Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya

M Nurhadi

Senin, 02 Februari 2026 | 18:19 WIB
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
Ilustarsi emas dan perak [US Gold Bureau]

Suara.com - Pasar logam mulia global mengalami aksi jual (sell-off) paling masif dalam beberapa tahun terakhir, memicu pembalikan arah yang dramatis setelah reli panjang yang sempat membawa harga ke level tertinggi sepanjang masa.

Emas tercatat anjlok hingga 8 persen, menembus batas psikologis ke bawah level US$ 5.000 per ons. Tren serupa melanda perak yang merosot hingga di bawah level US$ 100 per ons.

Tidak hanya logam mulia, tembaga di bursa London juga terkoreksi lebih dari 3 persen, padahal baru saja mencatatkan lonjakan harian terbesar sejak 2008 pada Kamis lalu.

Pemicu utama keruntuhan harga ini adalah penguatan kembali mata uang dolar AS. Sentimen pasar berubah drastis setelah muncul laporan bahwa pemerintahan Donald Trump tengah bersiap mencalonkan mantan Gubernur Bank Sentral AS (The Fed), Kevin Warsh, sebagai Ketua The Fed yang baru.

Langkah ini mengejutkan investor yang sebelumnya bertaruh pada pelemahan dolar setelah sinyal awal dari Presiden Trump.

Meskipun Warsh dikenal sebagai "elang inflasi" (inflation hawk), belakangan ia menyelaraskan diri dengan pandangan Trump untuk mendukung suku bunga rendah. Pengumuman resmi nominasi ini dijadwalkan dilakukan pada Jumat pagi waktu Amerika Serikat.

Volatilitas Ekstrem dan Indikator "Overbought"

Koreksi tajam ini sebenarnya telah diprediksi oleh sejumlah analis teknikal. Strategis dari Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC), Christopher Wong, menyebutkan bahwa pasar memang sedang menunggu alasan untuk melepaskan posisi beli yang sudah terlalu jenuh (overbought).

"Emas memvalidasi pepatah 'cepat naik, cepat turun'. Laporan nominasi Warsh hanyalah pemicu bagi koreksi yang memang sudah seharusnya terjadi," ungkap Wong, dilansir via Bloomberg.

Beberapa poin penting terkait volatilitas pasar saat ini meliputi:

  • Indikator RSI: Indeks Kekuatan Relatif (RSI) emas sempat menyentuh angka 90, level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, yang menandakan harga sudah terlalu mahal.
  • Kejatuhan Perak: Harga perak anjlok lebih dari 17 persen menuju level US$ 95 per ons.
  • Logam Lain: Platinum juga terhempas dengan penurunan lebih dari 10 persen.

Meskipun terjadi penurunan tajam hari ini, emas sebenarnya masih mencatatkan performa luar biasa dengan kenaikan sekitar 17 persen sepanjang Januari 2026—kenaikan bulanan tertajam sejak 1980. Sementara itu, perak telah melonjak hampir 40 persen sejak awal tahun.

Lonjakan harga logam mulia sebelumnya dipicu oleh kebijakan luar negeri Donald Trump yang kontroversial, termasuk ancaman serangan terhadap Iran, pengenaan tarif terhadap sekutu, hingga ketidakpastian status Greenland.

Di sisi lain, risiko penutupan pemerintahan (government shutdown) di AS berhasil dihindari setelah Trump mencapai kesepakatan sementara dengan Demokrat di Senat terkait pembatasan penggerebekan imigrasi.

Di Asia, investor China sempat memimpin perburuan emas dalam jumlah besar, hingga memaksa Bursa Berjangka Shanghai (Shanghai Futures Exchange) mengeluarkan kebijakan khusus untuk mendinginkan lonjakan harga di pasar logam mulia dan industri.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?

Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?

News | Senin, 02 Februari 2026 | 17:39 WIB

Untung Rugi Investasi Emas Digital, Opsi Menarik di Tengah Harga Fisik yang Terus Melonjak

Untung Rugi Investasi Emas Digital, Opsi Menarik di Tengah Harga Fisik yang Terus Melonjak

Lifestyle | Senin, 02 Februari 2026 | 16:03 WIB

Prabowo Buka Rakornas Pemerintah 2026, Bahas Evaluasi 2025 hingga Target Ekonomi

Prabowo Buka Rakornas Pemerintah 2026, Bahas Evaluasi 2025 hingga Target Ekonomi

Foto | Senin, 02 Februari 2026 | 13:49 WIB

MUI Minta Indonesia Keluar dari Board of Peace, Mensesneg: Kami Akan Berikan Penjelasan

MUI Minta Indonesia Keluar dari Board of Peace, Mensesneg: Kami Akan Berikan Penjelasan

News | Senin, 02 Februari 2026 | 11:13 WIB

WNI Bisa Tenang, Harga Emas Lokal Stabil saat Emas Dunia Terkoreksi Parah

WNI Bisa Tenang, Harga Emas Lokal Stabil saat Emas Dunia Terkoreksi Parah

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 10:25 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Emas Dunia Diproyeksi Koreksi

IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Emas Dunia Diproyeksi Koreksi

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 07:19 WIB

Terkini

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:24 WIB

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:15 WIB

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 09:00 WIB

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB