- Mudik Gratis BUMN 2026 targetkan 100 ribu peserta dengan bus, kereta api, dan kapal laut.
- Flag Off pemberangkatan bus dijadwalkan berlangsung di GBK Senayan pada 17 Maret 2026.
- Sistem pendaftaran terintegrasi NIK tunggal untuk cegah data ganda dan jamin pemerataan kuota.
Suara.com - Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara kembali menggulirkan Program Mudik Gratis BUMN 2026. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat menjelang hari raya.
Melibatkan hampir seluruh perusahaan pelat merah beserta anak usahanya, program tahun ini menargetkan lebih dari 100 ribu pemudik. Para peserta akan diberangkatkan ke berbagai kabupaten dan kota tujuan di seluruh pelosok Indonesia menggunakan berbagai moda transportasi.
Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, menjelaskan bahwa tema tahun ini adalah "Mudik Aman, Berbagi Harapan". Menurutnya, program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan kehadiran negara melalui BUMN untuk masyarakat.
"Program Mudik Gratis BUMN merupakan wujud nyata kepedulian sosial negara agar masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan selamat, nyaman, dan penuh kebahagiaan," ujar Tedi di Jakarta.
Secara teknis, program ini menyediakan fasilitas angkutan darat, laut, dan kereta api dengan standar keselamatan ketat. Berikut adalah rinciannya:
- Bus: Kuota 64.000 pemudik dengan 1.400 unit armada.
- Kereta Api: Kuota 33.000 pemudik dengan 99 rangkaian kereta.
- Kapal Laut: Kuota 5.000 pemudik dengan 42 unit kapal.
Rencananya, seremoni pelepasan (flag off) untuk moda bus akan dilaksanakan di Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 17 Maret 2026.
Managing Director Stakeholder Management BPI Danantara, Rohan Hafas, menambahkan bahwa sinergi ini sejalan dengan arahan Presiden untuk mengoptimalkan aset BUMN demi kesejahteraan rakyat.
"Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kehadiran BUMN benar-benar dapat dirasakan, melalui pelayanan publik yang lebih dekat dan lebih peduli," kata Rohan.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja sekaligus Ketua Koordinator Mudik Gratis BUMN 2026, Muhammad Awaluddin, menegaskan adanya pembaruan sistem pada tahun ini. Untuk menghindari pendaftaran ganda, database pemudik kini terintegrasi menggunakan Single Data NIK.
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Siapkan 661 Bus untuk Mudik Gratis 2026
"Satu NIK hanya bisa terdaftar di satu platform. Kami ingin memastikan data akurat dan distribusi kuota lebih merata," tegas Awaluddin. Pendaftaran sendiri dilakukan secara daring melalui aplikasi resmi masing-masing BUMN penyelenggara dengan verifikasi ketat untuk menjamin keamanan perjalanan.