Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 6.997,214
LQ45 708,256
Srikehati 341,255
JII 476,806
USD/IDR 17.010

Pedagang Pasar Bilang Harga MinyaKita Tak Pernah Rp 15.700/Liter

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 20 Februari 2026 | 22:34 WIB
Pedagang Pasar Bilang Harga MinyaKita Tak Pernah Rp 15.700/Liter
Penjual di Kota Makassar mematok harga Minyakita di pasaran jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
  • IKAPPI melaporkan harga MinyaKita di Jabodetabek tetap di atas HET Rp15.700, bahkan mencapai Rp17.000 menjelang Ramadan 2026.
  • Mendag mengakui harga MinyaKita rata-rata Rp16.020 (di atas HET) berdasarkan data SP2KP, meski sudah ada penurunan.
  • Persoalan distribusi dan pengawasan belum optimal menekan harga MinyaKita dan telur ayam ras di tingkat pasar tradisional.

Suara.com - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyatakan harga minyak goreng subsidi MinyaKita di wilayah Jabodetabek masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET). Bahkan hingga awal ramadan, angkanya terus naik melebihi batas yang ditetapkan.

Sekretaris Jenderal IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, mengatakan hasil pantauan pedagang menunjukkan harga MinyaKita belum pernah menyentuh batas harga resmi yang ditetapkan pemerintah. Ia menilai kondisi ini sudah berlangsung cukup lama di pasar tradisional.

"MinyaKita yang enggak pernah menyentuh HET, di atas HET, di atas Rp 15.700 harganya. Sudah mencapai Rp 17.000 bahkan hari ini," kata Reynaldi kepada Suara.com seperti dikutip Jumat (20/2/2026).

Minyak goreng Minyakita yang dijualkan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (20/3/2025). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Minyak goreng Minyakita yang dijualkan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (20/3/2025). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Ia menjelaskan, harga di atas HET menunjukkan persoalan distribusi dan tata niaga minyak goreng subsidi masih terjadi di lapangan. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan pemerintah belum sepenuhnya mampu menekan harga di tingkat pasar.

Reynaldi juga menyinggung upaya pemantauan pasar yang dilakukan pemerintah sejak awal tahun. Ia menyebut program pengawasan harga belum menghasilkan perubahan signifikan di tingkat pedagang.

"Ada pasar pantauan-lah per Januari oleh Kementerian Perdagangan untuk memonitoring Minyakita agar bisa di bawah HET. Faktanya ternyata masih di atas HET," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengklaim harga pangan dan kebutuhan pokok nasional masih relatif terkendali menjelang Ramadan 2026. Meski begitu, ia mengakui masih ada beberapa komoditas yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), terutama minyak goreng rakyat (Minyakita) dan telur ayam.

Budi mengatakan, pemantauan harga dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) milik Kementerian Perdagangan. Dari data tersebut, ia menilai kondisi harga nasional masih dalam batas wajar.

"Ini saya cek di SP2KP, berdasarkan data yang kami punya di SP2KP, yang harganya ter-update setiap saat, kalau kita lihat harga [pangan dan kebutuhan pokok] rata-rata nasional memang bagus," ucapnya di kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026).

Namun, ia menyoroti harga Minyakita yang masih berada di atas HET. Berdasarkan data SP2KP, minyak goreng program pemerintah itu saat ini dijual sekitar Rp 16.020 per liter, sedangkan HET ditetapkan Rp 15.700.

"Ada memang yang di atas HET, misalnya MinyakKita. Hari ini harganya Rp 16.020, padahal HET-nya Rp 15.700," urainya.

Meski masih melampaui batas, Budi menekankan harga MinyaKita sebenarnya sudah turun setelah intervensi pemerintah. Sebelum aturan baru diterbitkan, harga rata-rata bahkan sempat menyentuh sekitar Rp 16.800 per liter.

"Namun, kemarin sebelum keluar peraturan menteri, rata-rata harganya Rp16.800, jadi sekarang sudah mengalami penurunan," imbuh dia.

Selain minyak goreng, telur ayam ras juga masih dijual di atas HET. Saat ini harga telur disebut berada di kisaran Rp 30.750 per kilogram, sedangkan HET ditetapkan Rp 30.000.

Di luar dua komoditas tersebut, Budi mengklaim sebagian besar harga pangan masih berada di ambang normal. Ia mencontohkan harga daging sapi yang saat ini sekitar Rp 133.618 per kilogram, masih di bawah HET sebesar Rp 140.000.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pedagang Pasar: Harga Pangan Semuanya Naik, Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu/Kg

Pedagang Pasar: Harga Pangan Semuanya Naik, Cabai Rawit Tembus Rp 100 Ribu/Kg

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 21:07 WIB

Waspada! IKAPPI Endus Tiga Fase Ledakan Harga Pangan Selama Ramadan-Lebaran

Waspada! IKAPPI Endus Tiga Fase Ledakan Harga Pangan Selama Ramadan-Lebaran

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 17:58 WIB

Mendag Akui Harga Minyakita dan Telur Naik Memasuki Ramadan

Mendag Akui Harga Minyakita dan Telur Naik Memasuki Ramadan

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 14:16 WIB

Terkini

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:32 WIB

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:03 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:55 WIB

CNAF Tebar Dividen Rp129 Miliar

CNAF Tebar Dividen Rp129 Miliar

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:32 WIB

Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara

Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:23 WIB

Bandara Soetta Hujan Ekstrem, Atap Terminal 3 Jebol Hingga 12 Penerbangan Gagal Mendarat

Bandara Soetta Hujan Ekstrem, Atap Terminal 3 Jebol Hingga 12 Penerbangan Gagal Mendarat

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:09 WIB

Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Jadi 0 Persen, Purbaya Bisa 'Rugi' Rp 500 Miliar

Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Jadi 0 Persen, Purbaya Bisa 'Rugi' Rp 500 Miliar

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!

Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:18 WIB

Defisit APBN Tembus Rp240,1 Triliun, Meroket Dibandingkan Awal Tahun 2026

Defisit APBN Tembus Rp240,1 Triliun, Meroket Dibandingkan Awal Tahun 2026

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:09 WIB

IHSG Longsor ke Level 6.989, Ini Alasannya

IHSG Longsor ke Level 6.989, Ini Alasannya

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:05 WIB