- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,31% akibat aksi jual bersih asing signifikan senilai Rp2,03 triliun.
- Investor asing mencatatkan beli bersih terbesar pada BMRI, TINS, INCO, TLKM, dan BBTN di tengah pelemahan IHSG.
- Bursa Wall Street tertekan saham teknologi karena isu AI, sementara Nikkei Jepang mencetak rekor tertinggi didorong optimisme politik.
Fenomena "Takaichi Trade" Berbeda dengan AS, bursa Asia bergerak variatif. Sorotan utama tertuju pada Nikkei 225 Jepang yang sempat menembus level 58.000 untuk pertama kalinya. Reli ini dipicu oleh optimisme politik pasca-kemenangan besar Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Pasar menilai kemenangan ini memberikan mandat kuat bagi agenda ekonomi yang pro-korporasi di Jepang. Namun, di sisi lain, Hang Seng Hong Kong harus melemah 0,86%, sementara Kospi Korea Selatan justru terbang 3,13%.
Pelaku pasar global kini dalam posisi wait and see menanti rilis data inflasi AS (Januari) pada hari Jumat, yang akan menjadi petunjuk krusial arah kebijakan moneter ke depan.
DISCLAIMER: Ulasan pasar ini bersifat informatif berdasarkan data perdagangan terkini dan kajian harian BNI Sekuritas per 13 Februari 2026. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Pergerakan saham memiliki risiko tinggi yang dipengaruhi oleh dinamika pasar global dan domestik. Investor disarankan untuk selalu menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing.