Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal

Mohammad Fadil Djailani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 17 Februari 2026 | 18:02 WIB
Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal
Ilustrasi. Kritik tajam Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai mahalnya pembiayaan perbankan syariah dibanding konvensional memicu diskusi hangat. Foto ist.
  • Mayoritas bank syariah bermodal kecil (KBMI 1-2), memicu biaya operasional tinggi.
  • Cost of fund mahal karena minimnya akses ke dana murah/giro pemerintah.
  • Meski awal terasa mahal, skema fixed rate syariah bebas risiko bunga mengambang.

Suara.com - Kritik tajam Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai mahalnya pembiayaan perbankan syariah dibanding konvensional memicu diskusi hangat.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Handi Risza, membeberkan sejumlah alasan fundamental mengapa "label" mahal tersebut masih melekat pada industri keuangan syariah.

Handi mengakui bahwa kritik Menkeu Purbaya ada benarnya, namun ia menekankan pentingnya melihat konteks industri secara komprehensif. Masalah utama, menurut Handi, terletak pada skala ekonomi dan struktur modal.

"Mayoritas perbankan syariah kita masih di kategori KBMI 1 dan 2. Baru BSI yang masuk KBMI 4. Dengan modal terbatas, biaya operasional per unit produk otomatis jadi lebih tinggi," ujar Handi dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).

Selain masalah modal, Handi menyoroti ketimpangan dalam menghimpun dana murah. Berbeda dengan bank konvensional yang banjir dana dari rekening giro dan simpanan pemerintah, bank syariah masih sangat bergantung pada deposito.

"Bank syariah lebih banyak menghimpun DPK dalam bentuk tabungan dan deposito, ini yang membuat cost of fund kita mahal. Sementara konvensional punya akses luas ke dana pemerintah dalam bentuk giro," jelasnya.

Faktor infrastruktur juga menjadi pembeda. Bank konvensional yang sudah mapan memiliki jaringan teknologi informasi yang jauh lebih efisien, bahkan ada yang memiliki satelit sendiri, sehingga mampu menekan biaya operasional secara signifikan.

Menariknya, Handi menjelaskan bahwa kesan "mahal" sering kali muncul karena perbedaan skema akad. Bank syariah dominan menggunakan akad murabahah (jual beli) dengan margin tetap (fixed rate).

"Di awal mungkin terlihat lebih mahal dibanding bunga rendah bank konvensional. Tapi bank syariah menawarkan kepastian cicilan hingga akhir kontrak. Tidak ada bunga mengambang (floating) yang bisa melonjak tiba-tiba, dan tidak ada denda keterlambatan yang memberatkan nasabah," papar Handi.

Sebagai solusi, INDEF mendorong pemerintah untuk lebih "adil" terhadap perbankan syariah. Handi mengusulkan agar pemerintah mulai menempatkan rekening giro instansi atau lembaga keagamaan secara proporsional di bank syariah untuk menekan biaya dana.

Selain itu, insentif pajak dan suntikan modal bagi bank syariah BUMN dianggap mendesak agar mereka bisa lebih kompetitif.

"Perbankan syariah punya keunggulan nilai keadilan. Jika didukung kebijakan yang tepat, insya Allah bank syariah akan semakin berkah dan kompetitif bagi masyarakat luas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal

Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:14 WIB

Valentine Tak Cuma soal Cinta, Pedagang Bunga Ikut Panen Rezeki

Valentine Tak Cuma soal Cinta, Pedagang Bunga Ikut Panen Rezeki

Your Say | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:08 WIB

Fakta-fakta Toko Tiffany & Co Disegel Purbaya: Barang Selundupan Spanyol, Ada Kongkalikong Bea Cukai

Fakta-fakta Toko Tiffany & Co Disegel Purbaya: Barang Selundupan Spanyol, Ada Kongkalikong Bea Cukai

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 12:20 WIB

Terkini

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:46 WIB

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Dasco Harap Tanggal 29 Mei Ada Kejutan di Bursa Saham

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:38 WIB

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Dasco Optimistis IHSG Menguat Setelah 29 Mei, Ada Strategi Rahasia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:30 WIB

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

IHSG Semakin Ancur ke Level 6.300 pada Sesi I

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:28 WIB

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Arus Petikemas IPC TPK Tembus 1,15 Juta TEUs, Priok Melejit 36 Persen

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:13 WIB

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Pemerintah Mau Ubah Sampah Lama di TPA Diubah Jadi BBM Lewat Teknologi Pirolisis

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:00 WIB

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Minyak Hampir USD120 per Barel, Dunia Masuk Era Suku Bunga Tinggi Lebih Lama

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:59 WIB

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Kali Kedua Dasco Sambangi Bursa Efek Indonesia, Minta Investor Jangan Kabur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:18 WIB

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:08 WIB