Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 17 Februari 2026 | 18:02 WIB
Modal Cekak hingga Cost of Fund Tinggi, Ini Alasan Pembiayaan Bank Syariah Masih Mahal
Ilustrasi. Kritik tajam Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai mahalnya pembiayaan perbankan syariah dibanding konvensional memicu diskusi hangat. Foto ist.
baca 10 detik
  • Mayoritas bank syariah bermodal kecil (KBMI 1-2), memicu biaya operasional tinggi.
  • Cost of fund mahal karena minimnya akses ke dana murah/giro pemerintah.
  • Meski awal terasa mahal, skema fixed rate syariah bebas risiko bunga mengambang.

Suara.com - Kritik tajam Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai mahalnya pembiayaan perbankan syariah dibanding konvensional memicu diskusi hangat.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Handi Risza, membeberkan sejumlah alasan fundamental mengapa "label" mahal tersebut masih melekat pada industri keuangan syariah.

Handi mengakui bahwa kritik Menkeu Purbaya ada benarnya, namun ia menekankan pentingnya melihat konteks industri secara komprehensif. Masalah utama, menurut Handi, terletak pada skala ekonomi dan struktur modal.

"Mayoritas perbankan syariah kita masih di kategori KBMI 1 dan 2. Baru BSI yang masuk KBMI 4. Dengan modal terbatas, biaya operasional per unit produk otomatis jadi lebih tinggi," ujar Handi dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).

Selain masalah modal, Handi menyoroti ketimpangan dalam menghimpun dana murah. Berbeda dengan bank konvensional yang banjir dana dari rekening giro dan simpanan pemerintah, bank syariah masih sangat bergantung pada deposito.

"Bank syariah lebih banyak menghimpun DPK dalam bentuk tabungan dan deposito, ini yang membuat cost of fund kita mahal. Sementara konvensional punya akses luas ke dana pemerintah dalam bentuk giro," jelasnya.

Faktor infrastruktur juga menjadi pembeda. Bank konvensional yang sudah mapan memiliki jaringan teknologi informasi yang jauh lebih efisien, bahkan ada yang memiliki satelit sendiri, sehingga mampu menekan biaya operasional secara signifikan.

Menariknya, Handi menjelaskan bahwa kesan "mahal" sering kali muncul karena perbedaan skema akad. Bank syariah dominan menggunakan akad murabahah (jual beli) dengan margin tetap (fixed rate).

"Di awal mungkin terlihat lebih mahal dibanding bunga rendah bank konvensional. Tapi bank syariah menawarkan kepastian cicilan hingga akhir kontrak. Tidak ada bunga mengambang (floating) yang bisa melonjak tiba-tiba, dan tidak ada denda keterlambatan yang memberatkan nasabah," papar Handi.

baca juga

Sebagai solusi, INDEF mendorong pemerintah untuk lebih "adil" terhadap perbankan syariah. Handi mengusulkan agar pemerintah mulai menempatkan rekening giro instansi atau lembaga keagamaan secara proporsional di bank syariah untuk menekan biaya dana.

Selain itu, insentif pajak dan suntikan modal bagi bank syariah BUMN dianggap mendesak agar mereka bisa lebih kompetitif.

"Perbankan syariah punya keunggulan nilai keadilan. Jika didukung kebijakan yang tepat, insya Allah bank syariah akan semakin berkah dan kompetitif bagi masyarakat luas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal

Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:14 WIB

Valentine Tak Cuma soal Cinta, Pedagang Bunga Ikut Panen Rezeki

Valentine Tak Cuma soal Cinta, Pedagang Bunga Ikut Panen Rezeki

Your Say | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:08 WIB

Fakta-fakta Toko Tiffany & Co Disegel Purbaya: Barang Selundupan Spanyol, Ada Kongkalikong Bea Cukai

Fakta-fakta Toko Tiffany & Co Disegel Purbaya: Barang Selundupan Spanyol, Ada Kongkalikong Bea Cukai

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 12:20 WIB

Terkini

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:36 WIB

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan

Entertainment | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat

Bukan Pertumbuhan Ekonomi, Riset CORE Bongkar RAPBN 2027 Justru Bikin Anggaran Makin Ketat

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli

Diperiksa KPK 7 Jam, Bupati Kuansing Bungkam Soal Selisih Amplop di Meja Raja Juli

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%

Dari Dapur Rumah ke Restoran, Bisnis Alumni SisBerdaya Ini Catat Kenaikan Omzet 70%

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Review Loki Season 2: Dari God of Mischief Menjadi Penjaga Multisemesta

Review Loki Season 2: Dari God of Mischief Menjadi Penjaga Multisemesta

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:30 WIB

×