Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:52 WIB
Ada Proyek Gentengisasi Prabowo, Purbaya Pikir-pikir Pangkas Anggaran MBG
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi realokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendanai kebijakan mengganti atap rumah dari seng ke genteng alias gentengisasi. Foto Dok Kemenkeu.
baca 10 detik
  • Purbaya buka opsi realokasi anggaran MBG untuk mendanai kebijakan mengganti atap rumah dari seng ke genteng alias gentengisasi.
  • Purbaya juga menjelaskan, perhitungan anggaran gentengisasi yang beredar saat ini masih bersifat kasar.
  • Purbaya menilai, perhitungan yang mengasumsikan seluruh rumah diganti gentengnya membuat angka kebutuhan anggaran menjadi membengkak.

Suara.com - Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi realokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendanai kebijakan mengganti atap rumah dari seng ke genteng alias gentengisasi.

Saat ditanya soal besaran anggaran, Purbaya memperkirakan nilainya tidak besar terlalu besar.

"(Anggarannya) nggak sampai 1 triliun, kan," ujar Purbaya usai acara Indonesia Economic Summit di Jakarta, Selasa (3/1/2026).

Menurut Purbaya, pemerintah memiliki sejumlah cadangan anggaran yang dapat digunakan untuk membiayai program tersebut. Salah satu opsi yang terbuka adalah realokasi dari pos lain yang sebelumnya telah disesuaikan.

Ketika ditanya apakah anggaran program MBG yang bisa menjadi sumber pendanaan gentengisasi, Purbaya tidak menutup kemungkinan tersebut.

"Ada kemungkinan dari situ (anggaran MBG), ada kemungkinan dari tempat lain. Tapi cukuplah, enggak banyak-banyak amat kalau enggak salah anggarannya itu," kata dia.

Purbaya juga menjelaskan, perhitungan anggaran gentengisasi yang beredar saat ini masih bersifat kasar. Menurut dia, hitungan tersebut dilakukan dengan asumsi seluruh rumah harus mengganti genteng, padahal kondisi di lapangan tidak demikian.

Ia menyebut program gentengisasi ditujukan untuk mengganti genteng seng dengan material lain yang dinilai lebih layak. Namun, tidak semua rumah menggunakan genteng seng sehingga kebutuhan anggarannya jauh lebih kecil.

"Gentengisasi, kan gentengisasi untuk ganti genteng seng ya, dengan genteng yang buatan.. batu-batuan gitu ya saya nggak tahu. bekas minyak segala macam... berapa rumah yang pakai seng?" ucap Purbaya.

baca juga

Ia menilai, perhitungan yang mengasumsikan seluruh rumah diganti gentengnya membuat angka kebutuhan anggaran menjadi membengkak. Padahal, rumah yang benar-benar membutuhkan penggantian hanya sebagian kecil.

"Itu kan hitungan yang ada kan hitungan kasar sekali. Di mana semua rumah dihitung, terus semuanya diganti. Padahal kan yang diganti paling berapa puluh persen yang pakai seng," tutur dia.

Dengan kondisi tersebut, Purbaya menilai kebutuhan anggaran program gentengisasi seharusnya lebih kecil dari angka yang selama ini beredar. Ia menyebut perhitungan detail masih akan dilakukan pemerintah.

"Jadi harusnya nanti angkanya lebih kecil daripada yang pernah anda dengar angka aktualnya. Ini kan belum dihitung, baru hitungan kasar sekali," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah gagasan besar dilontarkan Presiden Prabowo Subianto yang berpotensi mengubah lanskap visual kota dan desa di seluruh Indonesia. Prabowo menginginkan adanya gerakan nasional untuk mengganti atap seng yang selama ini mendominasi rumah-rumah warga dengan genteng berbahan dasar tanah liat.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Prabowo secara tegas menyoroti pemandangan yang menurutnya merusak estetika wajah Indonesia, dominasi atap seng yang kusam dan berkarat.

Menurut Presiden, penggunaan atap seng bukan hanya soal keindahan. Ia menilai material tersebut membuat lingkungan tempat tinggal menjadi tidak nyaman karena cenderung menyerap panas dan mudah rusak dimakan waktu. Visi ini ia sebut sebagai proyek "gentengisasi".

"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti ini gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia," ujar Prabowo dengan nada mantap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Sebut Tanaman Ajaib, Sawit Kini Berubah Arti Jadi 'Pohon' di KBBI

Prabowo Sebut Tanaman Ajaib, Sawit Kini Berubah Arti Jadi 'Pohon' di KBBI

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 16:26 WIB

Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis

Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:59 WIB

Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump

Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:53 WIB

Terkini

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB