Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Thomas Djiwandono: Agen Prabowo yang Bakal Robohkan 'Tembok Berlin' Fiskal-Moneter?

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 10 Februari 2026 | 10:07 WIB
Thomas Djiwandono: Agen Prabowo yang Bakal Robohkan 'Tembok Berlin' Fiskal-Moneter?
Nama Thomas Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, kini bukan lagi sekadar penjaga gawang keuangan di Lapangan Banteng. Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini resmi menyeberang ke Thamrin sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. Desain Aldie-Suara.com
baca 10 detik
  • Tommy Djiwandono jadi Deputi BI untuk sinkronisasi teknis fiskal dan moneter.
  • Pasar soroti risiko independensi BI di tengah isu "tukar guling" jabatan.
  • Langkah strategis perkuat KSSK demi kejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Suara.com - Sebuah babak baru dalam sejarah koordinasi kebijakan ekonomi Indonesia resmi dimulai pada hari ini Senin (9/2/2026). Nama Thomas Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, kini bukan lagi sekadar penjaga gawang keuangan di Lapangan Banteng. Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini resmi menyeberang ke Thamrin sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031.

Langkah ini bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Di kalangan elit ekonomi, penunjukan Tommy disebut-sebut sebagai misi khusus untuk merobohkan "Tembok Berlin" yang selama ini memisahkan otoritas fiskal (Kementerian Keuangan) dan moneter (Bank Indonesia).

Selama puluhan tahun, kedua lembaga ini kerap terlihat berjalan sendiri-sendiri, dipisahkan oleh sekat independensi yang kaku.

Sinergi di Level Teknis, Bukan Sekadar 'Burden Sharing'

Tommy tidak datang dengan tangan hampa. Dalam media briefing di Jakarta, Rabu (28/1/2026), ia menegaskan bahwa misinya adalah memperkuat sinergi fiskal-moneter di level yang lebih teknis yakni likuiditas dan suku bunga.

"Hal yang saya ingin cetuskan adalah sinergi fiskal-moneter, khususnya di level likuiditas dan suku bunga. Ini fundamentally berbeda dengan apa yang dilakukan saat pandemi," tegas Tommy.

Jika dulu sinergi hanya terbatas pada pembagian beban utang (burden sharing), kini Tommy ingin memastikan bahwa ketika pemerintah menarik rem atau gas di APBN, BI siap menyambutnya dengan transmisi moneter yang seirama.

Tommy pun menjawab santun keraguan publik soal latar belakangnya yang minim pengalaman moneter.

"Bahwa saya tidak memiliki pengalaman moneter, saya tidak bisa pungkiri. Tapi, saya memiliki kapabilitas lain yang bisa melengkapi," ujarnya percaya diri.

baca juga

Ia merujuk pada modal pengalamannya sebagai Wakil Menteri Keuangan yang mengelola surat utang negara (SBN) dan investasi.

Fenomena 'Tukar Guling' atau Kebutuhan Organik?

Dinamika ini makin menarik ketika posisi yang ditinggalkan Tommy di Kemenkeu diisi oleh Juda Agung, yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur BI. Istilah "tukar guling" pun menyeruak. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa langsung menepis anggapan tersebut.

"Bukan tukar guling, kebetulan saja kemampuan Pak Juda bisa menggantikan Pak Thomas. Daripada saya pusing-pusing cari," kata Purbaya dengan gaya bicaranya yang lugas di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (5/2/2026).

Purbaya memandang kepindahan Tommy ke BI sebagai strategi penguatan KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan). Baginya, hadirnya sosok yang mengerti seluk-beluk fiskal di dalam Dewan Gubernur BI akan membuat koordinasi jauh lebih cair. Purbaya yang dikenal optimistis dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen ini melihat Tommy sebagai "orang dalam" yang paham kebutuhan pemerintah namun tetap menghormati aturan main bank sentral.

Restu Gubernur BI dan Isu Independensi

Gubernur BI Perry Warjiyo menyambut hangat kedatangan Tommy. Perry menegaskan bahwa terpilihnya Tommy tidak akan melunturkan independensi BI.

"Saya sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 14 Januari 2026 menyampaikan rekomendasi usulan tiga calon, salah satunya Bapak Thomas Djiwandono," ungkap Perry.

Ia menjamin bahwa proses ini sudah sesuai koridor UU P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan). Bagi Perry, Tommy adalah aset untuk memperkuat komunikasi kebijakan kepada pasar dan pemerintah, tanpa harus mengintervensi mandat utama BI menjaga stabilitas harga.

Nama Thomas Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, kini bukan lagi sekadar penjaga gawang keuangan di Lapangan Banteng. Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini resmi menyeberang ke Thamrin sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. Desain Aldie-Suara.com
Nama Thomas Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, kini bukan lagi sekadar penjaga gawang keuangan di Lapangan Banteng. Keponakan Presiden Prabowo Subianto ini resmi menyeberang ke Thamrin sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. Desain Aldie-Suara.com

Peluang dan Risiko

Para pengamat ekonomi pun tak ketinggalan memberikan catatan. Banyak yang melihat ini sebagai langkah berani Presiden Prabowo untuk memastikan "politik komando" di sektor ekonomi berjalan lurus.

"Thomas Djiwandono ini adalah seorang yang mempunyai figur milenial yang cukup bagus dalam masalah keuangan sehingga wajar kalau seandainya Thomas Djiwandono itu mencalonkan diri sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia dan kemungkinan besar lima tahun ke depan akan dipersiapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia," ujar Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi.

Dia melihat tantangan terbesar Tommy adalah membuktikan kepada pasar global bahwa ia masuk ke BI bukan sebagai "utusan politik" untuk mencetak uang demi ambisi belanja pemerintah, melainkan sebagai teknokrat yang paham bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan dan inflasi.

"Kita harus lihat bahwa Thomas Djiwandono adalah seorang profesional, jangan melihat dari partai yang mengusung, ini adalah jabatan independen untuk bergabung menjadi Deputi. Kenapa Thomas Djiwandono dimasukkan di Deputi Gubernur Bank Indonesia? Adalah untuk memperkuat, memperkuat fondasi moneter di Bank Indonesia," tegasnya.

Di tengah bayang-bayang pelemahan rupiah dan target pertumbuhan tinggi era Prabowo-Gibran, kehadiran Tommy di BI adalah sebuah eksperimen besar.

"Masuknya Tommy ke BI makin memperburuk citra independensi otoritas moneter. Rupiah bisa makin melemah, karena kehilangan legitimasi di mata investor," ungkap Direktur Eksekutif Celis Bhima Yudhistira.

Menurut Bhima, posisi Deputi Gubernur BI seharusnya diisi oleh talenta internal BI yang mumpuni dan memahami kebijakan moneter

"Deputi gubernur BI harusnya talenta dari internal BI yang mumpuni dan paham kebijakan moneter," ujarnya.

Purbaya sendiri Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Tommy atas amanah barunya di posisi strategis bank sentral itu.

“Mudah-mudahan di Bank Indonesia nanti bisa lebih berperan membentuk kebijakan yang pas buat pertumbuhan (ekonomi) yang lebih bagus ke depan,” kata Purbaya.

Menurut Purbaya, bergabungnya Thomas di BI, yang memiliki mandat menjalankan kebijakan moneter, akan mempermudah koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BCA Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bakal Meroket di 2026

BCA Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Bakal Meroket di 2026

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 09:26 WIB

Survei BI : Keyakinan Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Meningkat

Survei BI : Keyakinan Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Meningkat

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 08:08 WIB

Rapim TNI-Polri, Prabowo Tekankan Pengabdian untuk Rakyat

Rapim TNI-Polri, Prabowo Tekankan Pengabdian untuk Rakyat

Video | Senin, 09 Februari 2026 | 23:00 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×