Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI

M Nurhadi

Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:54 WIB
Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI
Sebagai ilustrasi [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • S&P Global Ratings memperingatkan potensi penurunan peringkat kredit Indonesia akibat meningkatnya beban pembayaran bunga utang negara.
  • Pembayaran bunga utang tahun lalu kemungkinan besar melebihi ambang batas kritis 15% dari total pendapatan negara.
  • Kekhawatiran ini muncul bersamaan dengan penurunan prospek oleh Moody's serta tekanan pada pasar modal domestik.

Suara.com - S&P Global Ratings, baru saja mengeluarkan peringatan serius terkait kondisi keuangan negara Indonesia.

Dalam webinar regional Asia-Pasifik yang digelar Kamis (26/2/2026), S&P menyoroti meningkatnya tekanan fiskal, terutama membengkaknya biaya pembayaran bunga utang yang berpotensi menurunkan peringkat kredit (Sovereign Credit Profile) Indonesia.

Analis S&P, Rain Yin, mengungkapkan bahwa pembayaran bunga utang pemerintah tahun lalu "sangat mungkin" telah melampaui ambang batas kritis, yakni 15% dari total pendapatan negara.

Jika angka ini terus bertahan di atas batas tersebut dalam jangka panjang, S&P tidak ragu untuk memberikan penilaian negatif terhadap peringkat utang Indonesia.

Meskipun saat ini S&P masih mempertahankan peringkat Indonesia di level BBB dengan prospek stabil, pernyataan ini mempertegas kekhawatiran global.

Sebelumnya, pada awal Februari 2026, lembaga pemeringkat Moody’s telah lebih dulu menurunkan prospek Indonesia dari "Stabil" menjadi "Negatif".

Moody’s menyoroti pelemahan tata kelola dan risiko fiskal di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sentimen negatif ini semakin diperparah oleh peringatan dari MSCI Inc mengenai perlunya reformasi pasar. Hal ini memicu aksi jual oleh investor asing yang membuat pasar modal Indonesia tertekan.

Rasio Utang yang Tak Kunjung Turun

baca juga

S&P menekankan bahwa rasio bunga utang terhadap pendapatan adalah indikator kunci. Indonesia punya rekam jejak yang baik dengan menjaga rasio ini di bawah 15% untuk waktu yang lama.

Namun, pasca pandemi, angka tersebut melonjak signifikan dan tidak menunjukkan penurunan yang cepat.

Tahun lalu, defisit anggaran Indonesia tercatat sebesar 2,9% dari PDB, nyaris menyentuh batas maksimal undang-undang sebesar 3%.

Angka ini lebih tinggi dari perkiraan akibat lemahnya penerimaan negara. S&P melihat perkembangan ini sebagai sinyal bahwa risiko fiskal Indonesia bergerak naik lebih cepat dari yang dibayangkan.

Seperti yang dikutip via Bloomberg, kekhawatiran utama S&P bukan hanya pada angka utang, melainkan pada kepercayaan investor global. Jika kepercayaan ini runtuh, dampaknya bisa sangat luas:

  1. Modal Asing Kabur (Capital Outflow): Jika investor asing menarik dananya secara masif, likuiditas pasar modal akan kering.
  2. Biaya Pinjaman Naik: Berkurangnya dana asing akan membuat biaya pinjam uang bagi pemerintah maupun pelaku usaha menjadi jauh lebih mahal.
  3. Tekanan pada Rupiah: Minimnya aliran modal masuk akan menekan nilai tukar Rupiah.
  4. Intervensi Bank Indonesia: Untuk menjaga Rupiah, Bank Indonesia terpaksa harus menggunakan cadangan devisa, yang pada akhirnya bisa memperlemah ketahanan ekonomi nasional.

Direktur Pelaksana S&P Asia Pasifik, Kim Eng Tan, menambahkan bahwa jika status Indonesia diturunkan dari Emerging Market oleh MSCI, tekanan terhadap harga aset akan semakin intensif.

Menanggapi berbagai peringatan ini, pemerintah Indonesia telah mengumumkan sejumlah rencana reformasi pasar, termasuk aturan free float (saham publik) yang lebih tinggi untuk menarik kembali minat investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kandidat Pengganti Thom Haye di FIFA Series 2026, Sudah Terjamin Kualitasnya!

Kandidat Pengganti Thom Haye di FIFA Series 2026, Sudah Terjamin Kualitasnya!

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:52 WIB

Allahuakbar! 5 Pemain Timnas Indonesia Pindah Agama Peluk Islam, Ada Kiper

Allahuakbar! 5 Pemain Timnas Indonesia Pindah Agama Peluk Islam, Ada Kiper

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:40 WIB

Detail Fakta PSSI Kena Sanksi AFC Jelang FIFA Series 2026

Detail Fakta PSSI Kena Sanksi AFC Jelang FIFA Series 2026

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:28 WIB

Bek Jangkung Keturunan Sunda 195 Cm Kasih Puja Puji ke Timnas Indonesia, OTW Naturalisasi?

Bek Jangkung Keturunan Sunda 195 Cm Kasih Puja Puji ke Timnas Indonesia, OTW Naturalisasi?

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:21 WIB

Subhanallah, Pemain Keturunan Indonesia Ini Akhirnya Memutuskan Percaya Allah SWT dan Pindah Agama

Subhanallah, Pemain Keturunan Indonesia Ini Akhirnya Memutuskan Percaya Allah SWT dan Pindah Agama

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:46 WIB

Tak Lakukan RUPS dan Diduga Gelapkan Dana, Dirut Wanteg Sekuritas Dicopot Sementara

Tak Lakukan RUPS dan Diduga Gelapkan Dana, Dirut Wanteg Sekuritas Dicopot Sementara

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:32 WIB

Terkini

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Rilis You're Under Arrest! ILLIT Tolak Keras Terlena oleh Harapan Palsu

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Cak Imin Puji MBG: Program Terbaik dari APBN, 1,3 Juta Orang Miskin Jadi Pekerja

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:36 WIB

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

7 Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Panas Saat Dimainkan, Ini Cara Mengatasinya

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Cara Pakai Body Mist agar Wanginya Lebih Tahan Lama, Jangan Sembarang Layering!

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

Komnas HAM Kritik Draf RUU HAM: Frasa Lembaga Independen Tak Boleh Dihapus!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan

Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Dua SMP Terapkan PJJ Selama Dua Hari

Bogor | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:29 WIB

KAI Dituntut Pengadaan KRL Secepatnya, Mau Impor atau Produksi INKA?

KAI Dituntut Pengadaan KRL Secepatnya, Mau Impor atau Produksi INKA?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:26 WIB

Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:23 WIB

×