Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Pemerintah Kenakan Tarif Impor Baja China Jadi 17,5 Persen

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 19 Februari 2026 | 17:38 WIB
Pemerintah Kenakan Tarif Impor Baja China Jadi 17,5 Persen
Salah satu kebijakan terbaru adalah menaikkan tarif impor baja yang sebelumnya sempat menyentuh angka nol persen. Foto ist.
baca 10 detik
  • Pemerintah naikkan tarif impor baja China dari 0% menjadi 17,5% demi proteksi.
  • Kebijakan merujuk rekomendasi KADI untuk cegah dumping produk asal Wuhan.
  • Langkah ini bantu daya saing Krakatau Steel di tengah banjir pasokan global.

Suara.com - Pemerintah resmi mengambil langkah tegas untuk melindungi industri baja nasional dari gempuran produk impor asal China. Salah satu kebijakan terbaru adalah menaikkan tarif impor baja yang sebelumnya sempat menyentuh angka nol persen.

Direktur Komersial PT Krakatau Steel, Hernowo mengungkapkan, sebelumnya terdapat produk baja asal China khususnya dari wilayah Wuhan yang masuk ke pasar Indonesia tanpa dikenakan tarif alias nol persen. Kondisi ini dinilai sangat menekan industri domestik.

"Dulu ada masuk dari China nol persen. Cuma satu tuh dari Wuhan ke sini nol persen. Ini sama Kemendag sudah terbit, tarifnya dinaikin jadi 17,5 persen," ujar Hernowo saat ditemui di Cilegon, Kamis (19/2/2026).

Menurut Hernowo, kenaikan tarif ini merujuk pada rekomendasi Komite Anti Dumping Indonesia (KADI). Langkah Kementerian Perdagangan (Kemendag) ini dianggap krusial untuk menahan laju produk baja murah yang berisiko mematikan produsen lokal

Hernowo menjelaskan bahwa banjirnya produk China bukan tanpa alasan. Saat ini, Negeri Tirai Bambu tersebut sedang mengalami masalah kelebihan produksi (oversupply) yang tidak terserap oleh pasar domestik mereka sendiri.

"China lagi masalah. Produksinya banyak, enggak ada yang nyerap. Nah makanya barangnya banjir. Bukan hanya baja, ada tekstil, ada semuanya," tuturnya.

Kondisi ini memicu berbagai negara untuk memperketat kebijakan perdagangan mereka. Proteksi pasar menjadi harga mati agar industri manufaktur di dalam negeri tidak gulung tikar akibat perang harga.

"Makanya semua negara hari ini memproteksi supaya barang China enggak boleh masuk. Indonesia juga sudah mulai ambil langkah," kata Hernowo menambahkan.

Kenaikan tarif hingga 17,5 persen ini diyakini akan memberikan ruang napas bagi industri baja nasional, termasuk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Dengan harga impor yang lebih terkendali, produk dalam negeri diharapkan kembali kompetitif di pasar sendiri.

baca juga

"Dengan tarif naik, otomatis itu pasti bantu industri (dalam negeri), termasuk Krakatau Steel," pungkasnya optimis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krakatau Steel Bidik Produksi 4,5 Juta Ton Baja di 2026

Krakatau Steel Bidik Produksi 4,5 Juta Ton Baja di 2026

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:22 WIB

Bahlil Kesel Importir Menang Banyak Saat RI Senang Impor BBM

Bahlil Kesel Importir Menang Banyak Saat RI Senang Impor BBM

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 17:33 WIB

Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal

Purbaya Prihatin 99% Busana Muslim RI Produk Impor China, Siap Kasih Insentif Pengusaha Lokal

Bisnis | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:14 WIB

Terkini

Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis

Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon

Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon

Sulsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos

Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Surat untuk Hari yang Telah Berlalu

Surat untuk Hari yang Telah Berlalu

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:09 WIB

TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa

TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:02 WIB

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:55 WIB

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:36 WIB

×