Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Pengabdian di Garis Depan Energi: Gugurnya Sang Pilot Pembawa BBM Satu Harga

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 21 Februari 2026 | 09:55 WIB
Pengabdian di Garis Depan Energi: Gugurnya Sang Pilot Pembawa BBM Satu Harga
Pesawat Kargo Pengangkut BBM milik Pelita Air. [Dokumentasi Pelita Air].
  • Pilot Pelita Air gugur usai salurkan BBM Satu Harga di pelosok Kaltara.
  • Insiden Air Tractor AT-802 soroti tantangan distribusi BBM di wilayah 3T.
  • Komut Pertamina koordinasi intensif dengan Polri pastikan evakuasi sesuai prosedur.

Suara.com - Sektor distribusi energi nasional berduka. Capt. Hendrick Lodewyck Adam, pilot pesawat charter Air Tractor AT-802 milik PT Pelita Air Service, gugur dalam tugas mulia memastikan roda ekonomi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) tetap berputar.

Musibah ini menjadi pengingat betapa tingginya "biaya" dan risiko dalam mewujudkan keadilan energi melalui program BBM Satu Harga. Pesawat kargo khusus bernomor registrasi PK-PAA tersebut mengalami kecelakaan di Pa’ Betung, Krayan Timur, Nunukan, Kamis (19/2/2026), sesaat setelah menyelesaikan misi distribusi rutin ke Long Bawan, Kalimantan Utara.

Secara ekonomi, program BBM Satu Harga bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan tulang punggung konektivitas ekonomi wilayah pelosok. Pesawat Air Tractor AT-802 yang dioperasikan Pelita Air Service merupakan instrumen vital dalam rantai pasok (supply chain) Pertamina untuk menembus batas geografis yang tak terjangkau jalur darat.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa penanganan insiden ini menjadi prioritas tertinggi perusahaan. Pihaknya bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur.

"Kami turut berduka cita. Saya langsung melakukan koordinasi intensif dengan Kapolda Kaltara hingga Kapolres Nunukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman," ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa armada yang mengalami musibah adalah pesawat tahun produksi 2013 yang memang dikhususkan untuk angkutan logistik BBM ke daerah terpencil.

Kejadian ini menyoroti tantangan berat yang dihadapi Pertamina dan anak usahanya dalam menjalankan penugasan pemerintah. Di tengah upaya menjaga inflasi daerah melalui harga BBM yang seragam, aspek keselamatan penerbangan (aviation safety) menjadi variabel biaya nonsubsidi yang sangat krusial.

"Keselamatan dalam seluruh proses menjadi prioritas utama. Setiap tahapan dilakukan dengan perhitungan matang melalui koordinasi lintas instansi," tambah Iriawan.

Jenazah Capt. Hendrick dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 16.00 WIB hari ini sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Bogor. Dedikasinya dalam menjaga denyut ekonomi di perbatasan Kalimantan Utara akan selalu tercatat sebagai bagian dari sejarah perjuangan kedaulatan energi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Pimpinan KPK Bingung Soal Dakwaan di Perkara Pertamina: Ini Apa Sih Esensinya?

Eks Pimpinan KPK Bingung Soal Dakwaan di Perkara Pertamina: Ini Apa Sih Esensinya?

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 22:24 WIB

Sidang hingga Jam 4 Subuh, Pengacara Kerry Riza Ingatkan Penegakan Hukum Jangan Kejar Tayang

Sidang hingga Jam 4 Subuh, Pengacara Kerry Riza Ingatkan Penegakan Hukum Jangan Kejar Tayang

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:29 WIB

Kerry Riza: Tuntutan Jaksa Ancam Kepastian Hukum Bagi Dunia Usaha

Kerry Riza: Tuntutan Jaksa Ancam Kepastian Hukum Bagi Dunia Usaha

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:03 WIB

Terkini

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:18 WIB

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:06 WIB

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:28 WIB