Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 17 Februari 2026 | 18:02 WIB
Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal
Ilustrasi. Kritik tajam Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai mahalnya pembiayaan perbankan syariah dibanding konvensional memicu diskusi hangat. Foto ist.
baca 10 detik
  • Mayoritas bank syariah bermodal kecil (KBMI 1-2), memicu biaya operasional tinggi.
  • Cost of fund mahal karena minimnya akses ke dana murah/giro pemerintah.
  • Meski awal terasa mahal, skema fixed rate syariah bebas risiko bunga mengambang.

Suara.com - Kritik tajam Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai mahalnya pembiayaan perbankan syariah dibanding konvensional memicu diskusi hangat.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Handi Risza, membeberkan sejumlah alasan fundamental mengapa "label" mahal tersebut masih melekat pada industri keuangan syariah.

Handi mengakui bahwa kritik Menkeu Purbaya ada benarnya, namun ia menekankan pentingnya melihat konteks industri secara komprehensif. Masalah utama, menurut Handi, terletak pada skala ekonomi dan struktur modal.

"Mayoritas perbankan syariah kita masih di kategori KBMI 1 dan 2. Baru BSI yang masuk KBMI 4. Dengan modal terbatas, biaya operasional per unit produk otomatis jadi lebih tinggi," ujar Handi dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).

Selain masalah modal, Handi menyoroti ketimpangan dalam menghimpun dana murah. Berbeda dengan bank konvensional yang banjir dana dari rekening giro dan simpanan pemerintah, bank syariah masih sangat bergantung pada deposito.

"Bank syariah lebih banyak menghimpun DPK dalam bentuk tabungan dan deposito, ini yang membuat cost of fund kita mahal. Sementara konvensional punya akses luas ke dana pemerintah dalam bentuk giro," jelasnya.

Faktor infrastruktur juga menjadi pembeda. Bank konvensional yang sudah mapan memiliki jaringan teknologi informasi yang jauh lebih efisien, bahkan ada yang memiliki satelit sendiri, sehingga mampu menekan biaya operasional secara signifikan.

Menariknya, Handi menjelaskan bahwa kesan "mahal" sering kali muncul karena perbedaan skema akad. Bank syariah dominan menggunakan akad murabahah (jual beli) dengan margin tetap (fixed rate).

"Di awal mungkin terlihat lebih mahal dibanding bunga rendah bank konvensional. Tapi bank syariah menawarkan kepastian cicilan hingga akhir kontrak. Tidak ada bunga mengambang (floating) yang bisa melonjak tiba-tiba, dan tidak ada denda keterlambatan yang memberatkan nasabah," papar Handi.

baca juga

Sebagai solusi, INDEF mendorong pemerintah untuk lebih "adil" terhadap perbankan syariah. Handi mengusulkan agar pemerintah mulai menempatkan rekening giro instansi atau lembaga keagamaan secara proporsional di bank syariah untuk menekan biaya dana.

Selain itu, insentif pajak dan suntikan modal bagi bank syariah BUMN dianggap mendesak agar mereka bisa lebih kompetitif.

"Perbankan syariah punya keunggulan nilai keadilan. Jika didukung kebijakan yang tepat, insya Allah bank syariah akan semakin berkah dan kompetitif bagi masyarakat luas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal

Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:14 WIB

Valentine Tak Cuma soal Cinta, Pedagang Bunga Ikut Panen Rezeki

Valentine Tak Cuma soal Cinta, Pedagang Bunga Ikut Panen Rezeki

Your Say | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:08 WIB

Fakta-fakta Toko Tiffany & Co Disegel Purbaya: Barang Selundupan Spanyol, Ada Kongkalikong Bea Cukai

Fakta-fakta Toko Tiffany & Co Disegel Purbaya: Barang Selundupan Spanyol, Ada Kongkalikong Bea Cukai

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 12:20 WIB

Terkini

8 Rekomendasi Sunscreen Pemudar Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas

8 Rekomendasi Sunscreen Pemudar Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Sinopsis Fated Master and Disciple, Dracin Ju Jing Yi dan Zhang Yun Long

Sinopsis Fated Master and Disciple, Dracin Ju Jing Yi dan Zhang Yun Long

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Gugatan Ijazah Gibran, Ini 3 Skenario Putusan MK Menurut Guru Besar UGM

Gugatan Ijazah Gibran, Ini 3 Skenario Putusan MK Menurut Guru Besar UGM

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:11 WIB

'Enjoy' di Tengah Kabut Asap, Pernyataan Ratu Dewa Bikin Publik Palembang Bereaksi

'Enjoy' di Tengah Kabut Asap, Pernyataan Ratu Dewa Bikin Publik Palembang Bereaksi

Sumsel | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Survei Kadin: Pengusaha Butuh Kepastian Kebijakan Pemerintah Prabowo Subianto

Survei Kadin: Pengusaha Butuh Kepastian Kebijakan Pemerintah Prabowo Subianto

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Pemugaran Candi Plaosan, Merangkai Kembali Warisan Mataram Kuno

Pemugaran Candi Plaosan, Merangkai Kembali Warisan Mataram Kuno

Foto | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Video Viral Singgung Pergantian Gibran, Kepala Bakom: Itu Pernyataan Lama Sebelum Saya Dilantik

Video Viral Singgung Pergantian Gibran, Kepala Bakom: Itu Pernyataan Lama Sebelum Saya Dilantik

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Bukan Begal! BEM UI Soroti Sarung Tangan Latex dan Lakban Pelaku Penganiaya Hafidz yang Tertinggal

Bukan Begal! BEM UI Soroti Sarung Tangan Latex dan Lakban Pelaku Penganiaya Hafidz yang Tertinggal

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:56 WIB

Oknum Kajari di Sultra Ditangkap, Langsung Dibawa ke Kejagung

Oknum Kajari di Sultra Ditangkap, Langsung Dibawa ke Kejagung

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:54 WIB

IHSG Betah di Level 6.100, GOTO Melesat

IHSG Betah di Level 6.100, GOTO Melesat

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:54 WIB

×