebagai Direktur Utama BEI.

Setelah BEI, pengunduran diri juga diumumkan para petinggi OJK. Mulai dari Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi;  Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) IB Aditya Jayaantara; dan terakhir Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.

Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram/presidenrepublikindonesia)
Presiden RI Prabowo Subianto (Instagram/presidenrepublikindonesia)

Di sisi lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi pasar modal Indonesia yang sedang mengalami masa-masa sulit pada empat hari terakhir.

Airlangga mengatakan Presiden mendesak percepatan reformasi struktural pasar modal lewat demutualisasi, peningkatan likuiditas lewat aturan free float 15 persen, dan pemberantasan praktik manipulasi termasuk goreng saham di PT Bursa Efek Indonesia atau BEI.

"Bapak Presiden memerintahkan percepatan reformasi integritas pasar antara lain dengan reformasi pasar modal secara struktural melalui demutualisasi bursa dan peningkatan likuiditas melalui kenaikan minimum free float menjadi 15 persen sesuai dengan standar global," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta Sabtu malam (31/1/2026).

Pemerintah juga akan memperketat regulasi terkait transparansi kepemilikan saham dengan mewajibkan keterbukaan identitas pemilik manfaat akhir (beneficial ownership).

"Evolusi struktural tersebut termasuk percepatan demutualisasi agar sejajar dengan bursa modern," ujar Airlangga.

Terkait adanya praktik manipulatif dalam pasar modal domestik, Airlangga menegaskan pemerintah tidak akan pernah mentoleransi.

"Terkait dengan penertiban praktik spekulatif yang merusak pasar, pemerintah tidak mentolerir, sekali lagi pemerintah tidak mentolerir praktik manipulatif share pricing atau saham gorengan manipulatif yang merugikan investor dan merusak kredibilitas dan integritas pasar modal di Indonesia," ujarnya.

Menurut Airlangga cara-cara tersebut bukan hanya berdampak pada harga sama, tapi juga ekonomi nasional.

"Dan menghambat arus penanaman modal asing ataupun Foreign Direct Investment yang diperlukan Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham-saham Milik Konglomerat Terancam Aturan Free Float, Potensi Delisting?

Saham-saham Milik Konglomerat Terancam Aturan Free Float, Potensi Delisting?

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 12:19 WIB

Purbaya Pede IHSG Tak Lagi Kebakaran Senin Depan Meski Petinggi BEI dan OJK Mundur

Purbaya Pede IHSG Tak Lagi Kebakaran Senin Depan Meski Petinggi BEI dan OJK Mundur

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 12:14 WIB

Tak Hanya Danantara, Lembaga Keuangan Asing Bisa Jadi Pemegang Saham BEI

Tak Hanya Danantara, Lembaga Keuangan Asing Bisa Jadi Pemegang Saham BEI

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 12:05 WIB

Pasar Modal Diguncang Mundurnya Pejabat OJK, IHSG Rawan Tekanan Jual

Pasar Modal Diguncang Mundurnya Pejabat OJK, IHSG Rawan Tekanan Jual

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 11:41 WIB

Drama OJK: Setelah Ketua dan Wakil Mundur, Siapa yang Ditunjuk Prabowo Jadi Pengganti?

Drama OJK: Setelah Ketua dan Wakil Mundur, Siapa yang Ditunjuk Prabowo Jadi Pengganti?

News | Minggu, 01 Februari 2026 | 11:40 WIB

IHSG Ambrol, Kapitalisasi Pasar Saham RI Merosot Jadi Rp 15.046 Triliun

IHSG Ambrol, Kapitalisasi Pasar Saham RI Merosot Jadi Rp 15.046 Triliun

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 11:23 WIB

Terkini

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Pemerintah Diminta Perkuat Fiskal dan Transformasi Sektor Riil

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:59 WIB

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51 WIB

Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi

Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:28 WIB

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB