Waspada! IKAPPI Endus Tiga Fase Ledakan Harga Pangan Selama Ramadan-Lebaran

Jum'at, 20 Februari 2026 | 17:58 WIB
Waspada! IKAPPI Endus Tiga Fase Ledakan Harga Pangan Selama Ramadan-Lebaran
Pedagang menunggu pembeli di Pasar PSPT Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (14/4/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IKAPPI prediksi 3 fase lonjakan harga pangan selama Ramadan hingga pasca-Lebaran.
  • Fase pertama dipicu cabai rawit; fase kedua kenaikan serentak jelang Idulfitri.
  • Fase ketiga terjadi pasca-Lebaran akibat minimnya pedagang yang berjualan di pasar.

Suara.com - Masyarakat diminta bersiap merogoh kocek lebih dalam. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) memprediksi lonjakan harga bahan pokok tidak hanya terjadi di awal Ramadan, melainkan akan berulang dalam tiga fase krusial hingga pasca-Lebaran 2026.

Sekretaris Jenderal IKAPPI, Reynaldi Sarijowan mengungkapkan, pola kenaikan harga ini merupakan siklus tahunan yang dipicu oleh dinamika permintaan dan pasokan yang tidak seimbang.

“Kami menyebut kenaikan harga ini ada di tiga fase,” ujar Reynaldi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Reynaldi menjelaskan, fase pertama terjadi sepekan menjelang bulan suci. Pada periode ini, permintaan mulai merangkak naik sementara pasokan di pasar belum sepenuhnya bertambah secara signifikan.

“Fase pertama itu ialah H-7 menjelang atau memasuki bulan suci Ramadan. Yang paling terasa puncaknya itu adalah cabai rawit,” katanya.

Setelah melewati fase awal, harga diprediksi tidak akan langsung melandai ke titik normal. Memasuki minggu kedua dan ketiga puasa, harga cenderung akan tertahan di level tinggi atau stuck.

Memasuki fase kedua, tekanan harga dipastikan kian hebat. Tepat tiga hari sebelum Idulfitri, IKAPPI memproyeksi seluruh komoditas pangan akan mengalami kenaikan harga secara serentak.

“Ini kompak nanti seragam, seluruh komoditas. Pemicunya karena rumah tangga akan memasok seluruh bahan baku untuk makan bersama keluarga saat Lebaran,” jelas Reynaldi.

Alih-alih turun setelah hari raya, harga pangan justru diprediksi kembali melonjak pada H+2 hingga H+7 Lebaran. Hal ini terjadi bukan karena tingginya permintaan, melainkan karena rantai distribusi yang tersendat.

Baca Juga: Berkat Prabowo, Harga Tahu-Tempe Bakal Makin Murah

“Banyak pedagang yang belum aktif di kios karena masih mudik. Aktivitas perdagangan belum normal, sehingga distribusi barang ke pasar tradisional belum optimal,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI