Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Waspada! IKAPPI Endus Tiga Fase Ledakan Harga Pangan Selama Ramadan-Lebaran

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 20 Februari 2026 | 17:58 WIB
Waspada! IKAPPI Endus Tiga Fase Ledakan Harga Pangan Selama Ramadan-Lebaran
Pedagang menunggu pembeli di Pasar PSPT Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (14/4/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • IKAPPI prediksi 3 fase lonjakan harga pangan selama Ramadan hingga pasca-Lebaran.
  • Fase pertama dipicu cabai rawit; fase kedua kenaikan serentak jelang Idulfitri.
  • Fase ketiga terjadi pasca-Lebaran akibat minimnya pedagang yang berjualan di pasar.

Suara.com - Masyarakat diminta bersiap merogoh kocek lebih dalam. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) memprediksi lonjakan harga bahan pokok tidak hanya terjadi di awal Ramadan, melainkan akan berulang dalam tiga fase krusial hingga pasca-Lebaran 2026.

Sekretaris Jenderal IKAPPI, Reynaldi Sarijowan mengungkapkan, pola kenaikan harga ini merupakan siklus tahunan yang dipicu oleh dinamika permintaan dan pasokan yang tidak seimbang.

“Kami menyebut kenaikan harga ini ada di tiga fase,” ujar Reynaldi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Reynaldi menjelaskan, fase pertama terjadi sepekan menjelang bulan suci. Pada periode ini, permintaan mulai merangkak naik sementara pasokan di pasar belum sepenuhnya bertambah secara signifikan.

“Fase pertama itu ialah H-7 menjelang atau memasuki bulan suci Ramadan. Yang paling terasa puncaknya itu adalah cabai rawit,” katanya.

Setelah melewati fase awal, harga diprediksi tidak akan langsung melandai ke titik normal. Memasuki minggu kedua dan ketiga puasa, harga cenderung akan tertahan di level tinggi atau stuck.

Memasuki fase kedua, tekanan harga dipastikan kian hebat. Tepat tiga hari sebelum Idulfitri, IKAPPI memproyeksi seluruh komoditas pangan akan mengalami kenaikan harga secara serentak.

“Ini kompak nanti seragam, seluruh komoditas. Pemicunya karena rumah tangga akan memasok seluruh bahan baku untuk makan bersama keluarga saat Lebaran,” jelas Reynaldi.

Alih-alih turun setelah hari raya, harga pangan justru diprediksi kembali melonjak pada H+2 hingga H+7 Lebaran. Hal ini terjadi bukan karena tingginya permintaan, melainkan karena rantai distribusi yang tersendat.

baca juga

“Banyak pedagang yang belum aktif di kios karena masih mudik. Aktivitas perdagangan belum normal, sehingga distribusi barang ke pasar tradisional belum optimal,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 17:33 WIB

IHSG Berakhir Meloyo pada Jumat Sore, 401 Saham Memerah

IHSG Berakhir Meloyo pada Jumat Sore, 401 Saham Memerah

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 17:11 WIB

Sinyal Kuat Genesis Masuk Indonesia Bocoran Harga Muncul di Situs Resmi

Sinyal Kuat Genesis Masuk Indonesia Bocoran Harga Muncul di Situs Resmi

Otomotif | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:30 WIB

Terkini

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:35 WIB

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:29 WIB

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:25 WIB

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:20 WIB

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Transaksi Kripto Naik di Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:19 WIB

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:13 WIB

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09 WIB

PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput

PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:08 WIB

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:02 WIB

×