- Menteri Keuangan membantah mundurnya petinggi BEI dan OJK disebabkan kemarahan Presiden Prabowo Subianto.
- Pengunduran diri pejabat BEI dan OJK pada Jumat (30/1/2026) merupakan bentuk tanggung jawab atas penurunan IHSG.
- Presiden mendesak reformasi struktural pasar modal, termasuk demutualisasi dan pemberantasan manipulasi saham.
Untuk itu, pemerintah akan mendukung penuh upaya penegakan hukum terkait adanya manifulasi saham.
"Bursa Efek Indonesia bersama aparat penegak hukum akan melakukan tindakan tegas terhadap siapa pun pihak yang bertentangan dengan peraturan bursa, POJK, undang-undang jasa keuangan yang berlaku. Pemerintah akan mendukung penuh proses hukum agar berjalan sesuai dengan aturan," katanya.
Terkait stabilitas dan keberlanjutan pasar modal, Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan, jajaran pengurus OJK, dan Bursa Efek Indonesia untuk menjamin operasional bursa tetap berjalan normal di bawah kepemimpinan transisi. Instruksi tersebut menekankan agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan dalam pengawasan keuangan maupun pasar modal.
Kepada para investor domestik dan mitra internasional, Presiden Prabowo menyampaikan pesan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat serta tangguh.
"Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia," ujar Airlangga menyampaikan pesan Prabowo.